Desi & Dika

Calon Penari Profesional dan Entrepreneur
Saturday, February 4th, 2012

 

desi dika
Dua siswa-siswi SMAN 1 Ubud baru saja menoreh prestasi spektakuler tingkat nasional di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Mereka adalah Ni Kadek Desiani dan Kadek Wira Dika Saskara. Keduanya dinobatkan sebagai penari terbaik kategori Tari Kreasi Berpasangan. Prestasi yang mengharumkan nama SMAN 1 Ubud yang berada di jantung Kampung Seni Ubud Gianyar ini.

 

Seperti diketahui Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tahun 2011 berlangsung di Kota Makasar, Sulawesi Selatan 19-25 Juni 2011 silam. Pada ajang ini Desi dan Dika tampil membawakan Tari Kreasi Berpasangan dan menyabet penghargaan terbaik. Ditemui di sekolahnya SMAN 1 Ubud Kamis 6 Januari 2011 lalu, kedua siswa berbakat ini sama-sama mengungkapkan rasa bangga bisa menyumbangkan prestasi terbaik bagi sekolah, mewakili Bali.

Ni Kadek Desiani adalah siswi Kelas XI IPA putri dari I Wayan Berata dan Ni Ketut Mujiati. Warga Banjar Ubud Kelod kelahiran Ubud 9 Desember 1994 ini adalah alumni SMP Negeri 1 Ubud. Ia mengaku sudah menyukai seni tari sejak taman kanak-kanak. Karena itu tak berlebihan kalau ia mengibarkan cita-cita menjadi penari profesional yang sukses. Ia berterimakasih kepada para guru di SMPN 1 Ubud dan SMAN 1 Ubud yang telah bekerja keras mengembangkan bakatnya. ”Saya sangat senang bersekolah di SMAN 1 Ubud karena sekolah ini adalah sekolah incaran dan keseniannya sangat menonjol. Para gurunya sangat ramah dan tidak mengekang para siswa, terutama untuk berkreasi,” ujar Desiani.

Sedangkan Kadek Wira Dika Saskara adalah siswa Kelas XII IPA putra dari pasangan Drs. I Wayan Darmika dan Ni Made Sutrini, SH. Warga Banjar Silakarang Singapadu Kaler Sukawati kelahiran Denpasar 5 Oktober 1995 ini bercita-cita menjadi entrepreneur yang sukses. Ditanya tentang kesannya terhadap SMAN 1 Ubud ia mengatakan sangat luar biasa. ”Selama sekolah di SMAN 1 Ubud sangat luar biasa karena di sini saya banyak mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga. Para gurunya sangat baik dan selalu memberikan motivasi agar para siswa-siswinya berprestasi,” ujarnya.

Lalu apa pendapat Desi dan Dika tentang Ujian Nasional yang akan digelar April 2012 mendatang? Menurut Desi, ujian nasional tahun-tahun belakangan ini sudah semakin baik namun masih ada sosal yang bocor. Meskipun masih di kelas XI namun dirinya mengaku terus melakukan persiapan agar bila tiba saatnya tidak kelabakan lagi. Dan bagi Dika yang sebentar lagi akan Ujian Pemantapan dan Ujian Nasional, kata dia, ujian nasional hanya menghabiskan banyak anggaran negara dan nilai yang didapatkan biasanya tidak murni dari usaha diri sendiri. Jadi ujian nasional kurang efisien.

Tentang kaum remaja masa kini Desi berpendapat para remaja sekarang memiliki banyak talenta dan banyak yang menoreh prestasi. Namun tidak semua remaja mempunyai daya saing tinggi untuk berprestasi. Jadi harus dipacu terus agar mereka mau berprestasi. Sedangkan Dika mengatakan kaum remaja masa kini sangat memprihatinkan terlihat dari moral banyak remaja saat ini sudah mulai melupakan empat pilar kebangsaan yaitu pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Jadi perlu pendidikan karakter.

Tentang pengalaman keduanya mengikuti ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Makasar, mereka mengatakan festival dan lomba tersebut benar-benar sangat positif karena mengumpulkan sekitar 1.500 pelajar tingkat sekolah dasar sampai SMA dari seluruh Indonesia. “Benar-benar FLS2N di Makasar itu seperti Indonesia mini dan selama sepekan nasionalisme Indonesia benar-benar sangat terasa,” ujar keduanya senada.