I Nym ‘Agus’ Santika Ardiana dan AA Ayu ‘Tara’gita Putri

Pasangan Paskibraka Nasional 2010 dari Bali
Monday, August 8th, 2011

 

paskibraka
Ada sebuah tradisi unik dari semua Provinsi di Indonesia dalam menyambut 17 Agustus setiap tahunnya yakni mengirimkan putra dan putri terbaiknya untuk menjadi Paskibraka Nasional di Istana Negara.

 

Mereka akan bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka Merah Putih disaksikan seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali Presiden Republik Indonesia. Sudah dipastikan semua siswa dari Sabang sampai Merauke sangat mengidamkan kesempatan tersebut.Hal yang sama terjadi pada Taragita Putri dan Agus Santika Ardiana. Mereka pernah terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2010 lalu mewakili Provinsi Bali. Keduanya mengaku sangat beruntung karena bisa merasakan hikmatnya suasana pengibaran bendera merah putih yang biasanya hanya bisa dilihat di televisi.

Menurut Agus Santika HUT Proklamasi Kemerdekaan RI menandakan adanya semangat nasionalisme. Tak hanya itu, hal ini juga bisa memperlihatkan kebersamaan yang sesungguhnya. Putra pasangan I Made Suardi dan Ni Made Susanti ini berasal dari SMAN 1 Kuta. “Sebuah kebanggaan tersendiri bisa menjadi wakil sekolah dan Bali di event bergengsi seperti ini”, ujarnya kepada Imob Educare. Secara tidak langsung hal ini memberikan imbas yang sangat mendalam bagi alumni SMPN 1 Kuta ini. Agus menjadi lebih percaya diri daripada sebelumnya. Siswa Kelas XII IPA ini sangat senang karena ketika karantina membuatnya memiliki banyak teman. Teman yang sangat beragam baik dari sifat, logat dan keberagaman masing-masing yang membuat lebih berwarna.

Ketua Osis SMAN 1 Kuta ini pernah mendapat predikat sebagai juara 1 ganda bulutangkis dan juara 2 tunggal putra PORSENI Bali tahun 2009 serta juara 2 ganda putra dan juara 3 tunggal putra bulutangkis tahun 2010, Paskibraka kabupaten badung sebagai pembentang tahun 2009. Pantaslah kini postur tubuh Agus sangat sesuai untuk mewakili Bali menjadi Paskibraka Nasional. Apalagi di Tahun 2010 kemarin Agus ditugasi posisi penting yakni sebagai pengerek bendera Merah Putih.

Tak berbeda dengan Agus, hal serupa juga dirasakan Taragita Putri atau yang akrab di panggil Tara ini. Hari Kemerdekaan dipandangnya sebagai Ulang Tahun Nasional yang harus dirayakan penuh dengan penghayatan.Putri dari pasangan A.A Ngurah Putrawan dan Sri Murdiati ini sangat termotivasi setelah mengikuti event akbar itu. Wakil dari SMA Kristen Harapan Denpasar ini senang karena memiliki teman-teman baru. Ketika Karantina alumni SMPK St. Joseph ini mengalami kejadian unik karena perbedaan bahasa karena sekamar dengan wakil dari Sumatra Utara dan Kalimantan Selatan. Alhasil pilihan terakhir yang mereka ambil untuk berkomunikasi yakni bahasa isyarat. “Disana kita bisa melihat bendera yang asli bukan duplikasi yang seperti kita lihat sendiri, yang dijahit sendiri oleh Ibu Fatmawati. Zaman yang sangat berbeda benar-benar terasa saat itu” ujar Tara.

Soal rasa nasionalisme di kalangan kaum muda, Tara mengaku cukup prihatin. Kata dia, saat ini, banyak orang yang belum lancar melafalkan pancasila. Hal sama juga diungkapkan Agus. Kata dia, saat ini banyak yang rasa nasionalismenya kurang, susah untuk serius. Kini yang bisa dilakukan Agus untuk sementara ini membagikan apa ia rasakan selama ini. Saat ini Agus Santika dan Tara Gita tercatat sebagai anggota Purna Paskibraka Indonesia dan Duta Belia Indonesia Tahun 2010. Banyak pengalaman dan kebanggaan karena telah menjadi wakil Bali di ajang nasional dan internasional. Yaz