Gst Ayu Made Gita Permatasari

Jegeg Bali yang Suka Tantangan
Sunday, September 15th, 2013
gita

Click to Read


Suka tantangan adalah karakter remaja bernama lengkap Gusti Ayu Made Gita Permatasari. Gadis berparas manis inipun semakin terkesan tomboy karena kegiatan ekstrakurikuler yang digelutinya selain paduan suara adalah Sispala. Tapi soal cita-cita pilihannya adalah menjadi dokter.

Lahir di Gianyar 5 Mei 1997 silam, warga Banjar Kutuh Kaja, Petulu Ubud yang merupakan alumni SMP Negeri 1 Ubud ini ternyata suka jalan-jalan, menyanyi, olahraga sepeda dan bulu tangkis. Siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Gianyar ini lahir dari paduan cinta ayah I Gusti Nyoman Arya seorang pendidik di SD 2 Peliatan dan ibu I Gusti Putu Arini yang sehari-hari bergelit sebagai seorang wirausaha.

Sejak di sekolah dasar, Gita, demikian teman-teman menyapanya, sudah mengoleksi banyak prestasi. Ia adalah juara kelas selama belajar di Sekolah Dasar dan juara umum saat menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Ubud, Juara 3 Olimpiade Matematika Kabupaten Gianyar dan tercatat sebagai siswi teladan Kabupaten Gianyar pada 2011 silam. Terakhir Gita menoreh prestasi gemilang yaitu dinobatkan sebagai Jegeg Gianyar 2013 yang kemudian menyabet gelar Jegeg Bali 2013. Tidak semua remaja dapat dengan mudah meraih gelar Jegeg Bali karena harus melalui kompetisi yang memerlukan kecerdasan, wawasan luas dan berkepribadian yang baik.

Bagi Gita, untuk menggapai suatu tujuan apapun memerlukan proses, berusaha dengan tekun dan penuh semangat. Termasuk berproses dalam merebut gelar Jegeg Pariwisata Gianyar 2013. Gita mengaku tak menyangka terpilih sebagai Jegeg dalam ajang pemilihan Jegeg Bagus Pariwisata Gianyar 2013. Pada pemilihan Jegeg Bagus tingkat Kabupaten Gianyar Gita bukan finalis yang dijagokan. Tapi setelah berproses melalui karantina dan latihan ternyata terpilih Gita mampu terpilih sebagai jegeg Gianyar menyisihkan enam finalis lainnya. Selanjutnya Gita mewakili Gianyar ke ajang Bagus Jegeg Pariwisata Provinsi Bali 2013.

Di tingkat Provinsi Bali, Gita mengikuti semua proses karantina. Malam penjurian dan malam bakat dilaksanakan di Hotel Puri Ayu 23-27 Juli 2013 lalu. Selanjutnya pada tanggal 27 Juli dilaksanakan malam final Jegeg Bagus IX di Art Center yang diikuti 9 pasang Jegeg Bagus dari delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Bali. Dan Gita pun dinobatkan sebagai Jegeg Pariwisata Provinsi Bali tahun 2013.
Atas prestasinya ini Gita tak lupa berterimakasih kepada para senior semeton Jegeg Bagus yang telah melatih dan membimbingnya baik saat mengikuti proses di Gianyar selama satu bulan maupun saat di Hotel Puri Ayu. Prestasinya ini juga berkat dukungan teman-temannya dan para guru di SMAN 1 Gianyar. ”Ini adalah kebanggan bagi Gianyar karena untuk pertama kalinya meraih Jegeg Bali,” ungkap Gita bangga.
Konon niat merebut gelar Jegeg Bali sudah muncul sejak tahun 2012 lalu. Kala itu, Gita bersama kakaknya menonton final Jegeg Bagus Bali di Art Center. Saat itu ia mengutarakan tekadnya pada Sang Kakak.”Wi, nanti Gita yang akan ada di panggung itu tahun depan,” ujarnya mengenang.

Meski sempat ingin membatalkan niat untuk ikut di ajang pemilihan Jegeg Bagus karena bertabrakan dengan jadwal ulangan umum namun karena pendaftaran diundur, Gita pun mendapat kesempatan emas. ”Aku dan kakak sama-sama mendaftar dan ikut ajang bergengsi tersebut. Sayangnya kakak gagal dan aku melanjutkan perjuangan sendiri,” ujar Gita.
Pembekalan yang berkesan bagi Gita di ajang pemilihan Jegeg Bagus Bali adalah mengenai public speaking. Baginya materi tersebut sangat dibutuhkan untuk mengasah kemampuan bicara dan memperkuat rasa percaya diri. Sebagai remaja, kita harus memiliki rasa percaya diri agar mampu bersaing dan tidak malu-malu dalam keinginan meraih cita-cita setinggi-tingginya. Selain itu, sebagai penerus bangsa para remaja juga harus bisa memfilter diri terhadap segala hal baru yang masuk. Dengan semakin luasnya akses informasi, harus dimanfaatkan secara positif. “Semasih muda jangan berhenti mencoba untuk melakukan apapun itu selagi masih bisa dilakukan. Yang penting untuk hal-hal yang positif dan membuat diri serta banyak orang bangga,” saran Gita kepada teman-teman pembaca IMOB Educare.