Mendikbud Prof. Muhammad Nuh

Bangun Akses dan Kualitas Pendidikan
Tuesday, June 17th, 2014
Para siswa yang mengikuti upacara peringatan Hardiknas
Gubernur Bali I Made Mangku Pastika pada upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional Jumat (2/5) lalu berkenan membacakan amanat tertulis dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhammad Nuh. Hal penting yang ditekankan Mendikbud dalam amanatnya itu adalah pentingnya akses untuk mendapatkan layanan pendidikan dan pentingnya berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Mendikbud Mohammad Nuh dalam amanatnya itu mengharapkan agar iktiar yang terus menerus untuk memajukan dunia pendidikan yang semakin terjangkau, semakin berkualitas di seluruh jenjang pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat segera membuahkan hasil. Ia menghargai insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan yang telah menunjukkan kepedulian dan perhatian dalam memajukan dunia pendidikan.

Ditegaskan Mendikbud, tema “Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul” dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya untuk menyelesaikan atau menjawab persoalan-persoalan yang sifatnya sangat teknis dan bersifat kekinian semata melainkan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah upaya memanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul.

Menteri Muhammad Nuh menegaskan lagi, dalam dunia pendidikan ada dua hal mendasar. Pertama, akses untuk mendapatkan kemajuan pendidikan dimana akses tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan dan keterjangkauan. Beberapa kebijakan dan program seperti BOS untuk pendidikan dasar dan menengah, bantuan siswa miskin, Bidikmisi, pengiriman guru untuk daerah terpencil terdepan dan tertinggal melalui SM3T, bantuan operasional untuk perguruan tinggi negeri (BOPTN), pendirian perguruan tinggi negeri baru dan sekolah berasrama merupakan sebagian dari upaya untuk meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan. Hasilnya kenaikan angka partisipasi kasar (APK) yang cukup tinggi dan lebih inklusif terutama pada tingkat SMP/MTs, SMA/MA dan SMK serta perguruan tinggi.

Kedua, terkait dengan kualitas yang sangat dipengaruhi oleh tiga hal yakni ketersediaan dan kualitas guru, kurikulum dan sarana prasarana. Beberapa kebijakan dan program yang telah ditetapkan antara lain pendidikan dan pelatihan guru berkelanjutan, penerapan kurikulum 2013 dan rehabilitasi sekolah yang rusak baik rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan.

Mendikbud tegaskan melalui penerapan kurikulum 2013 secara bertahap dan menyeluruh tahun ajaran 2014/2015 merupakan momentum untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru, kepala sekolah dan pengawas. Selain juga merupakan momentum untuk melakukan penataan sistem perbukuan pelajaran.