MINI ENSIKLOPEDIA

Monday, March 24th, 2014
dfsaf

Nyepi Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca


Tahun lalu BMKG memaparkan hasil penelitiannya mengenai penurunan emisi gas rumah kaca pada saat Hari Raya Nyepi di Bali, dimana aktivitas manusia saat itu terhenti sama sekali.  Beberapa poin penting hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa gas rumah kaca menurun drastis dari 30% hingga 80% dibeberapa kabupaten di Bali saat Nyepi.  Palau Bali menjadi tempat yang ideal untuk penelitian ini karena Bali praktis secara geografis terisolir dan merupakan satu-satunya tempat di Dunia, dimana aktivitas manusia terhenti dalam sehari dan dilaksanakan oleh seluruh penduduk pulau.
Pengukuran di 5 titik di Bali memperlihatkan adanya penurunan CO2 sebesar 33% di Denpasar dan 80% di Negara. Demikian juga penurunan CH4.
Disampaikan juga bahwa Nyepi di Bali ini bisa mendapatkan kredit karbon karena terjadi penururan emisi karbon yg signifikan.

Energi yang Dihemat Selama Hari Raya Nyepi

Selama 24 jam Bali menyepi. Berdasarkan perhitungan PLN, realisasi KWH yang berhasil dihemat selama warga Bali tidak menyalakan lampu sejak Sabtu pukul 06.00 WITA hingga Minggu pagi pukul 06.00 WITA sebesar 1.125.719 KWH. Penggunaan BBM juga bisa dihemat sebanyak 776.624 liter.

Seluruh Pintu Masuk Bali Tutup Total Saat Nyepi

Seluruh pintu masuk ke Pulau Bali, mulai dari pelabuhan hingga bandara, akan ditutup total saat perayaan Nyepi. Pada hari raya tersebut, sesuai Catur Brata Penyepian, umat Hindu tidak boleh pergi keluar rumah. Pemprov Bali juga mengedarkan surat edaran kepada kepada 34 instansi pemerintah dan swasta. Beberapa kementerian dan direktorat jendral, juga mendapatkan tembusan surat ini.
Penutupan Bandara dan Pelabu­han akan berlangsung 24 jam. Selain pintu masuk utama Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padang Bai, dan Pelabuhan Benoa Denpasar, aktivitas di Pelabuhan-Pelabuhan khusus bongkar muat bahan bangunan seperti di Celukan Bawang, Buleleng juga ditutup.