I Nyoman Londen

“Kebodohan” yang Sukses
Monday, June 27th, 2011

 

pak londen

Kesuksesan seseorang dalam bisnis tidak diukur dari tingkat pendidikan atau kepintaran. Menjadi sukses dengan segala kehebatan tidak diperoleh begitu saja.

Semua melalui proses, dilatih dan dibangun dari kebiasaan-kebiasan yang dilakukan terus menerus. Mengalami kegagalan berkali-kali sebelum sukses, justru merupakan formula jitu membentuk pribadi tangguh. Inilah sekelumit kunci sukses I Nyoman Londen, seorang pengusaha yang juga aktif sebagai penulis dan pembicara dalam berbagai seminar.

 

Lelaki kelahiran Kintamani, Bali tahun 1963 ini menyakini kegagala adalah sebuah pendidika. Semua penemuan spektakuler yang tercipta di dunia pasti melewati berbagai macam kegagalan dan kesulitan. Kesulitan merupakan tempat terbaik bersekolah. Makin berat pelajaran yang diterima, makin berani dan rajin menghadapinya maka gelr sukses pasti bisa diraih. Dalam hal ini harus kuat tekad dan keyakinan diri.

Penulis buku berjudul Orang “Bodoh” lebih Cepat Sukses ini memaparkan, kegagalan “bodoh” biasanya terjadi karena kesalahan “pintar” yang biasa dilakukan para pebisnis “pintar” yang justru menghambat bisnis. Kebanyakan orang pintar lebih lambat terjun ke dunia bisnis dibandingkan orang “bodoh”. Mengapa? Karena orang pintar memiliki banyak pertimbangan dan pemikiran sebelum melakukan berbagai hal tak terkecuali dalam berbisnis.

Pemilik bisnis waralaba Edola Burger yang bertekad membangun Bali melalui entrepreneur ini, tidak ingin melihat orang lain terlalu banyak melalui kegagalan. Baginya, kegagalan dapat dipelajari dan dikurangi meskipun tidak dapat ditiadakan. Kegagalan membuat seseorang mengetahui kesalahan yang sudah dilakukan. Kegagalan akan berkualitas jika mampu mengolah kesalahan menjadi kunci sukses. Pengusaha bijak pun mengatakan, makin banyak kegagalan akan makin cepat menuju sukses.

Beberapa jenis kesalahan yang kerap dilakukan sebelum memulai bisnis seperti terlalu banyak ide. Ide sangat penting tapi jika tidak diwujudkan sama dengan gagal. Hal ini sama artinya tidak memiliki keberanian memulai. Kesalahan kedua pun sudah dilakukan. Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibandingkan orang “pintar”. Kenapa? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang. Sebaliknya, orang “pintar” terlalu banyak pertimbangan. Kesalahan lainnya yaitu berpikir negatif sebelum memulai. Hal ini akan berdampak sangat fatal untuk mulai berbisnis. Kembangkan pikiran positif karena akan menghasilkan perkataan dan perbuatan yang positif.

Sedangkan kesalahan yang kerap dilakukan stelah berbisnis antara lain, semua mau dikerjakan sendiri, miskin pengetahuan pemasaran dan penjualan, tidak fokus dan tidak tahu prioritas. Setelah sukses ada kesalahan yang sering kali tanpa disadari dilakukan yang bersifat sangat esensial yaitu melupakan Tuhan, lupa berdoa dan lupa lingkungan sekitar.

Apapun bidang pekerjaan yang dipilih,moral-etika harus dijunjung tinggi. Hanya dengan integritas kuat, jenjang karir dan kesuksesan pasti bisa diraih. Berpikirlah sukses karena keyakinan diri mutlak dibutuhkan untuk meraih kesuksesan. Sukses milik semua orang!