Ibnu Atho'illah

Direktur LP2B Informatika
Monday, March 24th, 2014
vhv

kemampuan dan pengetahuan Profesional Teknologi Informasi dan Telekomunikasi telah diuji dan didokumentasikan,” ungkapnya.
Dijelaskannya, sertifikasi profesi hanya dapat dikeluarkan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang mendapat lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Mengingat pentingnya sertifikasi ini, LP2B informatika sebagai kampus IT berbenah diri. LP2B Informatika saat ini sedang membangun LSP dengan standar sertifikasi yang mengacu pada standar sertifikasi profesi negara Australia. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan tenaga kerja global. “Standar Sertifikasi Nasional yang dimiliki Indonesia sebenarnya sudah bisa digunakan untuk tingkat Asia. Tapi kami ingin lebih maju lagi dengan mengadopsi milik Australia. Standar yang digunakan oleh Australia telah diterima di Eropa dan Amerika. Jadi dapat dikatakan nilai jual lulusannya bisa ke Eropa dan Amerika. Dengan begitu peluang kerja bagi lulusan kami makin luas,” jelasnya.

Saat ini LP2B Informatika menjadi satu-satunya lembaga di Bali yang mempersiapkan LSP untuk tenaga IT. Dengan memiliki LSP, para lulusan nantinya akan mendapatkan sertifikasi profesi tanpa harus bingung mencari sertifikasi ke LSP di daerah lain lagi.  Sertifikat profesi ini akan memberikan kredibilitas bagi pemegangnya sehingga membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan, meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja, serta meningkatkan kompetensi dengan tenaga-tenaga TI dari mancanegara. “Sertifikasi IT bertaraf internasional menunjukkan para Professional Teknologi Informasi memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat dibuktikan. Jadi para lulusan dapat bersaing secara global dan sertifikat ini nantinya dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di luar negeri,” ungkap Ibnu.
Selain mempersiapkan LSP, pada 5 Maret lalu bertepatan dengan HUT ke 15 LP2B Bali, LP2B Informatika melaunching gedung barunya di Jalan By Pass Dharma Giri Gianyar. Tentunya lokasi ini akan memudahkan lulusan SMA/SMK wilayah Bali Timur untuk menjadikannya sebagai pilihan melanjutkan pendidikan. Fasilitas kuliahnya juga tidak kalah dibandingkan kampus TI di Denpasar.

Kampus baru LP2B Informatika yang dibangun dengan desain futuristik dan elegan itu terdiri dari 8 ruang kelas, 2 lab komputer dan 1 ruang perpustakaan. Kenyamanan serta kualitas menjadi hal yang sangat diperhatikan. Teknologi yang digunakan adalah teknologi yang mutahir seperti n-computing, dan Raspberry. Teknologi n-computing merupakan teknologi yang masih relatif baru di Indonesia, bahkan di dunia. n-computing adalah sistem jaringan komputer dengan satu CPU yang bisa diakses oleh banyak monitor tanpa mengurangi atau membagi kekuatan dari prosesor tersebut. “Karena hanya menggunakan satu buah CPU, maka CPU dengan spesifikasi terbaik yang digunakan. Jadi biaya jaringan computer ini jauh lebih murah dan hemat energi dibandingkan perangkat komputer yang umum saat ini. Meski diakses banyak user dengan monitor masing-masing, kecepatan akses tiap user akan sama persis. Jaringan kabelnya dapat mencapai 1000 MBps, dan dapat mengakses data dalam jumlah besar. Selain itu, karena ini teknologi baru, hanya beberapa universitas saja yang sudah menggunakannya,” ungkap pria kelahiran Pasuruan, 20 Agustus 1975 itu.

Lalu apa itu Raspberry? Ibnu menjelaskan bahwa Raspberry merupakan komputer mini ini dioperasikan dengan sistem linux. “Raspberry juga teknologi baru yang digandrungi oleh orang-orang yang bergerak di bidang robotika karena ukurannya yang kecil membuatnya efisien digunakan untuk mengendalikan robot,” imbuhnya.

Dengan fasilitas pendidikan yang selalu dijaganya, LP2B juga selalu menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang berekonomi lemah. Ibnu menegaskan bahwa beasiswa diberikan agar mereka turut berkontribusi menjadi tenaga kerja yang handal didasari oleh pendidikan yang bermutu pula. Mahasiswa LP2B Informatika juga dibekali pendidikan karakter untuk menjadi wirausaha. Dengan menjadi tenaga kerja handal ataupun berwirausaha, diharapkan mereka mampu memperbaiki kemampuan ekonominya dan tingkat ekonomi Gianyar dan Bali pada umumnya.