CERPEN : Yati saraswati (Siswi Kelas X SMAN Bali Mandara)

Thursday, June 12th, 2014
LRDE
Begitu Jauh…

Deru ombak terdengar begitu merdu, bagai sebuah nada yang dengan lembut menyapu hamparan pasir putih di depannya. Aku duduk disana, beralas pasir putih di bawah jingganya langit.Pikiranku menerawang jauh, sangat jauh hingga aku sampai pada satu titik yang aku rindukan, tanpa kesepian dan kekosongan yang kini aku rasakan.
Aku masih ingat betapa lembutnya tangan yang membantuku bangkit saat aku jatuh.Sepeda tua yang ku gayung ternyata tak sanggup lagi mendaki jalan tanjakan menuju sekolah ku,aku kehilangan keseimbangan dan jatuh tak berdaya di jalan penuh debu itu. Kau datang menjadi  pahlawan untukku, membantuku bangkit dan mebersihkan seragam putih-abuku.Kita menyusuri jalan berdebu itu berdua, ya, berdua saja.Perkenalan awal yang begitu indah, yang akhirnya menyatukan kita dalam satu ikatan cinta. Aku tersenyum tipis mengingatnya.

Waktu berjalan begitu singkat, aku, kamu, kita sama-sama hanyut dalam suka. Kertas putih yang menempel di mading sekolah itu berhasil membuat semua orang tertawa ria, siswa kelas 12 dinyatakan LULUS 100%.Denada dan Agastia, dua nama pertama yang harus ku pastikan ada, dan ternyata nama itu memang ada, oh..aku lega. Ku balikkan tubuhku setelah puas melihat kertas putih yang begitu berharga itu, kau yang dari tadi di belakang ku langsung menuntunku, membawa ku ke dalam pelukan hangatmu. Kini aku rindu, sangat rindu akan pelukan hangat itu.
Usai sudah masa putih-abu kita. Kau sudah bersiap untuk mencapai impianmu, begitu pula denganku. Aku sempat berpikir, betapa bahagianya aku nanti, seorang dokter muda akan bersanding dengan seorang perwira di pesta pernikahannya. Membayangkan banyak orang yang akan memuji, bahkan tak sedikit yang iri dengan keserasian dan kebahagian kita. Mata ku mulai perih, sesak di dada mulai aku rasakan..

“Mahasiswi” adalah status baru ku, kuliah di fakulatas kedokteran sesuai dengan apa yang aku cita-citakan.Dan kau,melanjutkan di sekolah kepolisian di Jakarta yang nan jauh disana.Tak jadi masalah besar memang, karena teknologi berhasil menjembatani jarak antara kita.
Terbayang lagi saat malam perpisahan kita, yang tak pernah kusangka akan menjdi malam perpisahan untuk yang terakhir kalinya. Saat kita menikmati makan malam indah di pesisir pantai Jimbaran, sea food yang dihidangkan tak lagi nikmat ku rasa. Bagaimana bisa aku bahagia di saat kau akan meninggalkan ku pergi lebih jauh lagi? Sebagai seorang perwira polisi baru, kau harus siap di tugaskan di mana saja, bodohnya aku tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Esok kau akan pergi ke salah satu daerah terpencil, dan meninggalkan ku sendiri berteman janji mu.Kini mata ku benar-benar berat, Kristal-kristal putih mulai menghiasai mataku.

Hal yang tak pernah aku bayangkan terjadi juga. Burung raksasa yang membawamu menuju tugas mulia hilang entah kemana, kau ikut hilang bersamanya.Hilang ditelan luasnya langit di atas sana, meninggalkan ku bersama angan dan mimpi indahku.Mana janji mu Agastia? Kau bilang akan segera pulang dan melingkarkan cincin perkawinan di jari manisku. Tapi, sampai sekarang kau masih saja belum kembali bahkan tak ada yang tau kau dimana.Mungkin aku harus bersabar menunggumu, sama seperti dulu. Walaupun kini teknologi tak dapat lagi membantu, jarak antara kita pun semakin jauh bahkan sangat jauh,tapi hatiku tetap terikat pada hatimu. Aku tak peduli betapa jauh jarak antara kita sekarang,aku tetap bertahan dalam hubungan ini, karna setiap kali aku menatap langit aku bisa merasakan kau ada di samping ku.

Kini aku sudah tak dapat membendung air mataku, tangisku pecah mengingatmu. Pipiku mulai basah, pasir putih ini terasa tak lembut lagi, langit pun ikut berduka melihatku dengan kesendirianku.Warna jingga yang indah tadi kini berubah gelap dan hanya bertabur beberapa bintang.Aku benar-benar tenggelam dalam kekosongan. Malam telah menyapa, kini sudah saatnya aku kembali pulang, meninggalkan pantai indah berjuta kenangan ini.Mungkin kini kau telah ada diantara bintang-bintang itu, dan aku yakin kau tak akan meninggalkanku sendirian.Walau kini aku rasa jarak antara kita terlalu jauh.