Luh Putu 'SHINTYA' Handayani

Jalan Panjang Menuju ‘Dokter Anak’
Monday, May 23rd, 2011
shintya

Luh Putu 'Shintya' Handayani

Profesi dokter masih menjadi impian bagi banyak orang. Meskipun biaya pendidikan  terbilang mahal namun banyak yang mengejarnya. Asal memiliki latar belakang  akademik yang baik, sehat rohani dan jasmani serta memiliki dana cukup, bukan mustahil impian menjadi dokter bisa terwujud.

Teman kita yang satu ini rupanya termasuk salah satu dari yang mengejar impian menjadi dokter. Meskipun jalan masih panjang, karena sekarang ia baru duduk di Kelas XI SMAN 1 Bangli, namun impian  harus dibangun dari sekarang. Orang bilang, impian dan cita-cita  yang dipupuk dari jauh hari biasanya menjadi kenyataan. Dan dara manis yang menyandang nama Luh Putu Shintya Handayani ini ingin mewujudkan  impiannya, menjadi dokter dan lebih khusus lagi menjadi dokter anak.

Gadis kelahiran Bangli 24 Maret 1994 ini  adalah buah kasih dari pasangan I Made Karba Darmika dan Ni Wayan Mulyaningsih yang beralamat di Jalan Brigjen Ngurah Rai  Gang Rajawali Bangli yang memiliki segudang prestasi. Mau tahu prestasinya apa? Ini dia sederet prestasinya. Ketika duduk di Sekolah dasar Negeri 5 Kawan Bangli, Shintya menyabet  sedikitnya 8 gelar. Di kelas  satu  ia tercatat sebagai peringkat ke-3 di kelas, kelas 2 peringkat ke-2, kelas 3 peringkat ke-3, kelas 4 peringkat ke-3, kelas 5 peringkat ke-2 dan di kelas 6  ia meraih predikat peringkat ke-1  di kelasnya. Semasa SD dulu  Shintya juga  tercatat sebagai peraih  juara 3 lomba menyalin  aksara  Bali tingkat Kabupaten Bangli dan peserta lomba mata pelajaran  tingkat provinsi Bali di FIP IKIP Negeri Singaraja.

Prestasi  akademik dan non akademik yang diraihnya semasa SD ternyata tidak lekang  saat  duduk di bangku SMP.  Terbukti ia meraih  juara 2 umum  di Kelas IX SMP dan pernah menjabat sebagai Ketua Osis, semifinalis dalam lomba cerdas tangkas IV Pramuka Penggalang Kwartir se-Daerah Bali, peserta lomba Gema Matematika IX tingkat SMP se-Bali, peserta dalam lomba Cerdas tangkas V Pramuka Penggalang  Daerah se-Bali, peserta olimpiade MIPA bidang studi biologi  se-Bali di SMPN 1 Tabanan, peserta  olimpiade   bilogi di UNUD dan peserta  jambore KSPAN Provinsi Bali  di desa Pancasari Kecamatan Sukasada  Kabupaten  Buleleng.

Selama hampir dua tahun menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Bangli Shintya  ternyata tetap memperlihatkan  dirinya sebagai siswi yang cerdas. Beberapa prestasi di luar  sekolah pun diraihnya. Misalnya, Run-U Putri Smanichi 2009  di SMA Negeri 1 Bangli, dan peserta  lomba karya tulis ilmiah se-Bali di Univeitas Udayana. Di kelasnya, ia adalah juara umum 3 di kelas X semester 1, juara 2 di kelas XI Semester 1. Shintya juga tercatat sebagai peraih  juara 1 putra putri Sekolah Ajeg Bali se-Provinsi Bali  dan 8 besar  semifinalis Putra Putri Sekolah Ajeg Bali se-Provinsi Bali. Dan ia mengukuhkan diri  sebagai peserta lomba olimpiade  sains  Kabupaten  Bangli  bidang  biologi.

Dengan prestasi akademiknya yan cukup cemerlang ini maka tak salah kalau  ia bercita-cita menjadi dokter anak. Makanya di SMAN 1 Bangli ia benar-benar memanfaatkan waktu untuk belajar sehingga bisa meraih nilai akademik yang memenuhi syarat untuk masuk Fakultas Kedokteran. Meskipun diakuinya, selama sekolah di SMA kadang-kadang membuat kepala pusing karena banyak tugas yang menumpuk. Tapi, para gurunya memang keren, sehingga  mahir dalam  membimbing siswa-siswi untuk bisa berprestasi.

Meski Ujian Nasional bagi Shintya masih jauh, namun gadis manis ini berpendapat  Ujian Nasional memang bekin tegang namun sesungguhnya kalau dijalani dengan serius  apa lagi dengan persiapan yang matang maka  ujian nasional tidak menjadi beban bahkan terasa menjadi enteng. Apa pendapatmu tentang remaja masa kini, Shintya? Jawabnya, “Remaja masa kini umumnya acuh tak acuh terhadap lingkungan  baik di sekolah maupun  di rumah. Tapi dari beberapa teman yang sudah saya kenal meka semua baik dan memang kami fokus dalam belajar,” ujarnya menutup percakapan dengan Imob Educare.