I Kadek Suwantara

Si Penyuka Hairdo Sarat Prestasi
Sunday, October 13th, 2013
I Kadek Suwantara

Click to Read


Siswa kelas XII Restoran SMK Negeri 5 Denpasar ini akrab disapa Sugi oleh teman-temannya. Remaja kelahiran Br Kutuh Sayan Ubud Gianyar 13 Februari 1997 ini menyandang nama lengkap I Kadek Suwantara. Di SMKN 5 ia memilih jurusan tata boga tetapi juga menggeluti dunia make up dan hairdo rias pengantin Bali. 

Sederet prestasi pernah diraih oleh Sugi antara lain Duta Endek Kota Denpasar 2012, finalis 10 besar teruna Denpasar 2013, dan juara 1 lomba Jegeg Bagus HUT Skanema 2013. Prestasi lainnya, juara 2 lomba busana ke pura Por­senijar tingkat SMA/SMK Kota Denpasar 2013, juara 1 lomba florist dalam rangka book fair Denpasar 2013 tingkat SMA/SMK se-kota Denpasar. Dan teranyar Sugi meraih prestasi juara 1 lomba restaurant service tingkat Kota Denpasar 2013, juara 1 lomba restaurant service (LKS) dalam lomba kompetensi siswa tingkat provinsi Bali 2013 serta akan mewakili Bali di ajang lomba kompetensi siswa tingkat nasional Mei 2014 tahun depan.
Soal hobi, Sugi mengaku suka membaca kisah misterius dan make up serta hairdo rias pengantin Bali. Sugi pernah mengikuti lomba kompetensi siswa tata busana dan diharuskan untuk merias diri sendiri. Dari situlah ia belajar dari seorang guru seni di sekolahnya dan semakin menyukai dunia hairdo. Sugi juga menambah wawasannya dengan belajar dari youtube.

Alumni SMP Negeri 2 Ubud lulusan tahun 2011 ini mengaku memilih jurusan tata boga karena orangtuanya bergelut di dunia pariwisata. Ayahnya I Wayan Reja adalah guide di Four Season Hotel Ubud sedangkan ibunya Ni Ketut Jane Wangi adalah cook di sebuah restoran ‘Café Vespa’ Ubud. Tak heran jika Sugi juga me­ngaku paling enjoy saat mengikuti lomba restaurant service. Pada prestasi teranyar itu, Sugi berkesempatan untuk mengharumkan nama SMKN 5 di ajang nasional karena selama ini sekolahnya belum pernah tembus ke tingkat nasional. Sugi bertekad untuk menyiapkan diri sebaik mungkin agar merebut juara tingkat nasional demi mengharumkan nama sekolahnya dan memberikan kebanggaan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi para guru dan tentu saja orangtua. Ia mengaku sangat menaruh hormat pada guru yang telah melatihnya I Gede Sudiarta,S.Pd.
Dalam meraih prestasi, menurut Sugi dukungan sekolah sangat tinggi dan serius. Pelatih bersama kelompok Boga benar-benar bekerja ekstra dalam memberikan pelatihan sehingga dirinya bisa meraih hasil yang memuaskan. Karenanya Sugi mengaku sangat beruntung bisa sekolah di SMKN 5 Denpasar. Guru-gurunya ramah dan baik hati serta teman-teman yang saling mendukung. Sugi mengaku sangat bangga menjadi anak SKANEMA. Ia berharap adik-adik kelas dapat melanjutkan prestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Pendapatnya tentang pergaulan remaja masa kini yang terkesan bebas, Sugi mengatakan tidak semua remaja itu buruk. Masih ada remaja yang baik dan berprestasi meskipun ada yang melakukan hal-hal negatif seperti ugal-ugalan di jalan, mabuk dan lain-lain yang merusak diri dan membunuh karakter kaum remaja. Ia mensinyalir penyebabnya adalah lingkungan keluarga yang tak harmonis sebab keluarga sangat menentukan bagaimana pribadi anak berkembang. Ia berharap dirinya jangan sampai jatuh ke dalam perbuatan yang negatif dan bertekad untuk menjaga nama dan martabat kedua orangtua yang sangat dicintainya. Sugi mengaku ingin meraih masa depan yang gemilang dan karena itu ia harus menjauhkan hal-hal yang merusak dirinya.

Ditanya cita-cita, Sugi menjawab ingin menjadi guru bahasa Inggris karena itu sudah merupakan cita-cita sejak kecil dan orangtua sangat mendukung. Bagi Sugi menjadi guru adalah pe­kerjaan sangat mulia karena bisa membagi ilmu kepada sesama anak bangsa. Dengan membagi ilmu kepada sesama anak bangsa, cita-cita generasi emas bisa tercapai. Sugi mengatakan Indonesia perlu sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global dan guru sangat menentukan.
Dalam pandangan Sugi, guru adalah pelita ilmu dan menjadi guru bahasa Inggris semakin dibutuhkan ditengah makin majunya industri pariwisata. Guru mendidik generasi muda untuk me­neruskan cita-cita bangsa. Dan tentang peringatan hari sumpah pemuda tanggal 28 Oktober, Sugi mengatakan dengan semangat sumpah pemuda maka para pemuda Indonesia harus lebih giat dalam menempa diri dan menguasai berbagai bidang ilmu. De­ngan demikian bangsa Indonesia akan diakui dan disegani di dunia internasional.