Damayanthi 'Ogek' Putri Suardana

Mengincar Gelar Putri Indonesia
Gus
Monday, January 31st, 2011
ogek

Damayanthi 'Ogek' Putri Suardana

SIAPA yang tak kenal dara manis kelahiran Denpasar 29 Maret 1994 ini? Ia punya segudang prestasi, punya bakat dan cita-cita. Tak tanggung-tanggung, ia mengincar gelar Putri Indonesia. Bisakah engkau raih Ogek?Teman-temannya  semasa SMP Negeri 6 Denpasar maupun di SMA Negeri 5 Denpasar sekarang ini menyapa  dia dengan nama gaul, Ogek. Tak tahu apa artinya Ogek, mungkin ada riwayatnya, hanya Ogek yang tahu. Tapi dara manis berwajah ayu ini bernama lengkap Ida Ayu  Damayanthi Putri Suardana. Ogek, buah kasih dari Prof.Dr. IB. Raka Suardana, guru besar di Universitas Udayana dan Gusti Ayu Sri Ardhini yang berprofesi sebagai wartawan.
Sejak belajar di bangku SDK Harapan, Ogek  sudah memperlihatkan  minat dan bakat  di dunia entertainment. Bakat yang sungguh menonjol  adalah MC, pembawa acara. Ogek menjadi pembawa acara  dalam  acara  Melali sambil Melajan antara tahun 2000  sampai 2004. Wah, berarti  saat itu Ogek baru berusia  enam tahun, masih kelas I Sekolah Dasar dan  acara tersebut diampunya  sampai  usia kelas IV SD. Bakat itu  sampai  sekarang tak lagi lekang.
Bakat  menonjol lain yang melekat pada diri Ogek adalah menyanyi. Soal bakat tarik suara ini, Ogek punya kenangan manis. Pada usia 10 tahun, atau  duduk di Kelas IV SDK Harapan, Ogek mendapat kesempatan  menyanyi di Istana Merdeka. Tidak tanggung-tanggung, Ogek menyanyi di depan Presiden RI, waktu itu Ibu Megawati Soekarnoputri.”Wouh, pengalaman tak mudah dilupakan, bisa nyanyi di depan Presiden, bisa langsung tatap muka dengan pemimpin negara tercinta ini” kenang Ogek. Bakat menyanyi pun tak lekang  hingga hari ini.
Kini Ogek  sudah bukan Ogek tahun 2004 silam. Ogek kini adalah siswi Kelas XII/IPS SMA Negeri 5 Denpasar. Di tengah  kesibukan  menyalurkan  minat dan bakatnya Ogek yang pernah  menyandang predikat Delegasi Anak Badung 2010 ini mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional bulan April 2011 mendatang. Ia yakin meraih sukses karena di SMA Negeri 5  benar-benar disiplin dalam belajar dan banyak teman  yang saling mendukung juga banyak guru yang  tak pernah lelah terus  membimbing para siswa-siswinya untuk meraih hasil terbaik.
Tentang perubahan  sistem ujian nasional 2011 dimana nilai ujian nasional bukan satu-satunya penentu kelulusan Ogek mengatakan  bagus saja. Tentu saja  tidak berarti santai dalam belajar. Prestasi harus tetap dikejar, nilai tinggi adalah sasaran yang dituju. Tentang teman-teman remaja masa kini, Ogek  punya kesan, remaja sekarang lebih kreatif dan berani bicara. Ini sebagai  dampak kemajuan teknologi. Pemerintah pun Guspunya program terhadap pemupukan bakat kaum remaja seperti Forum Anak Daerah.  

Darah Seni Yang Dibiarkan Mengalir

JIKA  setiap orang dilahirkan untuk  mencintai seni, maka seni  akan menjadi seperti darah yang menjalari seluruh tubuh. Dipaksa berhenti, niscaya ada kematian. Maka biarkanlah darah seni itu mengalir  seperti air, pasti  suatu saat  akan sampai pada muaranya.
Agaknya  ini juga yang dilakukan Ida Ayu Damayanthi Putri  Suardana alias Ogek, siswi Kelas XII/IPS SMA Negeri 5 Denpasar. Darah seni itu benar-benar mengalir dalam tubuhnya. Seni membawa acara, seni menyanyi, seni modeling dan seni akting. Yang terakhir ini,bukan sekedar cita-cita tetapi sudah pernah  dilakoni, bahkan ketika ia masih duduk di Sekolah Dasar. Nah, akting apa itu?
Ketika Ogek masih duduk di Kelas IV SDK Harapan, ada kesempatan emas baginya untuk berakting. Dan itu terjadi dalam sinetron ’Seikat Mawar Hitam’ (SMH), sinetron yang ditayangkan oleh  stasiun televisi Bali TV. Di sinetron  itu Ogek berperan sebagai  Sukma. Sinetron Seikat Mawar Hitam  mengisahkan tentang  kehidupan sopir taxi bernama Wastu, yang  jujur, lugu dan sederhana. Bersama istrinya Sasih dan putrinya Sukma hidup keluarganya sangat harmonis.
Dikisahkan dalam sinetron tersebut Sukma  menggambar seikat  mawar hitam, yang tak lazim, dan hal itu dilakukan berulang-ulang meskipun dilarang ayah dan ibunya. Tapi Sukma terus menggambar, bahkan ingin menghadiahkan lukisan mawar hitam itu kepada ayahnya. Dalam tragedi berdarah Bom Bali I 12 Oktober  2002, Wastu menjadi salah satu korban. Ternyata gambar Seikat Mawar Hitam yang dibuat Sukma menjadi firasat perginya sang  aji (ayah).
Bisa bermain dalam sinetron ini, Ogek mengaku bangga dan mendapat pengalaman bagaimana seluk beluk  shooting untuk sebuah sinetron. Anehnya, meskipun  sudah  mendapat kesempatan di panggung keartisan, Ogek mengaku tak terlalu serius dalam dunia keartisan. Ia justru bercita-cita menjadi model yang bisa tampil di cover majalah-majalah. Dan cita-citanya kini, mengejar  gelar ’Putri Indonesia’, gelar yang untuk saat ini cukup bergengsi. Nah, kejar terus Ogek, gantungkan cita-citamu setinggi langit, petiklah satu bintang dan engkau pun menjadi bintang itu.nGus