Lokakarya Budaya ’Tari Pendet Aset Budaya Bangsa’

Monday, June 27th, 2011

 

tari
BEBERAPA waktu lalu, hubungan Indonesia dengan Negara tetangga kita terdekat memanas. Selain karena masalah klaim pulau-pulau terluar milik Indonesia, Negara tetangga kita ini juga mengklaim beberapa hasil karya anak bangsa Indonesia sebagai miliknya.

 

Masyarakat Indonesia tentu masih ingat bagaimana Negara tetangga kita mengklaim batik mengklaim batik sebagai milik mereka, reog Ponorogo sebagai milik mereka, dan Tari Pendet milik anak bangsa Indonesia pun diklaim sebagai milik mereka. Pada hal semua yang diklaim itu milik bangsa Indonesia. Batik dari Jawa, Reog Ponorogo dari Jawa, Tari pendet dari Bali, semuanya milik bangsa Indonesia.

Klaim kepemilikan atas kekayaan seni budaya bangsa Indonesia yang dilakukan oleh salah satu Negara tetangga kita itu ternyata menggerakkan hati Yayasan Pendidikan & Pariwisata Ulearn International Education untuk menggelar sebuah Lokakarya Budaya bertajuk ‘Tari Pendet Aset Budaya Bangsa’. Menarik untuk disimak bahwa latar belakang digelarnya lokakarya ini adalah karena Pulau Bali sebagai salah satu provinsi di Indonesia, sangat dikenal oleh wisatawan nusantara dan manca negara akibat dari adat istiadat dan budaya penduduknya yang sangat unik sebagai pewaris langsung dari orang-orang Hindu Majapahit pada abab XIV, ketika mereka imigran ke pulau Bali. Budaya Bali yang rohnya adalah Hindu telah menjadi pegangan dan filosofi hidup masyarakat Bali yang sebagaian besar hidup dari pertanian apakah perlandangan atau persawahan. Akibat dari budaya pertanian ini, akhirnya Bali banyak melahirkan seniman-seniman karya di bidang musik, tari, pahat, dan lain-lain.

Bidang Seni tari sebagai misal, lahir dari cipta, rasa dan karsa orang Bali ketika mereka akan melakukan persembahan kepada leluhur mereka sebagai tarian persembahan. Gadisgadis menari pada awalnya hanya sebagai wujud rasa bakti kepada Hyang Widi Wasa / Tuhan Maha Esa, betapa mereka mengagumi cipataan Ilahi dan isi alam semesta. Makanya tak heran jika gerak tari Bali terinspirasi dari gerakan dan suara alam semesta.

Sebut saja Tari Pendet yang sempat diklaim oleh negeri tetangga Malaysia. Aneh memang bagaimana Tari Pendet kelihatan bentuk tubuhnya hanya dililit kain menjadi kebudayaan Malaysia yang sangat terkenal dengan muslim ketat dalam hal berpakaian. Sebenarnya Tari Pendet diciptakan oleh penarinya pertama kali di tahun 30-an sebagai tarian penyambutan tamu agung yang datang ke Bali. Sangat relevan sekali jika masalah Tari Pendet dibawa ke permukaan untuk disosialisaikan melalui lokakarya untuk membedah tuntas seluk beluk tari pendet.

Jika Yayasan Pendidikan & Pariwisata Ulearn International Education kemudian menggelar lokakarya maka sesungguhnya hal itu dilandasi oleh tujuan yang tulus dan mulia yakni; Mensosialisasikan keberadaan Tari Pendet kepada masyarakat Indonesia,Mengenal lebih detail sejarah, filosofi di balik Tari Pendet itu sendiri; Memberikan informasi bahwa Tari Pendet warisan nenek moyang Bali yang telah menjadi bagian kebudayaan Indonesia; dan Memperagakan bagaimana Tarian Pendet itu sesungguhnya.

Yayasan Pendidikan & Pariwisata Ulearn International Education tahu persis lokakarya yang dilakkan itu untuk menyasar sasaran yakni menyasar masyarakat Indonesia yang ingin tahun informasi lebih lanjut tentang TARI PENDET warisan moyang Indonesia; dan memberikan informasi kepada Generasi Muda bahwa Tari Pendet mesti dilestarikan dan didaftar sebagai hak cipta bangsa Indonesia. Dengan terlaksananya kegiatan Lokakarya ini , diharapkan menimbulkan rasa bangga dalam melestarikan Tari Pendet sebagai tarian penyambutan selamat datang kepada tamu agung di tanah air.

Yayasan Pendidikan & Pariwisata Ulearn International Education dalam menggelar Lokakarya tersebut didukung oleh Depertemen kebudayaan dan pariwisata RI. Makanya pada lokakarya tersebut Sekjen Departemen kebudayaan dan Pariwisata RI Wardiyatmo hadir mewakili Menteri Pariwisata dan kebudayaan, sekaligus sebagai bukti dukungan terhadap Yayasan Pendidikan & Pariwisata Ulearn International Education. Sekjen Depertemen Kebudayaan dan pariwisata pun sangat mendukung kegiatan yang digagas oleh Yayasan Ulearn International yang bergerak dibidang Pendidikan dan Pariwisata.

Kerena melalui peran aktif yang dilakukan oleh sebuah Yayasan Pemerintah akan sangat terbantu sebagai fasilitator bermitra kerja dalam rangka melaksanakan program kerja pemerintah agar memberi manfaat kepada masyarakat Indonesia, khususnya kalangan genersi muda Bali. Melalui Loka Karya tari pendet diselenggarakn oleh Yayasan Ulearn international Pemerintah berharap bahwa masyarakat akan mendapat informasi dan pemahaman tentang tari pendet sebagai tari penyambutan yang ditarikan oleh masyarakat Bali ketika mendapat kunjungan tamu istimewa baik dalam maupun luar negeri.

Lama sekali tari pendet menghilang dari perhatian masyarakat ketika banyaknya berkembang tarian selamat datang lainnya yang diciptakan oleh seniman Bali apakah melalui pendidikan non formal atau formal.Kita menjadi terhentak ketika sebuah stasiun TV swasta di Malaysia yang bernama Discovery menanyangkan Tari Pendet dalam iklan pariwisata Malaysia sebagai ikon Malaysia, tentu ini sebuah pelajaran yang sangat berharga jangan sampai seni budaya bangsa Indonesia diklaim oleh negara tetangga. Melalui loka karya, akan memberikan penguatan kepada masyarakat bahwa seni tari Pendet aset budaya bangsa jangan sampai menjadi milik negara lain, tentu kita akan tidak mau hal itu terjadi.

Dalam lokakarya tersebut tampil sebagai pembicara Dr. I Nyoman Carita,SST,MFE yang membawakan makalah ‘Tari pendet yang langka’ dan Hikmah Positif bagi Masyarakat Bali Terhadap Klaim Tari pendet oleh Negara Tetangga, dimoderatori oleh Drs. Nyoman Riasa,M.Ed, Culture Preservation and Tourism oleh Drs. Nyoman Riasa,M.Ed. yang dimoderatori oleh Drs. I Nyoman Kandia dan makalah Mega Trend Pariwisata Indonesia oleh Ni Nyoman Tripitasih, S.Pd, yang adalah Direktur Yayasan pendidikan dan Pariwisata Ulearn International Education.