Batik , Warisan Moyang Indonesia

Saturday, June 25th, 2011

 

batik
BATIK telah terkenal di seantero dunia. Dan batik semakin terkenal ketika ada Negara tetangga kita mengklaim bahwa batik adalah milik nenek moyang mereka. Sontak Bangsa Indonesia geram soalnya telah berulangulang Negara tetangga kita ini berulah. Mereka mengklaim lagu ‘Anak Kambingsaya’ milik mereka,tari Pendet milik mereka dan banyak warisan leluhur bangsa Indonesia yang diklaim sebagai milik mereka.

 

Ketika Negara tetangga kita itu mengklaim batik sebagai milik mereka, komentar pun bermunculan di media elektronik nasional bahkan internasional, bahkan dengan nada marah dan mengancam akan memutuskan hubungan bilateral dua Negara. Tapi ada yang menanggapinya dengan cara yang sangat arif, duduk bersama dan menyatukan persepsi serta merekat rasa kebangsaan dan secara tegas meyakinkan kepada dunia bahwa batik milik moyang Indonesia.

Salah satu yang menanggapi secara arif dan bijaksana adalah Yayasan pendidikan & Pariwisata Ulearn International Education. Di tengah pro kontra dan bermunculan komentar, yayasan ini justru menempuh cara paling berwibawa yakni menggelar lokakarya bertajuk ‘Batik Warisan Moyang Indonesia’ yang didukung sepenuhnya oleh Depertemen Kebudayaan dan pariwisata RI. Lokakarya ini sudah diselenggarakan beberapa waktu lalu, namun apa yang dihasilkan oleh seminar ini sangat berguna untuk terus diketahui oleh generasi muda bangsa ini dari waktu ke waktu.

Lokakarya ‘Batik Warisan Moyang Indonesia’ dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa batik merupakan pakaian warisan nenek moyang Indonesia yang telah berabad-abad lahir dan ada di bumi Indonesia. Proses pembuatannya menggunakan bahan baku lilin dan alat yang dikenal canting dan ini hanya ada di Indonesia. Ketika Negara tetangga kita mengklaim batik sebagai warisan leluhur mereka tentu sangat menghentak jantung bangsa Indonesia. Namun dibalik klaim Negara tetangga kita itu ada hikmah bagi bangsa Indonesia, bahwa bangsa Indonesia harus melestarikan dan menyayangi warisan nenek moyang ini. Maka lokakarya ‘Batik Warisan Moyang Indonesia’diselenggarakan sebagaisalah satu bentuk pembelaan danpenguatan statemen bahwa batik milik bangsa Indonesia. Lokakarya ‘Batik Warisan Moyang Indonesia’ yang digelar beberapa waktu lalu memang bertujuan untuk; menyosialisasikan proses pembuatan Batik Indonesia kepada masyarakat Indonesia, mengenal lebih detail sejarah, filosofi dibalik batik itu sendiri;memberikan informasi bahwa UNESCO telah mematenkan Batik Indonesia sebagai warisan dunia yang harus dilestarikan dan memeragakan bagaimana pembuatan batik dan penggunaan dalam even-even tertentu. Sasarannya adalah lokakarya ini menyasar masyarakat Indonesia yang ingin tahun informasi lebih lanjut tentang BATIK warisan moyang Indonesia dan memberikan informasi kepada Generasi Muda betapa aset budaya Indonesia sangat beragam.Sedangkan output nya adalah dengan terlaksanakanya Kegiatan Lokakarya ini,diharapkan menimbulakan rasa bangga dalam melestarikan Batik dan akan menjadi pakaian nasional digunakan dalam even tertentu yang selama ini hanya digunakan oleh pejabat negara saja.

Direktur Yayasan Pendidikan, Pariwisata dan Sosial Ulearn International Dra. Ni Nyoman Tripitasih,S.Pd barangkali boleh disebut sebagai satu dari sekelompok kecil orang yang punya komitmen untuk melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia dengan caranya. Sebab ketikaNegara tetangga kita mengklaim Tari pendet sebagai milik mereka, Yayasan ini juga menggelar lokakarya. Bagi Ni Nyoman Tripitasih, lokakarya dengan mengangkat tema Batik Warisan Moyang Indonesia memiliki tujuan, pertama,menyosialisasikan asal usul batik yang merupakan asset Bangsa Indonesia.

