Anggari Purnama Dewi

Si Calon Ahli Geografi
Tuesday, June 21st, 2011
anggari

Anggari Purnama Dewi

Anggari Purnama Dewi, gadis kelahiran 17 tahun silam ini adalah murid dari SMAN 1 Kuta. Wajah manisnya menghantarkan Anggie untuk menyabet juara 3 Modelling pada tahun 2000. Anggie begitu ia sering di sapa terlihat sedikit berbeda dengan gadis kebanyakan. Keinginannya untuk menjadi Ahli Geografi begitu kuat, padahal ia kini duduk di bangku XI IPA 1. Sedikit menyimpang dari bidang studi yang di ambilnya kini.

Untuk kebanyakan orang, profesi ini mungkin mengundang sedikit pertanyaan. Hal ini karena biasanya murid lebih senang menekuni bidang yang sedang trend pada saat itu. Namun kecintaannya tersebut membuatnya meraih Juara Harapan 1 Lomba Geografi Tingkat Kabupaten Badung di Tahun 2010 lalu.

Selain itu, buah hati dari pasangan I Wayan Wirata dan Susiloningsih ini juga pernah menyabet Juara VIII Semi Final Lomba Olimpiade Kebumian Negeri Malang Se-JATIM BALI pada tahun yang sama.

Layaknya seperti gadis biasanya, Alumni SMPN 1 Kuta ini juga memiliki hobby yang tak kalah menarik, yakni menulis puisi, menggambar dan membaca. Hobbynya tersebut membuat Anngie meraih juara 3 pada Lomba Mengarang Bahasa Indonesia di tahun 2006.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya selain ingin menjadi Ahli Geografi, Anggie juga pernah bermimpi menjadi penulis terkenal layaknya J.K Rowling dan Stephenie Meyer. Ia sangat terinspirasi dengan penulis Harry Potter yang karyanya begitu menakjubkan.

“Saya sangat senang bisa sekolah di SMAN 1 Kuta karena banyak mendapatkan pengalaman berharga dan para guru yang membimbing sangat memotivasi untuk bisa lebih banyak berprestasi.” Ujarnya semangat saat ditanya mengenai kesannya selama sekolah di SMAN 1 Kuta.

Bagi Anggie guru disekolahnya sangat sabar dalam membimbing para murid didiknya. Mereka adalah motivator bagi muridnya dan mengajarkan banyak hal kepada anak didiknya.

Lebih lanjut, ketika ia ditanya mengenai pendapatnya untuk Ujian Nasional yang akan ia rasakan tahun mendatang, “Bagi saya pemerintah boleh saja mengadakan UAN di Indonesia, namun tetap saja yang mengetahui pantas tidaknya seorang siswa untuk lulus adalah sekolah dan guru-guru bersangkutan yang mengajar siswa tersebut.”

Menurutnya, remaja masa kini rasa ingin tahunya lebih besar dan juga lebih kreatif. Mereka memiliki potensi dan bakat yang jika diasah dan dikembangkan akan bermanfaat. Untuk itu, remaja haruslah pandai-pandai membawa diri agar tidak terjerumus pada hal-hal negative dan bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk kegiatan yang berguna. Remaja adalah generasi penerus bangsa yang menentukan nasib bangsa selanjutnya. Kita harus mempersiapkan diri untuk mengemban tugas itu. Menjadi penerus yang mampu membanggakan dan memajukan negeri ini.

Jangan mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Tetap berusaha apapun yang terjadi. Karena Tuhan lebih menghargai proses daripada hasil. Dan proses itulah yang akan mendewasakan kita. Everything will be ok in the end. If its not ok, its not the end.Yaz