Bob Sadino Memilih Merugi Dalam Bisnis

Friday, June 24th, 2011

 

om bob
RATUSAN peserta seminar tertawa renyah ketika mendengar Bob Sadino membuat pernyataan, baginya memilh merugi dalam bisnis. Pada hal logikanya, orang harus mendapat untung dalam bisnisnya.

 

Ketika berbicara pada Seminar Wirausaha di The Grand Santhi, Denpasar November 2010 lalu, Om Bob melemparkan sebuah pertanyaan, dalam berbisnis kebanyakan orang cari apa? Dan spontan peserta seminar menjawab, cari untung. Yah, jawaban ini memang logis, karena bisnis sama arti dengan cari untung. Kalau tidak untung, alias merugi terus maka itu bukan bisnis.

Tapi jawaban itu sontak membuatBob Sadino terdiam beberapa saat. Lalu dengan gaya khasnya, ia mengatakan, kalau aku cari rugi. Lho, apa maksudmu Om Bob? Ia katakan, kalau bisnis cari untung,maka apakah akan untung terus dan kalau bisnis cari rugi,apakah akan rugi terus. Pesan yang terkandung dalam pernyataanBob Sadino tersebut sebetulnya sederhana saja, dalam bisnis orang tak perlu takutkalau rugi, sebab yang namanya bisnis bisa saja rugi dan bisa saja untung.

Di depan sekitar 200-an peserta seminaritu, Bob Sadino dengan gaya khasnya yang hanya berkemeja dan bercelana pendek itu bicara blak-blakan, tidak kaku dan apa adanya. Sehingga ada kesan ia bukan seorang intelektual, tetapi seorang praktisi. Tak heran seringkali apa yang dikatakannya sangat provokatif atau dengan kata lain, membuat panas kuping orang yang berpandangan bahwa untuk bisnis harus berbekalkan pendidikan yang tinggi.

Bagi Bob Sadino, orang goblok tak pandai menghitung makanya lebih cepat mulai usaha. Kalau orang pinter, menghitungnya ‘njlimet’, jadi tidak mulai-mulai usahanya. Kata dia, karena dirinya goblok mau pikir apa saja bebas. Sedangkan orang pintar berpikir apa yang dipelajarinya di sekolah dan berbuat sesuatu dalam bisnis berdasarkan yang ia pelajari di sekolah. Akibatnya karena terlalu lama berpikir akhirnya tak mulaimulai. Semuanya serba terlambat.

Pria berusia 77 tahun ini mengatakan dirinya tak punya tujuan dan tak punya rencana dalam hidup. Ia hanyaterus berbuat. Ia menilai, orang sekolah atau tidak semua bisa menjadi entrepreneur. Ingin memulai bisnis, tak perlu rencana. Melangkah dan mulai saja. Semudah itu. Betapa sederhananya orang mau jadi seorang entrepreneur. Soal hasil terserah nanti, bisa positif atau negatif. Kalau membuat rencana, terus rencana lagi maka akan tetap menjadi rencana.

Pesan Bob Sadino kepada mereka yang sedang belajar, katanya, sebenarnya otaknya sedang diisi dengan sampah. Nyatanya banyak orang pintar tapi tak berhasil dalam usaha, bahkan melangkahpun tak berani. Maka lahirlah keadilan, tidak hanya orang pintar jadi entrepreuner tapi yang goblok pun bisa, malah mereka berpikirnya bebas dan lebih memiliki fleksibilitas sangat tinggi. Ia memberi contoh Borobudur, salah

satu dari tujuh keajaiban dunia itu pun dibuat sebelum ada ITB.

Dari pengalamannya orang yang belajar di jalanan adalah hebat dan kuat. Ia pun menjalaninya dan mengalami jutaan kali kegagalan. Dunia usaha identik dengan kegagalan. Dengan lebih banyak kegagalan berarti lebih banyak belajarnya. Terimalahkegagalan sebagai cambuk kesuksesan. Sebuah kata sukses hanya titik kecil yang letaknyadi atas gunung kegagalan.

Bob mengaku sangat beruntungdirinya goblok. Sebab, dengan jujur, kunci suksesnya adalah kegoblokannya. Makanya untuk calon pengusaha, langsung buka, tidak perlu

banyak pertimbangan. Dari pada sekolah tinggi-tinggi, hanya menciptakan pengangguran terdidik. Orang pintar, katanyalagi tidak percaya dengan orang lain, semua ingin dikerjakan sendiri, seolah tak ada yang dapat menggantikan dirinya. Redaksi