Kriteria Kelulusan Ujian Nasional

Thursday, February 27th, 2014
Permendikbud Nomor 97 Tahun 2013 juga mengatur tentang kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional 2014. Bagaimana kriteria kelulusan peserta didik pada Ujian Nasional 2014 mendatang?

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran, lulus Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan lulus Ujian Nasional. Khusus untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK apabila telah menyelesaikan pembelajaran dari kelas X sampai dengan kelas XII.SMA/MA yang menerapkan sistem akselerasi atau sistem kredit semester (SKS) apabila telah menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang dipersyaratkan.Untuk Program Paket C dan Program Paket C Kejuruan apabila telah menyelesaikan keseluruhan derajat kompetensi masing-masing jenjang program.

Ketentuan keikutsertaan peserta didik dari sekolah penyelenggara sistem akselerasi atau SKS diatur dalam POS UN.
Kriteria perolehan nilai baik untuk 4 (empat) kelompok mata pelajaran ditetapkan oleh satuan pendidikan. Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan untuk semua mata pelajaran ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan. Nilai Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan diperoleh dari gabungan antara nilai Ujian Sekolah/Madrasah dan rata-rata nilai rapor dengan bobot 70 persen khusus SMA/MA, SMALB semester 3 sampai semester 5 dan SMK/MAK nilai semester I sampai 5. Sedangkan Nilai Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dengan bobot 30 persen.

Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian Nasional khusus untuk SMA/MA,SMALB, SMK/MAK,Program Paket C dan Program Paket C Kejuruan adalah NA (Nilai Akhir) mata pelajaran yang diujiannasionalkan paling rendah 4,0 (empat koma nol), dan rata-rata NA dari semua mata pelajaran paling rendah 5,5 (lima koma lima). Nilai Akhir adalah gabungan Nilai Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan 40 persen dan Nilai Ujian Nasional 60 persen.

Untuk penentuan seorang peserta didik atau peserta ujian nasional lulus atau tidak lulus, khusus untuk SMA/MA, SMALB, SMK/MAK ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan guru. Sedangkan untuk Program Paket C dan Program Paket C Kejuruan ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan tutor bersama Pamong Belajar pada SKB Pembina.

Sedangkan untuk bisa mengikuti Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional adalah peserta didik telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu, memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu mulai semester I tahun pertama sampai dengan semester I tahun terakhir dan memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada Pendidikan Kesetaraan. Sedangkan persyaratan untuk peserta didik ikut Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan adalah peserta ujian harus berasal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pondok Pesantren penyelenggara program Paket dan kelompok belajar sejenis. v gus