Ayu Putu Puspita

Mencintai Anak Bangsa
Thursday, June 5th, 2014
Ayu Putu Puspita Arisanti

Itulah goresan kata-kata menggambarkan seorang anak yang menginginkan perhatian. Gadis pemilik nama lengkap Ayu Putu Puspita Arisanti juga memaparkan betapa pentingnya anak bangsa sebagai penerus estafet negeri tercinta, Indonesia. Menurutnya anak adalah harapan bangsa. Orang-orang tua yang sekarang menjadi presiden, dokter, tentara, ilmuan, dan lainnya akan digantikan oleh kaki-kaki dan tangan-tangan mungil yang sekarang masih dengan semangat belajar di sekolah. Dengan langkah kecil itu mereka berjanji akan memajukan bangsa di masa depan.

Remaja cantik yang akrab disapa Ayu itu mengaku senang melihat anak-anak yang mampu mengenyam pendidikan seperti dirinya. Namun miris baginya ketika pulang dari sekolah ia melihat anak-anak kecil di jalanan.“Tidak semua orang beruntung seperti aku. Aku ingin berbagi dengan mereka. Berbagi pengetahuan dan kasih sayang. Karena bagaimanapun mereka itu adalah anak bangsa yang tidak hanya sekedar perlu makan saja, tapi juga perlu cinta,” ungkap Ayu saat diwawancara IMOB Educare.

Sungguh keinginan yang mulia dari Ayu. Buah cinta pasangan I Putu Gede Ardana dan Ni Ketut Sunariani ini memang beruntung. Gadis kelahiran Denpasar, 16 Januari 1997 itu memang dikaruniai wajah yang sesuai dengan namanya, Ayu. Tentu tak heran bila Ayu dinobatkan sebagai Runner Up I Jegeg SMAN 1 Kuta. Wajah ayunya juga mendapat gelar Runner Up III Jegeg Badung 2014, dan dari situlah ia tergabung dalam organisasi Semeton Jegeg Bagus Badung. Terhitung sejak tahun 2012, Ayu telah berlangganan juara di DBL Competition, yaitu masuk kategori Big 5 pada 2012, Big 5 pada 2013, dan Juara 2 pada 2013.

Tak hanya itu, remaja cantik ini juga memiliki suara jernih yang mampu membuat para juri memberikan gelar Juara I Kidung Remaja pada 2009 dan Juara II Utsawa Dharma Gita 2013 lalu. Saat ini remaja yang tercatat sebagai siswi Kelas XI IPA 1 SMAN 1 Kuta tersebut disibukkan dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Marching Band dan PMR.Melihat deretan prestasi yang dikoleksinya itu, bukan tak mungkin cita-cita Ayu menjadi Duta Besar akan tercapai.

Saat ditanya kesan selama sekolah, alumni SMP Negeri 1 Kuta itu hanya terseyum dan mengatakan masa SMA adalah masa pencarian jati diri. Ia mengaku sangat terkesan selama belajar di sekolahnya. Apalagi guru-gurunya baik dan senang diajak sharing. Namun, gadis yang tinggal di Jalan Legian Gg Apel No 2, Kuta ini menyatakan keberatan dengan diadakannya UN karena dari tahun ke tahun semakin sulit.Pendapatnya tentang remaja katanya remaja masa kini dapat dikatakan masih labil karena masih dalam proses pencarian jati diri.