Dicari: Jurnalis Muda Pro Life

Monday, June 16th, 2014
Titik Suharyati, Sekretaris LPA Bali
Verba volant, scripta manent, kata-kata terbang tetapi tulisan tetap tinggal, demikian pepatah Latin yang menggambarkan betapa dasyatnya sebuah tulisan. Kata-kata yang diucapkan akan mudah hilang, tetapi yang engkau tulis akan tetap tertulis. Engkau boleh mati secara ragawi, namun engkau hidup karena tulisanmu.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali ingin agar anak muda Bali gemar menulis dan tulisan itu diwariskan untuk mengubah kehidupan manusia ke arah yang lebih baik. Karena itu bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bali, LPA Bali menggelar workshop Pelatihan penulisan Isu Rokok bagi Jurnalis Muda. Kegiatan ini dilaksanakan Minggu (18/5) bertempat di Hotel Grand Shanti Jalan Sudirman Denpasar Bali.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 siswa-siswi SMA se-Bali yang berbakat di bidang penulisan. Hadir sebagai nara sumber Ketua LPA Bali, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Bali, Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan dua jurnalis dari AJI Denpasar dan Majalah Tempo. Mengapa para rermaja ini dibekali dengan kemampuan menulis isu rokok?
Menurut Sekretaris LPA Bali Titik Suharyati, tujuan workshop ini adalah meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya rokok dan kawasan tanpa rokok, berbagi pengetahuan mengenai teknik pemberitaan yang efektif dalam sosialisasi KTR serta bahaya rokok dan mengeduksi siswa-siswi dalam upaya menyosialisasikan bahaya rokok melalui tulisan.

Mengapa harus melalui pelatihan penulisan isu rokok? Pepatah Latin mengatakan; Scibere scribendo discere discendo disces, engkau belajar menulis dengan menulis, engkau belajar membaca dengan membaca. Maka, dengan menuntun para remaja untuk memiliki kemampuan menuangkan pikiran, gagasan, perasaan, bahasa hati ke dalam tulisan berarti mengajar pula bagaimana para remaja itu belajar menulis dengan menulis, belajar membaca dengan membaca. Dengan kemampuan mengangkat isu rokok maka para jurnalis muda itu diperkenalkan pada sebuah gerakan Pro Life, mencintai kehidupan.

Memang banyak orang tak percaya bahwa goresan pena dapat mengubah dunia. Tetapi dunia telah membuktikan betapa dasyatnya kekuatan tulisan. Bahkan tulisan dijuluki sebagai “Via media aurea set”, jalan tengah yang adalah jalan emas. Sebuah tulisan dapat mengubah cara pikir dan cara pandang seseorang. Karena itu masa kini memerlukan para penulis yang inspiratif, imajinatif dan kreatif. Seorang penulis tidak dilahirkan, tetapi dibentuk atau dengan kata lain direkayasa sesuai dengan kemampuan dan minatnya.Omnis scriba stilum proprium habet, setiap penulis mempunyai orangnya sendiri.