7.811 Siswa Tidak Lulus

Hasil Ujian Nasional SMA/MA 2014
Saturday, June 7th, 2014
Siswa dan siswi sama-sama konvoi di jalan saat pengumuman UN
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Mohammad Nuh telah mengumumkan hasil Ujian Nasional SMA/MA dan SMK tahun pelajaran 2013/2014. Dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Gedung Ki Hajar Dewantara Kemdikbud Jakarta Senin (19/5) lalu Mendikbud menjelaskan tingkat kelulusan UN jenjang SMA/MA 99.52 persen sedangkan tingkat kelulusan SMK/MAK 99,90 persen.

Peserta Ujian Nasional tahun 2014 jenjang SMA/MA tercatat sebanyak 1.632.757 siswa. Dari jumlah tersebut terdapat 7.811 atau setara 0,48 persen tidak lulus. Dibandingkan dengan hasil UN tahun 2013 lalu maka hasil UN tahun 2014 ini mengalami penurunan sebesar 0,01 persen. Tahun 2013 lalu angka kelulusan mencapai 99,53 persen. Sedangkan peserta UN SMK/MAK tahun 2014 tercatat sebanyak 1.171.907 siswa. Dari jumlah tersebut dinyatakan tidak lulus sebanyak 1.159 siswa atau setara dengan 0,1 persen sedangkan yang lulus 99,9 persen.

Menurut Mendikbud Muhammad Nuh, penetapan kelulusan peserta didik SMA/MA dan SMK/MAK berdasarkan perolehan nilai akhir. Yang dimaksudkan dengan nilai akhir adalah gabungan dari dari 60 persen nilai ujian nasional dan 40 persen nilai ujian sekolah atau madrasah. Peserta didik dinyatakan lulus jika ia mencapai nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai mata pelajaran paling rendah 4,0.

Dijelaskan pula oleh Mendikbud, untuk UN tahun 2014 ini terdapat 16.497 sekolah SMA/MA dan SMK/MAK yang tingkat kelulusannya 100 persen. Itu berarti masih ada 1,60 persen sekolah yang tingkat kelulusannya tidak 100 persen namun tak ada sekolah yang tingkat kelulusannya 0 persen seperti yang terjadi pada ujian nasional 2013 lalu.

Mendikbud Mohammad Nuh juga menyampaikan keprihatinannya karena masih ada para siswa yang memperoleh nilai di bawah dari standar kelulusan. Dari semua mata pelajaran yang diujinasionalkan ada siswa yang memperoleh nilai sempurna 10 namun ada juga siswa yang memperoleh nilai di bawah 4,0 angka minimal mata pelajaran untuk dinyatakan lulus. Misalnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Program Bahasa, nilai tertinggi mencapai 9,60 namun ada yang mencapai nilai terendah 1,80. Untuk program IPA nilai teringgi matematika 10 namun terendah 0,75. Demikian juga untuk program IPS nilai tertinggi Ekonomi 9,75 dan terendah 0,60.

Pada kesempatan tersebut Mendikbud juga menjelaskan masalah seputar pemberitaan media massa tentang masih adanya kecurangan dalam ujian nasional 2014 ini. Mendikbud mengatakan apa yang diberitakan oleh media massa sulit untuk dibuktikan. Dikatakannya, perolehan nilai setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan berkisar dari 5 ke atas bahkan ada yang di bawah dari 5. Jadi tuduhan bahwa ada kebocoran kunci jawaban atau soal ujian sulit untuk diterima secara logika.