Madrasah Aliyah Negeri Mendoyo

Mendidik Insan Berkarakter Nasionalis Sejati
Monday, March 24th, 2014
huji

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mendoyo di Kabupaten Jembrana adalah sebuah sekolah menengah atas yang bertujuan mendidik para siswa agar berkarakter nasionalis sejati. Mereka yang dididik di MAN ini diharapkan tumbuh menjadi insane-insan bangsa yang nasionalis Indonesia sekaligus selalu berpijak pada moralitas agama yang dianutnya.
Demikian disampaikan Kepala MAN Mendoyo Patahul Bari,S.Ag, M.Pd saat ditemui IMOB Educare di ruang kerjanya Selasa (4/3) lalu. Karena itu, katanya, semua kegiatan belajar mengajar di MAN Mendoyo selalu diawali dengan doa bersama dan diakhiri pula dengan doa bersama. Selain kurikulum umum yang diterapkan, juga kurikulum khusus terutama yang berkaitan dengan ilmu keagamaan.

Lebih lanjut pria kelahiran Loloan Timur Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana 9 Mei 1971 ini lembaga pendidikan yang berperan sebagai pembawa perubahan MAN Mendoyo mendapat dukungan dari mayoritas masyarakat. Hal ini tak lepas dari peranannya sebagai pencetak manusia-manusia dengan kwalitas IPTEK dan IMTAQ yang handal.

Dijelaskan Patahul Bari, sebelum dinegrikan Madrasah Aliyah Negeri Mendoyo bernama Madrasah Aliyah Baitul Amilin (MABA) Mendoyo. Sekolah ini berdiri pada tahun 1988 namun pada tahun 1992 karena terjadi krisis keuangan yang menimpa pada lembaga ini maka untuk sementara waktu divakumkan. Kesulitan keuangan tersebut disebabkan karena Yayasan Baitul Amilin pada waktu itu menaungi 3 lembaga pendidikan yaitu TK. Baitul Amilin, MTs. Baitul Amilin dan MA Baitul Amilin. Namun tahun 1997 Yayasan secara tegas mengumumkan kepada masyarakat tentang pengaktifan kembali Madrasah Aliyah Baitul Amilin Mendoyo. Dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 49 tanggal 6 Maret 2009 MA Baitul Amilin Mendoyo berubah Statusnya menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mendoyo, dan diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali pada 7 Mei 2009.

Sekolah ini didirikan oleh sejumlah tokoh antara lain H. Misran (alm), Darmawi, Merahusin, H. M. Syamsuri (alm) dan M. Faesal. Para tokoh lainnya adalah H. Mansyur Ali, H.Samsul Bahri, Imam Mawardi, Dirmawan, Haridin, Hadori dan Masrin. Sebelum dinegerikan, sekolah ini dipimpin oleh Abdul Karim (1988 – 1992), Drs. Nurhadi (1997-1998), Drs. Arjiman (1998 - 1999), Amir Husin, S.Ag (1999-2000) dan Drs. Abu Siri,S.Ag,M.PdI (2000-2009). Setekah dinegerikan MAN mendoyo dipimpin oleh Drs. Abu Siri, S,Ag. M.Pd.I ( 2009-2013) dan kini dipimpin Patahul Bari, S.Ag, M.Pd.
Menurut Patahul Bari, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 15 tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Madrasah Aliyah Negeri maka tugas MAN Mendoyo adalah melaksanakan pendidikan dan pengajaran agama islam sekurang-kurangnya 30% sebagai mata pelajaran dasar, disamping pendidikan dan pengajaran umum, selama 3 tahun bagi anak-anak yang sudah dinyatakan lulus dari tingkat pendidikan MTs/SMP untuk dapat melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mendoyo.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mendoyo Kabupaten Jembrana mempunyai fungsi; Melaksanakan pendidikan tingkat menengah atas sesuai kurikulum yang berlaku, Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan bagi murid-murid, Membina hubungan kerjasama dengan orang tua murid dan masyarakat dan Melaksanakan tata usaha dan rumah tangga sekolah, perpustakaan dan laboratorium.

Sedangkan tujuan MAN Mendoyo adalah; Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, Meningkatkan pengetahuan siswa untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan kesenian yang dijiwai ajaran Agama Islam. Dan, meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan alam sekitarnya yang dijiwai ajaran Agama Islam.