Mendidik Wirausaha Bersama Bob Sadino dan Naomi Susan

Friday, June 24th, 2011

 

ulen
SABTU 6 November 2010 lalu, aula The Grand Santhi, Denpasar diwarnai tawa renyah ratusan peserta seminar menyaksikan gaya tutur Bob Sadino yang akrab disapah Om Bob. Gaya tutur yang seringkali berseberangan dengan cara berpikir dan logika bahasa yang diamini oleh banyak orang.

 

Tetapi survey telah membuktikan, Bob Sadino yang mengaku tak banyak berteori dalam berbisnis justru berhasil dalam bisnisnya. Dan itu yang dibagikan kepada para wirausaha muda maupun calon wirausaha muda di Bali. Seminar yang menghadirkan Om Bob dan pebisnis wanita Naomi Susan ini diprakarsai oleh Ni Nyoman Tripitasih,S.Pd,Direktur Ulearn International Bali. Wanita kelahiran Desa Dudeh, Kecamatan Selat Kabupaten karangasem ini ini justru tak punya latar belakang pendidikan bisnis. Bidang ilmu yang digelutinya di perguruan tinggi adalahpendidikan. Tapi jiwa entrepreuner menyala-nyala dalam hati dan itu yang membuatnya tak bisa berhenti.

Melalui wadah Ulearn Ni Nyoman Tripitasih pun menghadirkan Bob Sadinodan Naomi Susan, dua maestro bisnis Indonesia dari dua generasi yang berbeda. Dengan ciri khasnya masing-masing Om Bob dan Naomi Susan memberikan inspirasi dan motivasi bagicalon pengusaha muda di Bali agar memulai suatu usahadengan modal berani, bahkan tidak takut kalau merugi.

Bagi Ni Nyoman Tripitasih, bisa menghadirkan Bob Sadino dan Naomi Susan adalah suatu kegembiraan, sebuah kebanggaan sekaligus sumbangan dan pengabdiannya kepada masyarakat pebisnis dan calon pebisnis di Pulau Bali. Menghadirkan Bob Sadino, bagi Tripitasih sesungguhnya mengungkit kenangan lama. Bagaimana tidak, dituturkan Tripitasih, pria berambut putih dan berpenampilan nyentrik karena hanya bercelana pendek itu pernah membuatnya menangis.

Pasalnya, Om Bob pernah mengatainya ‘Goblok’ hanya karena dirinya punya konsep mau berbisnis harus melalui persiapan yang matang. Bagi Bob Sadino itu gaya bisnis orang bodoh, goblok.

Tapi, setelah itu, Tripitasih bisa menangkap makna sebenarnya dari kata goblok itu. Setelah membaca buku dan mengenal lebih dekat maka kata goblok yang diucapkan Bob bermakna mendalam dan positif, bahwa oran harus lebih berani mengambil resiko dalam berbisnis.

Resiko dalam berbisnis itu rupanya dialami langsung oleh Bob Sadino. Makanya, apa yang diucapkan, apa yang disampaikan kepada orang lain yang berniat terjun dalam bisnis adalah pengalaman yang dialami Bob Sadino sendiri. Dalam riwayat hidupnya, Bob memang pernah jatuh bangun dalam berbisnis, bahkan sempat menjadi sopir dan tukang batu. Dari kegagalan itu muncul keberhasilan. Dan itu pula pengalaman Bob Sadino.

Cara berpikir Om Bob tentang berbisnis mungkin tidak serumit orang lain yang harus sekolah dulu lalu melalui studi kelayakan, studi banding, analisis untung rugi dan sebagainya. Bisnis Bob Sadino seperti melepaskan anak panah dari busurnya, dimana berhenti, disitulah keuntungannya. Bagi Bob Sadino, ia tak peduli dengan pendidikan dan segala tetek bengeknya. Yang ia lakukan adalah memulai aksi (action) kemudian siap-siap menerima hasilnya, untung atau rugi.

Cara berpikir Bob Sadino memang berbanding terbalik dengan cara berpikir Naomi Susan. Bagi Naomi Susan, naluri bisnisnya justru tumbuh karena pendidikan. Semakin tinggi pendidikan, semakin tumbuh naluri bisnis. Kemampuan mengelola bisnis sangat ditentukan dengan tingkat pendidikan. Dengan pendidikan, orang bisa menganalisis untung rugi, menganalisis peluang usaha dan sebagainya. Cara berpikir Naomi Susan ini juga ditularkan kepada peserta seminar.

Maka tidak heran jika para peserta seminar ditawarkan dengan dua pilihan, mau berbisnis dengan cara Bob Sadino, atau mau berbisnis dengan cara Naomi Susan? Bagi Ni Nyoman Tripitasih, kedua nara sumber itu sama-sama punya kapasitas. Mereka telah memberikan sharing pengalaman nyata dalam berbisnis. Apa yang disampaikan keduanya samasama bisa menjadi panduan dalam memulai suatu usaha. Soal konsep mana yang paling sesuai dengan tuntutan jaman, berbisnis tanpa perlu pendidikan atau berbisnis dengan pendidikan, tentu hanya pelaku bisnis yang lebih tahu.Yang pasti motivasi dan inspirasi dari siapa saja termasuk dari Bob Sadino dan Naomi Susan tetaplah ada nilai tambahnya. Dalam konteks ini, menjadi tepat bila belajar berwirausaha bersama Om Bob dan Naomi Susan.Redaksi