Agus Indra Udayana (Gus Indra)

Penerima International Jamnalal Bajaj Award 2011
Wednesday, December 7th, 2011
agus indra
Agus Indra Udayana, pengasuh Ashram Gandhi Puri menerima anugerah International Jamnalal Bajaj Award 2011. Anugerah ini diberikan atas pengabdiannya pada nilai Gandhi  di luar India  melalui pendidikan, kemanusiaan dan perdamaian.
Penganugerahan International Jamnalal Bajaj Award 2011 itu diterima Gus Indra  Senin 7 November 2011 di gedung Yashwantrao Chavan Centre, General Jagannath Bhonsale Mumbai India. Agus Indra Udayana yang akrab dipanggil Gus Indra itu menjadi salah satu penerima anugrah bergengsi International Jamnalal Bajaj Award untuk Promoting Gandhian Values outside India through Education, Humanitarian Service and Spiritual Healing for Peace. Penganugerahan tersebut diterima Gus Indra dari tamu kehormatan dan Tokoh Spiritual Hindu terkenal India Pujya Morari Bapu. Gus Indra pada kesempatan itu didampingi I Nyoman Sukerta SE (Shanti Sena AGP) dan I Gusti Ngurah Pertu Agung S.Sn M.Ag (Dharma Duta AGP). Shanti Sena dan Dharma Duta adalah penggerak utama Ashram Gandhi Puri.
Berdasarkan daftar penerima International Jamnalal Bajaj Award selama ini, Gus Indra adalah penerima termuda  di bawah usia 60 tahun. Para penerima lainnya rata-rata berusia di atas 60 tahun. Mereka yang pernah menerima penghargaan ini antara lain tahun 1988 Monsieur Pierre Parodi dari Perancis, 1989, Mr. Danilo Dolci dari Italy, 1990 Mr.A.T. Ariyaratne dari Sri Langka, 1991 Mr. Charles Walker dari Amerika,1992 Dr. Homer A. Jack dari USA, 1993 Prof. Johan Galtung dari Perancis, 1994, Mrs. Gedong Bagus Oka dari Indonesia, 1995, Srimati Kamala  dari Amerika, 1996, Prof. Adolpo de Obieta dari Argentina. Tahun 1997 penghargaan sama diterima oleh Dr. Young Seek Choue dari  Korea, 1998 Kumari Jharna Dhara Chowdhury dari Bangladesh, 1999 Prof. Sir Joseph Rotblat dari Inggris, tahun 2000, Archbishop Emeritus Desmon Tutu dari Afrika Selatan, 2001, Dr. Satish Kumar dari United Kingdom, 2002 Dr. George W Willoughby dari Amerika,  2003 Ms. Mary E.King, dari Amerika,  2004 Ms. Marie Thoeger dari Denmark, 2005 Dr. Daisaku Ikeda dari Jepang, 2006 Dr. Ismail Serageldin dari Egypt, 2007 Prof. Michael Nagler, dari Amerika, 2008 Mr. Louis Campanadari Perancis,2009 Rev. Father Peter Dougherty dari Amerika, 2010 Prof. Lia Diskin dari Brazil dan 2011 Agus Indra Udayana.
Siapa sosok Agus Indra Udayana? Ia adalah putra pasangan Guru Ketut Oka dan AA Ayu Aryani Oka kelahiran 6 September 1969. Penghargaan ini pantas diterima Gus Indra karena ia dikenal sebagai sosok yang perjuangan dan pengabdiannya  pada nilai ajaran Mahatma Gandhi tak  diragukan lagi. Sejak 1992 Gus Indra aktif mendampingi Ibu Gedong Bagus Oka. Setelah menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ia melanjutkan studi di Institute of Gandhian Studies di Wardha ,Maharastra India. Ia aktif bersama beberapa aktivis kemanusiaan seperti Romo Sandyawan Sumardi, Ibu Karlina Supeli, Faisal Basri dan mengembangkan sendiri sebuah komunitas Indra Udayana Vedanta Community sejak 6 September 1992 dengan laboratorium sosialnya Shanti Ashram yang berubah menjadi Ashram Gandhi Puri, nama yang diberikan oleh Ibu Gedong Oka.
Anggal 12 Januari 2001 rumah pemberian orang tuanya Guru Ketut Oka dan AA Ayu Aryani Oka di Jalan Gandapura 22 Denpasar menjadi Ahimsa Satya Karuna CC United Religions Initiative, dan berkembang menjadi gerakan muda Gandhi yang bersentuhan langsung dengan anak muda Lembaga itu menjadi tempat pendidikan kemanusiaan dan perdamaian.
Ia juga dikenal sebagai pendiri Institute of Vedanta yang diresmikan oleh KH Abdurrahman Wahid 20 Agustus 2006. Gerakan Gandhi dibangun dari empat pilar yaitu Shanti Sena warga Ashram terpilih yang mendapatkan  tempat tinggalnya di Ashram sebagai sebuah family serta mendapatkan pendidikan sampai tamat sarjana, Dharma Duta  warga yang terpilih dan tinggal di luar Ashram tapi aktif mengembangkan  pendidikan  dan penyebaran nilai Gandhi di luar Ashram, Shri Shakti adalah perempuan yang menjadikan gerakan Gandhi lebih ke arah pendidikan yang utuh sebagai pengembangan rasa dan nurani, serta Satyagraha sahabat Ashram yang mensuport segala aktifitas dan kegiatan komunitas Ashram Gandhi Puri.