Kedua, hasil diskusi lokakarya ini merupakan THE POWER OF ”CHANGE” Cara Gampang SUKSES PERUBAHAN & Dengan Pemberdayaan Diri "Seminar ini wajib dihadiri dan juga diperuntukkan bagi Mahasiswa, Karyawan dan Pensiunan atau siapa saja yang ingin mengetahui peluang SUKSES dengan membangkitkan & memberdayakan kekuatan diri!!! Pulang seminar ini Anda pun langsung bisa memiliki BISNIS sendiri tanpa modal...buktikan sendiri!!! Waktu 30 April 2011 aspirasi dan sebuah masukan anak bangsa kepada lembaga-lembaga terkait, khususnya kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI di Jakarta sebagai bahan referensi sebuahkajian.Sedangkan Sekretaris Jenderal

Depertemen Kebudayaan dan pariwisata RI Wardiyanto, yang hadir atas nama Menteri Pariwisata dan kebudayaan pada kesempatan itu menegaskan Sekjen Departemen Kebudayaan dan pariwisata RI sangat mendukung kegiatan yang digagas oleh Yayasan UlearnInternational yang bergerak di biang pendidikan dan pariwisata. Kata dia, memalui peran aktif yang dilakukan oleh sebuah yayasan, pemerintah akan sangat terbantu sebagai fasilitator bermitra kerja dalam rangkamelaksanakan program kerja pemerintah agar memberi manfaat kepada masyarakat Indonesia, khususnya kalangan genersi muda Bali. Melalui Loka Karya Batik, Pemerintah berharap bahwa masyarakat akan mendapat informasi dan pemahaman tentang Batik asset Bangsa sudah dipatenken oleh UNESCO.

Ditegaskannya melalui lokakarya ini, akan memberikan penguatan kepada masyarakat bahwa Tehnik Membatik Indonesia jangan sampai menjadi milik negara lain. Sejumlah nara sumber dihad- irkan dalam lokakarya ini antara lain bapak Hardiman yang terkenal aktif dengan dunia jurnalistik sejak masih mahasiswa dan aktif sebagai penyunting pelaksana jurnal kajian Budaya (Indonesian Journal of Cultural Studies) program S2 dan S3 Kajian Budaya Universitas Udayana dan bekerja sebagai wartawan majalah Visual Arts Jakarta. Tulisan tentang budaya dan seni tersebar di media Gatra, Media Indonesia dan visual arts. Bapak Hardiman kesehariannya adalah Dosen Seni Rupa di Universitas Ganesha di Singaraja Bali.

Nara sumber lainnya adalah Bapak Agus Sudarman yang adalah tenaga dosen tetap di Universitas Ganesha di Singaraja dalam bidang seni rupa, khususnya menggeluti bidang batik sebagai kajiannya.Beliau kini aktif menjadi seorang dosen dan pelukis batik. Sedangkan nara sumber lainnya adalah bapak Nyoman Riasa yang adalah salah satu staf di Ulearn InternationalBali.

Acungan jempol memang perlu diberikan kepada YayasanUlearn International yang tanggap terhadap masalah-masalahsenidan budaya.Ke depan, bukan tidak mungkin akan ada klaim baru, sebab bangsa Indonesia memiliki ribuan warisan leluhur dan belum semuanya dipatenkan baik di Indonesisendiri maupun oleh UNESCO. Tetapi sebagai anak bangsa yang mencintai seni budaya moyangnya, komitmen telah dibangun, termasuk oleh Yayasan Ulearn International, tak akan membiarkan satupun budaya bangsa ini ‘dicuri’ bangsa lain. Mau mendapatkan informasi lebih lanjut tentang batik via SMS? Caranya gampang, ketik IMOBEDU<spasi> nama <spasi> sekolah <spasi> infobatik,kirim ke 5667, tariff 1000/ SMS berlaku untuk pengguna Telkomsel, Indosat dan Three (3).