Ketut Anidya Wahyuni

Antara Model, Pramugari dan Guru
Wednesday, September 5th, 2012

 

anidya
Memiliki cita-cita dan harapan masa depan memang tidak mutlak akan memberi jaminan dapat diwujudkan. Tetapi dengan memilikinya akan membuat kita terus menerus terdorong untuk mencapainya. Dorongan inilah yang seringkali membuat seseorang sampai di tempat tertentu yang nilainya sama atau wujudnya sama atau lebih baik dari cita-cita dan harapannya.

 

Nah, teman kita Ketut Anidya Wahyuni yang bercita-cita menjadi model, pramugari dan guru tentu tidak mutlak akan memberi jaminan dapat diwujudkan. Tapi ia sudah punya cita-cita menjadi model, profesi yang saat ini cukup menjanjikan secara ekonomis. Banyak yang menjadi top sebagai artis berawal dari profesi sebagai model. Teman kita Nindya pun bercita-cita menjadi pramugari, profesi yang banyak digeluti oleh kaum hawa karena memberikan kepuasan baik secara lahiriah maupun secara batiniah. Sedangkan profesi guru adalah profesi yang sangat mulia sehingga tak heran kalau Nindya juga bercita-cita menjadi guru.

Tiga cita-cita inilah yang mau diwujudkan oleh gadis kelahiran Bondalem 20 April 1996 bernama lengkap Ketut Anidya Wahyuni, putri pasangan Nyoman Sukana,S.Pd dan Ni Nyoman Susruti, S.Pd ini. Gadis yang kini tercatat duduk di Kelas X.2 SMA Negeri 2 Singaraja ini sejak duduk di SMP Negeri 4 Tejakula sudah menyabet sejumlah prestasi.Tapi prestasi teranyar yang diraihnya adalah Juara Truna Truni 2012 Kabupaten Buleleng. Nindya mengaku bangga bisa meraih gelar Truna Truni tingkat Kabupaten Buleleng mengingat banyak pesaing yang ikut mengincar gelar tersebut.

Warga Jalan Dauh Margi Desa Pemaron Singaraja ini mengatakan bersekolah di SMAN 2 Singaraja sungguh sangat menyenangkan karena bisa menimba banyak pengalaman baik susah maupun senang terutama dalam kebersamaan dengan teman-teman. Apa lagi para gurunya ramah, asyik, seru dan lucu, dalam arti yang sangat mendidik. Antara guru dan siswa-siswi telah terbangun komunikasi yang akrab sehingga tak ada rasa canggung dari siswa-siswi bila menanyakan berbagai kesulitan.

Meskipun Ujian Nasional masih jauh, namun Nindya mengaku harus dipersiapkan sejak masuk di kelas X sehingga bila tiba di Kelas XII sudah tak mengalami masalah dengan ujian nasional. Ia mengakui, setiap ujian nasional sesungguhnya penuh dengan rasa takut. Pengalamannya waktu ujian nasional di SMP, ia meningkatkan intensitas belajar dan tak lupa berdoa. Menurutnya belajar harus dibarengi dengan doa juga.

Lalu apa komentarnya tentang kaum muda masa kini terutama dalam mengisi kemerdekaan? Kata dia, kaum muda masa kini perlu lebih memahami etika yang berlaku sehingga dalam menjalani hidup tidak termakan oleh obsesi yang salah. Sebab kaum muda saat ini hidup dalam jalan yang penuh tantangan namun harus mampu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.