RAGAM

Puisi
Saturday, May 12th, 2012

BUNGA

Disaat kupandangi wajahmu

kurasakan getaran yang menggoyahkan tubuhku

kan ku petikkan setangkai cinta ini

hanya untuk dirimu seorang


Aku tak ingin sang waktu menghentikan langkahnya

Thursday, December 8th, 2011
Sebuah upacara bagimu
jembatan benang sridatu
menyambung nafas rohku
jalinan warna langit
menenung garis tangan
dikebisuan hutan alas ngandang
Kupu-kupu penjaga  hutan
menarikan bunga aneka warna
ku panggil kau dengan bahasa paling purba
saat anak-anakku mempersiapkan upacara bumi
di mana cintanya
menabur aneka kembang
lewat gigil kabut hutan
menghias pepohonan.
Bagi Ibu
nyanyian bunga pertiwi
sawah
Tuesday, October 11th, 2011

Pesan Burung Kertas pada Pena Berpita Cokela

Sedetik yang lalu..

kami
Thursday, June 30th, 2011

 

kami ini…..

 

kami ini mencari sesuap nasi

dengan memungut sampah buangan dari dapur megah

kami ada di tempat kotor dan menjijikan

di tempat dikerubungi sejuta lalat dan ulat merah

Friday, July 1st, 2011

Lama adalah waktu bagiku

Belajar akan mencintaimu

Kini sudah kuhabiskan sisa hati ku untukmu

Berharap kau bisa mengerti akan gejolak rasa ini

Namun sepertinya tak kau anggap

Semua rasa ini, semua peluh ini

Bagai sebuah kesia-siaan

Tak berguna dimatamu

Tuesday, August 9th, 2011
Demi malam ketika rasa sepi memagut resah bintang pada bulan
Biarkan lelaki ini terus memanggil-manggil di kejauhan langit
Menatap kosong peluh dengan hembus nafas tersesak
Dan menggigil dingin tersapu angin bersahutan dalam rinai hujan
Baru beberapa saat rasanya senja berarak tak kian berpamitan
Fajar tak juga membawa embun pada belaian pagi
Dan baru saja kemaren dekapan terasa hangat
Menyentuh pucuk - pucuk asmara
Merengkuhku dalam genggaman cintamu
Semakin hari pun sendu mengikis
Tuesday, July 19th, 2011
Jalan Mu
Malam gelap gulita
Setapak demi setapak kususuri
Kurasakan pengapnya udara yang kuhirup
Kumerasa sepinya suasana kala itu
Dinginnya meremukkan rusukku
Kuberlari dan lari
Tanpa kenal arah yang kutuju
Hingga tersadar kukembali dimana kumemulai
Kupejamkan mata
Mencoba fokus pada tujuanku
Sebuah cahaya datang menyinari
Menuntun keluar kesesatan ini
Melenyapkan gundahnya hati
Kini kuberpijak di rerumput
Friday, July 1st, 2011
Leave Me
Dingin malam yang kini memelukku
Kian menambah rasa sakit hatiku
Kau ingat dulu katamu
Hanya aku satu dihatimu
Namun kini kau telah bersama dengannya
Mengapa kau beri cinta untukku?
Bila ini pertanda luka
Kau bilang khilaf
Walau sungguh sulit bagiku lepaskanmu
Tapi aku tak mungkin di duakan olehmu
Biarlah ini terjadi padaku
Lupakan aku
Lupakanlah cinta ini
Kau memang bukan
Friday, July 1st, 2011

Sang Penawar Hati

Derai air mata basahi pipiku

Saat kau harap kulupakannya

Bintang jiwaku

Kecewa dan sedih

Sakit, perih yang tak habis

Kau tawarkan hatimu

Berharapku gadaikan cintaku

Kau cabik perasaanku

Mengharap sosoknya tergantikanmu