I Wayan Didik Prayoga

Ketua OSIS yang Bercita-Cita Jadi Polisi
Wednesday, February 26th, 2014
Berobsesi masuk Akademi Kepolisian agar bisa mengabdi kepada bangsa melalui profesi polisi, itulah cita-cita dari I Wayan Didik Prayoga atau akrab disapa Didik ini. Siswa Kelas XI/IPA 1 SMAN 1 Sukawati yang mempunyai hobi olahraga dan berorga­nisasi ini didaulat oleh teman-temannya sebagai Ketua OSIS periode 2013-2014. Didik berprinsip, lebih baik melakukan sesuatu yang kecil tapi hasilnya besar daripada melakukan sesuatu yang besar tapi hasilnya kecil.

Putra pertama dari dua bersaudara pasangan I Made Sugita dan Ni Wayan Magawaty yang berprofesi wiraswasta ini lahir di Gianyar 2 Januari 1998 silam. Menyelesaikan pendidikan di SDN 2 Guwang dan SMPN 1 Sukawati Didik memilih SMAN 1 Sukawati sebagai sekolah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi polisi negara. Remaja yang sempat menoreh sejumlah prestasi akademik dan non akademik ini juga pernah sebagai anggota Sekib Berbangsa dan Bela Negara.
Soal prestasi, Didik pernah tercatat sebagai Juata I lomba pionering Pandu Trisma CUP XXVII, Juara 3 umum Taksaha se-Bali bersama Ambalan Bima Drupadi, Juara I Lomba LKBB se-Kabupaten Gianyar dan pada HUT Kemerdekaan RI 2013 lalu Didik adalah salah satu anggota Paskibraka Kabupaten Gianyar. Didik mengaku prestasi yang diraihnya ini membuatnya bangga namun ia bertekad untuk terus menoreh prestasi di waktu-waktu mendatang.

Ditanya tentang kesannya sekolah di SMAN 1 Sukawati Didik mengatakan sungguh bangga bisa menginjakkan kaki dan menuntut ilmu di SMAN 1 Sukawati. Di matanya SMAN 1 Sukawati memiliki banyak potensi di masa mendatang. Guru-guru di SMAN Sukawati profesional dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bahkan para guru dianggapnya sebagai orang tua di sekolah yang selalu siap menerima keluh kesah.

Tentang kurikulum 2013 Didik berpendapat sangat baik dan perlu didukung karena kurikulum adalah pedoman pembelajaran di sekolah dan sejak awal siswa sudah diarahkan untuk memilih program sesuai minat, bukan karena paksaan atau berpedoman pada nilai. Soal tawuran antar pelajar seperti yang terjadi akhir-akhir ini Didik mengaku sangat miris. Siswa yang seharusnya “berperang” dengan pelajaran di kelas dengan segala inovasinya justru berperang di jalanan sampai menimbulkan korban jiwa.

Lebih lanjut Didik menuturkan, soal minat belajar remaja masa kini masih lemah, mungkin mereka masih berpandangan belajar atau tidak belajar sama saja akibat sistem yang diterapkan membosankan atau kurang menarik. Dan tentang ujian nasional Didik menegaskan Ujian Nasional terkesan hanya formalitas saja. Ujian nasional dengan sistem 20 paket itu tidak efektif karena hasilnya sama saja, lebih baik mengadakan evaluasi secara menyeluruh daripada evaluasi yang sifatnya formalitas saja.

Didik bertekad tahun 2014 yang adalah tahun kuda ini untuk menggapai apa yang belum dicapainya terutama prestasi pribadi maupun prestasi yang mengharumkan nama SMAN 1 Sukawati. Baginya tahun 2014 ingin lebih membanggakan orangtuanya yang justru menjadi motivasinya untuk terus maju. Didik titip pesan untuk sesama siswa, jalankan kewajiban sebagai seorang siswa, jangan lupakan doa, berbuatlah hal-hal yang positif dan hindarilah hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang banyak. Sukses ya Didik!  v gus