Narkoba, Predator Pemangsa Generasi Muda

Thursday, June 5th, 2014
Para siswa SMA di Bali meminta pemerintah untuk lebih proaktif mencegah peredaran narkoba
Peredaran narkoba kini menyasar sekolah-sekolah. Ini tentu ancaman bagi generasi muda penerus cita-cita bangsa. Daya merusak narkoba yang dasyat adalah ancaman bagi kelanjutan masa depan umat manusia. Karena itu narkoba harus dihalau dari lingkungan hidup kaum muda remaja.

Dalam rangka Hari Anti Narkoba Sedunia 26 Juni, IMOB Educare mewawancarai sejumlah remaja yang masih duduk di SMA. Berikut ini pendapat mereka. Pandu Phala Sukwa Dewanti, siswi SMAN 1 Kuta Utara membenarkan narkoba kini sudah menjadi predator yang siap memangsa kaum muda. Karena itu perlu ada tindakan penyelamatan.”Tindakan penyelamatan harus dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga. Sosialisasi dan pemahaman akan hidup bagi remaja harus dilakukan dengan sempurna. Sebab keluarga tempat pertama membentuk karaktyer sehingga remaja mempunyai prinsip dan komitmen yang kuat”, ujar siswi Kelas X ini.

Menurut siswi Kelas XI SMAN 6 Denpasar Ni Komang Ayu Wahyuni, untuk memutus mata rantai peredaran narkoba maka terapkan hukum berat bagi pelaku pengedar dan berikan rehabilitasi serius pada pecandu narkoba karena mereka adalah korban. Sedangkan Ida Ayu Werdi Wistari siswi SMAN 8 Denpasar mengatakan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba maka tegakkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”Kalau bisa terapkan hukuman mati bagi pengedar. Pemerintah jangan takut menerapkan hukuman berat bagi perusak masa depan generasi muda”, ungkap siswi Kelas XI ini.

Siswi SMAN 1 Abiansemal I Putu Chandra Guna Krisna mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan kebudayaan harus memasukkan pelajaran tentang bahaya narkoba ke dalam kurikulum. Sedangkan Oktaria Asmarani siswi SMAN 3 Denpasar mengatakan untuk memberantas peredaran narkoba maka perlu dilakukan sosialisasi dan membangun kesadaran dari masing-masing remaja itu sendiri agar mereka paham bahwa narkoba itu berbahaya bagi kesehatan dan masa depannya dan menjadi pembunuh berdarah dingin, pelan tapi pasti.

Sedangkan Ni Putu Sri Utami Dewi, siswi SMAN 3 Denpasar mengatakan sosialisasi sedini mungkin tentang bahaya narkoba mutlak dilakukan. Sosialisasi yang dilakukan itu harus menarik dan kreatif misalnya melalui baliho anti narkoba yang berisi gambar yang mampu menyadarkan orang yang melihatnya.
Memutus rantai peredaran narkoba harus dilakukan secara preventif dan represif. Menurut Made Nita Sintari, siswi SMAN 1 Denpasar, secara preventif dengan melakukan sosialisasi bahaya narkoba dan sidak ke sekolah-sekolah atau menggeledah tas para siswa. Selain itu mengadakan lomba menulis tentang bahaya narkoba. Secara represif, member pembinaan pada korban narkoba. Selain itu usaha untuk membongkar jaringan perdagangan narkoba tidak boleh berhenti sejenakpun. Upaya memberantas narkoba harus sampai tuntas.

Untuk memberantas peredaran narkoba, perlu sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah tentang bahaya narkoba. Siswi SMA PGRI 2 Denpasar Ni Nyoman Tri Sukadani mengatakan pemerintah harus serius menyelamatkan kaum remaja dari bahaya narkoba. Demikian pula lingkungan keluarga juga harus memberikan pemahaman yang baik kepada anak-anaknya tentang bahaya narkoba. Dengan demikian anak-anak secara sadar meningkatkan kesadaran dirinya dan memutuskan untuk tidak menggunakan narkoba.