Made Darmayanti Kusuma Dewi

Remaja yang Kreatif
Monday, March 24th, 2014
gyuik

Kreativitas yang tinggi dimiliki oleh remaja masa kini. Didukung dengan berbagai fasilitas yang ada saat ini, para remaja dapat mengeksplore kreativitasnya dengan berbagai kreasi memukau. Ditambah lagi kemajuan teknologi dan globalisasi, semakin beragam pula cara remaja mengeksplore bakat kreatifnya. Setiap pribadi adalah unik, artinya setiap orang memiliki pribadi masing-masing. Kreativitas dan bakat menjadi bumbu pribadi masing-masing remaja untuk menjadi pribadi yang memiliki keunikan tersendiri.

Menurut gadis cantik pemilik nama lengkap Made Darmayanti Kusuma Dewi, alangkah baiknya jika kreativitas itu diarahkan ke hal-hal yang positif bukan justru ke hal negatif. Gadis kelahiran Denpasar, 12 Agustus 1998 itu menyayangkan bila remaja masa kini menggunakan daya kreatifnya untuk hal negatif yang merugikan orang lain. Dewi, begitu remaja ini akrab disapa, tercatat sebagai siswa X MIPA 7 SMAN 3 Denpasar dengan banyak prestasi. Remaja yang tinggal di Jl. Turi Gg Giria no 70K telah dua kali menyabet Juara 1 Lomba Fragmen Baleganjur se-Kota Denpasar. Juara Harapan 3 PSR se-Kota Denpasar juga pernah diraihnya ketika masih tercatat sebagai siswa SMPN 8 Denpasar. Prestasinya di PSR berlanjut di tahun 2013 kemarin dengan menyabet Juara Harapan 3 PSR Tari Tenun se-Kota Denpasar.

Buah hati pasangan I Nyoman Santra dan Ni Made Rusmiadi ini juga berlangganan Juara Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB). Berturut-turut dari tahun 2011 meraih juara 2 LKBB yang diselenggarakan di SMA N 4 Denpasar, tahun 2012 Juara 1 LKBB Denpasar-Badung, Juara Harapan 3 LKBB PPI (Lomba Ketangkasan LKBB Purna Paskibraka Indonesia), Juara 1 LKBB se-Bali yang diselenggarakan di SMAN 5 Denpasar, dan di tahun 2013 meraih Juara Harapan 1 LKBB Denpasar-Badung.

Kesehariannya sama seperti remaja lainnya, belajar dan bersekolah. Tetapi gadis remaja yang belum genap satu tahun menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah atas ini sudah malang melintang di dunia organisasi di sekolahnya. Organisasi OSIS, Paskibraka, dan Drumband telah diikutinya semasa SMP. Dan hal itu berlanjut ke SMA dengan mengikuti organisasi Tabuh Wanita dan menjadi anggota Divisi (Osis Junior) SMAN 3 Denpasar. Selain itu ia juga ikut andil dalam ekstra tari di sekolahnya.
Sederet prestasi yang diukirnya dan keikutsertaanya dalam berbagai organisasi di sekolah adalah cara-cara positif baginya untuk mengembangkan daya kreatif dalam drinya. Dengan begitu cita-citanya menjadi pengusaha sukses tak mustahil untuk diraihnya.

Banyaknya kegiatan bermanfaat menurutnya akan mengarahkan siswa-siswa menuju hal yang positif. Masa sekolah menengah atas memberinya banyak pengalaman serta kedisiplinan yang diterapkan sekolah mendidiknya menjadi siswa yang disiplin memanfaatkan dengan hal-hal yang berguna.
Ditanya mengenai UAN, gadis itu hanya tersenyum. UAN menjadi sangat menantang saat ini, tapi menurutnya terlalu berlebihan bila harus terdiri dari 20 paket dan setiap soal serta LJUN dengan barcode.