Komang Ayu Sri Widyasanthi

Banyak Pilihan Menuju Masa Depan
Tuesday, May 7th, 2013
Komang Ayu Widyasanthi

Click to Read


Banyak pilihan menuju masa depan, mau jadi novelis, menteri pertanian, atau dokter. Yang penting bagaimana menangkap peluang dan itu akan dilakukan oleh Ayu, salah satu remaja masa kini yang baru saja mengikuti ujian nasional di SMAN 2 Amlapura. Teman kita yang bernama lengkap Komang Ayu Sri Widyasanthi ini memang terkenal suka pada dunia tulis menulis.

Ayu yang lahir di Tianyar 28 Juni 1995 ini mengaku tak bisa lepas dari dunia menulis. Kecintaannya pada sastra Indonesia mendorongnya untuk terus berkreasi. Bahkan ia ingin menulis novel dengan latar belakang Muntigunung, tanah kelahirannya. ”Lewat novel aku ingin mengharumkan Muntigunung,” akunya kepada IMOB Educare.

Warga Dusun Muntigunung Desa Tianyar Barat Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem yang baru saja mengikuti ujian nasional di SMAN 2 Amlapura ini adalah putri pasangan I Made Regeg,SPd,M.Si dan Ni Made Sumerti,SPd,M.Si yang tergolong super aktif selama sekolah. Tak heran jika seabrek prestasi pun diraihnya. Gadis pemilik tinggi badan 160 cm ini menuturkan pengalamannya mengikuti ujian nasional. Katanya, ada perasaan tegang karena sempat mundur, kecewa juga. Dan soalnya, wouh, terlalu banyak pengembangan, beda jauh dengan soal tahun lalu. Katanya 20 soal, tapi ternyata lebih dari 20 soal. Yang luar biasa, ujian nasional kali ini tidak bisa nyontek, jadi kalau lulus, itu murni kerja keras para siswa-siswi.

Namun menurutnya ujian nasional dengan sistem 20 paket tidak efektif, buktinya kacau. Dengan banyak paket sebetulnya baik, namun yang bikin kesal adalah kacaunya itu. Tapi ia setuju tetap ada ujian nasional asal nilainya untuk masuk universitas, bukan untuk penentuan lulus.

Mengomentari Hari pendidikan Nasional Ayu katakan, sistem pendidikan di Indonesia harus bisa dimajukan lagi, jangan ada birokrasi yang tumpang tindih sehingga aktivitas pendidikan tidak saling menekan. Kalau soal kesannya pada SMAN 2 Amlapura, ia merasa bangga dan menyenangkan. Sekolahnya rindang, gurunya ramah dan mensuport dalam berprestasi. Lingkungan sosialnya juga bagus dan kompetitif dalam meraih prestasi.

Remaja berkulit putih ini mempunyai motto hidup bermimpi, berusaha dan dapatkan mimpi itu, jadi selalu yakin pada mimpi. Dan, sejumlah prestasi telah diraih remaja yang suka menulis ini terutama sastra. Tapi, cita-citanya malah menjadi Meteri Pertanian. Alasannya, supaya bisa mengolah lahan gersang di tanah kelahirannya menjadi sesuatu yang berguna. Dan untuk saat ini, jika lulus Ayu ingin melanjutkan ke Fakultas Kedokteran dulu.

Bagi Ayu, remaja masa kini harus bijak memanfaatkan fasili­tas yang ada. Namun pengawasan orangtua masih diperlukan karena masih banyak terjadi kenakalan remaja. Dengan pesatnya teknologi remaja harus bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Khusus hobinya menulis, Ayu mengaku bukan hanya novel yang ingin ditulisnya tapi juga mendirikan Taman Pintar di Muntigunung, kampung kelahirannya.

Ayu menyelesaikan SD Negeri 6 Tianyar Barat dan SMPN 3 Kubu. Organisasi yang pernah diikutinya adalah Wakil Ketua Osis SMP, Subsi Sastra Indonesia Osis SMAN 2 Amlapura, anggota KIR SMAN 2 Amlapura, wakil ketua dewan kerja Ambalan SMAN 2, Sekretaris 2 Dewan Kerja Cabang karangasem Gerakan Pramuka dan anggota STT Giri Sentana.

Prestasi, akademik dan non akademik? Benar-benar seabrek, kalau dihitung sejak Sekolah Dasar. Ada sekitar 60 penghargaan yang diraihnya. Prestasi teranyar tahun 2012 antara lain juara 2 lomba menulis puisi dan cerpen tingkat provinsi, juara 1 lomba menulis cerpen Bali tingkat kabupaten, juara 2 lomba menulis cerpen Bali dalam Pesta Kesenian Bali usia 16-21 tahun tingkat kabupaten.

Selain itu ada piagam penghargaan sebagai panitia kursus pengelolaan dewan kerja tingkat kabupaten, Certificate of Participant of the National Essay Competition Scientific Atmosphere 2012 tingkat nasional, Piagam Penghargaan sebagai Peserta Lomba Jegeg Bagus Karangasem, peserta Penulisan Essay KOMPENI FISIP UI tingkat nasional dan Juara Harapan II Lomba KTI Bali Mandara serta Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali.