Made Dalika Nareswari

Terpesona Sosok Kartini
Wednesday, April 10th, 2013
DELIKA
Sosok Ibu RA Kartini hingga kini tetap memesona. Sebagai pejuang emansipasi perempuan, RA Kartini adalah sosok inspiratif. Dan salah satu dari jutaan remaja Indonesia yang terpesona dengan sosok Ibu Kartini adalah Made Dalika Nareswari.

Remaja yang akrab disapa Dalika ini menyebut Ibu Kartini sebagai sosok yang pantas menjadi teladan bagi kaum perempuan. ”Ibu Kartini mengangkat gender perempuan, karena sesungguhnya tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Hak perempuan dan laki-laki sama dan sejajar terutama dalam  hak mengenyam pendidikan,” ujar siswi Kelas XII/IPA 1 SMAN 5 Denpasar ini.

Gadis kelahiran Denpasar 22 Oktober 1995 dari pasangan Karjono dan Ir. Ketut Rusmulyani,M.Pd ini boleh disebut sebagai Kartini masa kini. Berbagai prestasi gemilang pernah diraihnya. Misalnya Juara III Honda Best Student 2011, Juara II Lomba Yel-yel DSDP 2011, Juara II Lomba Iklan Radio Layanan Masyarakat 2011. Dalika juga pernah mengikuti LKTI Himagrotek Pengembangan Teknologi Pertanian di Lahan Sempit Tingkat SMA/SMK Se-Bali, Juara Harapan III Lomba Ketangkasan Baris Berbaris Tingkat SMA Negri/Swasta PPI kota Denpasar 2010, dan pernah mengikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XI tahun 2012.

Prestasi lainnya yang pernah diraih Dalika diantaranya: Juara II lomba penulisan puisi berbahasa Bali tingkat kota Denpasar tahun 2011,Pemilihan Remaja Berbudi Pekerti VII tingkat provinsi Bali sebagai finalis tahun 2011. Ia juga dinobatkan sebagai Teruni Jegeg 2 Smanela 2012 dalam rangka Roadshow pemilihan Teruna Bagus Teruni Jegeg SMA/ SMK se-kota Denpasar tahun 2012. Tidak berhenti hingga tingkat nasional, Dalika juga pernah menyabet prestasi tingkat internasional yaitu Juara Harapan I dalam Faperta Green Festival (Agriculture Project Competition) ‘’Green Innovation For Indonesia Agricultore” Bogor Agricultural University.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku menyukai sastra khususnya baca puisi. Alumni SD NO. 2 Sesetan dan SMP Negeri 6 Denpasar yang punya hobi berenang dan baca buku ini bercita-cita penjadi pejabat fungsional serta memiliki motto hidup ‘I Can Do It’. Ia berpendapat ujian nasional bukan masalah baginya karena nilai ujian nasional bukan satu-satunya penentu kelulusan. Dalika pun dengan tegas mengatakan tidak setuju jika Bahasa Bali dihapus dari kurikulum 2013 karena generasi muda Bali bisa kehilangan jati diri. Tapi kalau soal pembubaran RSBI, Dalika katakan, tak terlalu mempengaruhi sekolahnya di SMAN 5 Denpasar, bagi Dalika kualitas pendidikan yang didapat masih tetap sama.

Tentang Generasi Emas, Dalika katakan, menjadi generasi emas tergantung dari diri kaum muda itu sendiri. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja, salah satunya lingkungan dan pergaulan. Jadi generasi muda harus pandai memfilter lingkungan pergaulannya. Dikatakannya minat belajar saat ini sangat dipengaruhi oleh teknologi. Memang ada plus minusnya maka harus ada kontrol dan kesadaran dari kaum remaja memanfaatkan teknologi. Kaum remaja memang masih perlu pendampingan baik oleh sekolah maupun keluarga.

Tentang SMAN 5 Denpasar Dalika punya kesan sangat menyenangkan karena banyak hal yang memperkaya dirinya, banyak teman dan guru-guru yang memberikan motivasi. ”Terkadang kita tidak menyadari bakat kita apa, gurulah yang mengarahkan. Sekolah pun sangat mendukung siswa untuk berprestasi dengan berbagai dukungan fasilitas,” ujar Dalika. tim