Made Joshua Karma

Refleksi Hari Lahir Pancasila
Saturday, June 7th, 2014
Joshua
Pada 1 Juni 1945, dalam rapatnya dengan BPUPKI, Bung Karno mengusulkan nama Pancasila sebagai dasar negara. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila disahkan sebagai dasar negara. Tepat 69 tahun setelah Bung Karno mengusulkan kelima dasar negara Indonesia tersebut sebagai pedoman kehidupan berbangsa.

Meski terlihat sederhana, Pancasila memiliki makna yang dalam.“Kelima sila di dalamnya telah dirancang sedemikian rupa oleh para pendiri bangsa untuk dapat dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Yang perlu dilakukan adalah merefleksikan makna-makna tersebut dan melakoninya dimana pun dan kapan pun kita berada,” ungkap Made Joshua Karma saat diwawancara IMOB Educare tentang hari kelahiran Pancasila. Remaja bertubuh atletis itu akrab disapa Joshua dan saat ini baru saja selesai menghadapi UN jenjang SMA. Joshua saat ini tercatat sebagai siswa Kelas XII IPS 3 SMAN 1 Kuta atau sering kita kenal dengan sebutan Smansaku. Jadi tak heran ia mengetahui sejarah hari lahir Dasar Negara kita.

Joshua dikenal sebagai siswa aktif dan berlangganan juara. Buah hati pasangan Made Karma dan Katie Karma itu tahun lalu dinobatkan sebagai Juara I Jegeg Bagus Badung yang berlanjut mengikuti Jegeg Bagus Bali dan meraih Runner Up II. Sebelumnya Joshua telah mengikuti Jegeg Bagus Smansaku dan meraih Juara Runner Up 2 pada tahun yang sama. Dengan wajah yang rupawan dan tubuh yang ideal memang tak salah bila Joshua mendapat gelar juara Jegeg Bagus. Tubuhnya yang ideal itu ternyata terlatih dengan olahraga silat yang lagi-lagi membawanya menuju juara silat. Di tahun 2008, remaja kelahiran Tuban, 11 September 1996 itu meraih gelar Juara 3 dan Juara 1 Silat se-Kabupaten Badung. Selain sibuk belajar, Joshua juga aktif mengikuti kegiatan organisasi yaitu Organisasi Sispala (Siswa Pecinta Alam) dan menjadi kader budaya Bali.

Dengan prestasi yang disandangnya itu, Joshua bercita-cita ingin menjadi General Manager sebuah hotel. Bukan tidak mungkin cita-cita itu akan tercapai karena sudah ia persiapkan sejak lama.Ditanya kira-kira apa kesan Joshua selama bersekolah di Smansaku ia menjawab, sangat senang, karena banyak mendapat pengetahuan dan teman baru. Sehingga memiliki wawasan lebih. Juga dirinya mengucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu Guru yang telah memberikan ilmu dan semangat untuk para siswanya. Saat ditanya tentang UN, remaja yang saat ini tercatat sebagai warga Jalan Raya Kuta Gg Santhi no 3X dan alumni SMP Sunariloka itu menyatakan bahwa UN terlihat seperti formalitas saja karena sekarang sudah bukan UN yang menentukan kelulusan sepenuhnya.

Kemudian pendapatnya tentang kaum remaja masa kini yaitu mereka sudah mulai melupakan budaya bangsa khusunya budaya Bali dan cenderung kebarat-baratan.“Semoga saja dengan momen 1 Juni ini mereka mampu merefleksikan makna Pancasila sehingga akan lebih mencintai budaya bangsa, khususnya budaya Bali,” ungkapnya mengakhiri wawancara.