Kriteria Siswa Penerima BSM

Krieria untuk menerima BSM
Monday, March 24th, 2014
,hj,

Para siswa SMA/SMK yang menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) harus memenuhi criteria yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Jika tidak memenuhi criteria maka siswa bersangkutan tak berhak atas bantuan siswa miskin tersebut.

Adapun kriteria siswa penerima Bantuan Sosial Beasiswa Miskin SMA/SMK adalah siswa SMA/SMK yang mempunyai keinginan kuat untuk bersekolah dan atau siswa bersangkutan berpotensi untuk dikembangkan. Siswa tersebut tercatat sebagai siswa pada satuan pendidikan pada tahun pelajaran 2013/2014 dan tahun pelajaran 2014/2015. Orang tua/walinya termasuk kategori KK Miskin atau kurang mampu. Siswa terancam putus sekolah karena kesulitan biaya. Siswa yatim, piatu atau yatim piatu. Siswa berasal dari korban musibah, kelainan fisik, korban PHK. Memiliki Surat Keterangan Miskin dari Kepala Desa setempat. Menunjukkan kerajinan dan kedisiplinan. Mentaati peraturan dan tata tertib sekolah.

Selanjutnya setiap penerima Bantuan Sosial Beasiswa Miskin SMA/SMK dipergunakan untuk meringankan peserta didik menurut kondisi siswa bersangkutan antara lain; Pembayaran iuran sekolah/iuran komite sekolah, Pembelian buku referensi dan buku teks pelajaran, Pembiayan kegiatan proses belajar mengajar. Selanjutnya pembiayaan evaluasi pembelajaran dan laporan hasil belajar siswa, Pembelian alat tulis, pakaian seragam sekolah, sepatu, tas, bahan praktikum, biaya Uji Kompetensi Keahlian (UKK), konsumsi, foto copy, serta biaya privat siswa lainnya dan transfortasi siswa dari rumah ke sekolah dan atau kegiatan pendidikan lainnya.

Bantuan Sosial Beasiswa Miskin SMA/SMK secara administrasi dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, yang pencairannya dilaksanakan 2 (dua) kali dalam setahun dengan ketentuan siswa kelas X dan kelas XI Tahun Pelajaran 2013/2014 pembayaran dilaksanakan dalam 1 (satu) kali dalam satu tahun, sedangkan siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2013/2014 pembayaran dilaksanakan satu semester (enam bulan) dan satu semester berikutnya diganti oleh siswa kelas X Tahun Pelajaran 2014/2015.

Kelengkapan administrasi BSM sebagai berikut; Kwitansi yang ditandatangani oleh Kepala sekolah dan Bendahara, Pakta Integritas yang ditandatangani oleh kepala sekolah, mengetahui ketua komite sekolah, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Penerima Bansos yang ditandatangani oleh kepala sekolah, mengetahui Komite sekolah dan Surat Kuasa dari perwakilan siswa penerima dana bansos beasiswa miskin kepada kepala sekolah. Selanjutnya; Surat Pernyataan penyaluran dana bansos dari pihak penerima (sekolah) kepada penerima dana bansos (siswa) yang ditandatangani oleh kepala sekolah, mengetahui ketua komite sekolah, Surat Pernyataan Tanggung Jawab secara administrasi yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali dan Daftar nama siswa penerima bantuan sosial beasiswa miskin SMA/SMK yang sudah ditandatangani oleh siswa penerima bantuan, dan ditandatangani oleh kepala sekolah.
Penyaluran dana bansos beasiswa miskin SMA/SMK kepada siswa penerima bantuan Beasiswa Miskin SMA/SMK dengan ketentuan sebagai berikut; Terdaftar dalam Surat Keputusan Gubernur Bali sebagai penerima bantuan. Siswa penerima dana bansos beasiswa miskin memiliki Kartu Beasiswa Miskin tahun 2014 yang dicetak oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali.

Hak Siswa Penerima Bantuan dan kewajiban Siswa serta sangsi; Siswa yang telah tercatat dalam Surat Keputusan Gubernur Bali adalah siswa SMA/SMK sebagai penerima Bantuan Beasiswa Miskin SMA/SMK berhak menerima bantuan sesuai dengan nilai yang tertera dalam Lampiran Keputusan Gubernur Bali. Siswa penerima bantuan wajib menggunakan dana beasiswa miskin dimaksud untuk membiayai kebutuhan pendidikan dan membuat laporan secara tertulis kepada Kepala Sekolah dan diketahui oleh orang tua/wali murid. Apabila dalam pelaksanaan penyaluran beasiswa, penerima Beasiswa Miskin SMA/SMK terbukti secara sah melakukan kekeliruan/kesalahan/kesengajaan dalam melaksanakan program dan pengelolaan keuangan yang merugikan Negara maka Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali (selaku pemberi bantuan) memberikan peringatan/teguran secara lisan atau tertulis kepada satuan pendidikan.

Pengawasan terhadap BSM dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota ke satuan pendidikan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan pengelolaan penerima Beasiswa Miskin SMA/SMK, maka satuan pendidikan diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban bantuan sosial beasiswa miskin SMA/SMK pertanggal 31 Desember 2014 kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali.