Kurikulum 2013

Demi Kejayaan Indonesia 2045
Tuesday, June 17th, 2014
pejabat
Hal penting yang juga mendapat perhatian dari Mendikbud Mohammad Nuh adalah pentingnya semua pemangku pendidikan menyukseskan kurikulum 2013. Mendikbud katakan pemberlakuan kurikulum 2013 bertujuan untuk menciptakan generasi emas agar mampu membangun peradaban Indonesia yang unggul menuju kejayaan Indonesia 2045.

Mendikbud mengajak para guru dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan implementasi kurikulum 2013. Kata dia, melalui kurikulum 2013 anak-anak akan memiliki kompetensi secara utuh yang mencakup sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Ini dilakukan dalam rangka menyiapkan generasi emas yaitu generasi yang kreatif, inovatif, produktif, mampu berpikir Orde Tinggi, berkarakter serta cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Dengan generasi emas itulah terbangun peradaban Indonesia yang unggul menuju kejayaan Indonesia 2045.

Gubernur Bali menyalami para pejabat usai apel bendera
Tak lupa pula Mendikbud mengakui bahwa masih ada banyak pekerjaan, agenda dan persoalan yang harus diselesaikan di tahun-tahun mendatang. Mendikbud mengatakan semua pihak pasti berkeinginan agar program-program yang baik dipertahankan, diteruskan dan ditingkatkan. Namun program-program yang kurang baik harus ditinjau ulang keberlanjutannya untuk disempurnakan agar menjadi program yang jauh lebih baik dan bermanfaat.

Seperti diketahui pada Oktober 2014 mendatang tugas Kabinet Indonesia Bersatu II akan berakhir. Menyadari hal tersebut Mendikbud dalam amanatnya juga menyinggung soal akan berakhirnya tugasnya sebagai Mendikbud. Karena itu ia berterimakasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas partisipasi, kerjasama dan perhatian yang sangat luar biasa dalam menyukseskan program yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud.

Mendikbud mengakui prestasi yang telah diraih adalah prestasi bersama. Ia juga menyadari dan memahami bahwa dalam menunaikan amanah masih banyak kekurangan dan kekhilafan.Melalui amanat yang dibacakan di seluruh Indonesia oleh para Gubernur, Bupati dan Walikota, Camat dan lain-lain Mendikbud menyampaikan permohonan maaf.