Hari Ari Sedunia

Memperingati Hari Air Sedunia 2014
Monday, March 24th, 2014
h5

Banjir melanda di semua pelosok negeri kita. Jakarta, Ibukota Negara Indonesia direndam banjir dan Kota Menado disapu banjir bandang menyebabkan kerugian baik secara material maupun korban jiwa. Maka sangat pantas bila kita merenung “air dan energi” di Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret.

Hari Air Sedunia dicanangkan 22 Maret 1993 dalam pertemuan umum PBB. Sejak 1994 Hari Air Sedunia diperingati dengan tema-tema yang mengangkat isu universal. Untuk tahun 2014 ini tema atau isu yang diangkat adalah “Air dan Energi” dalam rangka mengatasi ketidakadilan, terutama untuk masyarakat kelas rendah yang tinggal di daerah kumuh dan daerah pedesaan miskin yang bertahan hidup tanpa akses ke air minum yang aman, sanitasi yang memadai, cukup makanan dan pelayanan energi.

Tema “Air dan Energi” bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan kebijakan dan kerangka kerja lintas sektoral yang dijembatani oleh kementerian dan sektor, membuat kebijakan untuk keamanan energi dan penggunaan air yang berkelanjutan dalam kerangka ekonomi yang berwawasan lingkungan (green economi). Perhatian khusus diarahkan kepada identifikasi masalah-masalah dan solusi yang dapat membuat penggunaan air dan energi secara hemat serta mewujudkan industri yang ramah terhadap lingkungan.

Peringatan Hari Air Sedunia 2014 bertujuan; Pertama, untuk meningkatkan kesadaran akan keterkaitan antara air dan energy. Kedua, berkontribusi pada dialog kebijakan yang berfokus pada berbagai isu yang berkaitan dengan air dan energy. Ketiga, melalui studi kasus menunjukkan kepada para pembuat keputusan di sektor energi dan pengelolaan air bahwa pendekatan terintegrasi dan solusi untuk masalah air dan energi dapat mencapai dampak ekonomi dan sosial yang lebih besar. Keempat,mengidentifikasi perumusan kebijakan dan isu-isu kapasitas pembangunan di mana PBB melalui UN-Water dapat memberikan kontribusi yang signifikan. Kelima, mengidentifikasi kunci pemangku kepentingan yang terkait air dan energi untuk secara aktif melibatkan mereka dalam pengembangan keberlangsungan pengeloaan air dan energi. Keenam, berkontribusi secara relevan melalui diskusi yang terkait dengan masalah air dan energi hingga menjelang tahun 2015.

Sejak tahun 1994 Peringatan Hari Air Sedunia mengangkat isu-isu global yang bertujuan untuk menyadarkan umat manusia betapa pentingnya air bagi kehidupan. Tahun 2012, Air dan Keamanan Makanan: Dunia Haus karena Kita lapar, 2011:Air Untuk Kota-Kota: Menyikapi Tantangan Perkotaan. 2010: Air Bersih Untuk Sebuah Dunia yang Sehat, 2009: Transportasi Air, 2008: Sanitasi dan 2007: Menundukkan Kekurangan Air.

Selanjutnya Tahun 2006: Air dan Budaya, 2005: Air dan Kehidupan 2005-2015, Tahun 2004: Air dan Bencana, 2003: Air untuk Masa Mendatang dan 2002: Air untuk Pembangunan.2001: Air untuk Kesehatan, 2000: Air untuk Abad 21, Tahun 1999: Hidup Semua Orang Menuju ke Hilir dan 1998: Airtanah Sumber yang tak Telihat. 1997: Air Dunia: Apakah Cukup?, 1996: Air Untuk Kota Kota yang Kehausan, 1995: Air dan Perempuan dan 1994: Peduli pada Sumber Air adalah Kepentingan Semua Pihak.

Bagaimana masalah air di Bali? Menurut mantan Kepala UPT Laboratorium Lingkungan BLH Provinsi Bali Drs. I Gede Suarjana, M.Si di Bali sudah ada indikasi pencemaran air (BOD, COD, Phosphat, Nitrat, Deterjen & Total Coliform) dan penurunan debit air. Ada sepuluh sungai yang selama ini masih menjadi tempat untuk mandi dan kebutuhan lain di Bali telah positif tercemar berbagai jenis limbah sehingga telah mengalami penurunan kualitas. Kesepuluh sungai yang tercemar tersebut, yakni Tukad Badung, Tukad Mati, Tukad Ayung, Tukad Jinah, Tukad Pakerisan, Tukad Unda, Tukad Sangsang, Tukad Saba, Tukad Bubuh, dan Tukad Sungi. Dari sepuluh sungai yang tercemar Tukad Mati paling parah, karena beban limbah diselesaikan oleh limbah itu sendiri.