Ngurah Sukma Dhananjaya

Model, MC, Bussinessman Semuanya OK
Wednesday, March 7th, 2012

 

dhanan
Remaja Kelas XII Tata Boga SMKN 3 Denpasar ini jauh-jauh hari sudah memiliki orientasi hidup ke depan. Katanya, sekarang belajar untuk melangkah pasti ke masa depan. Dalam perjuangan ia mengibarkan cita-cita ingin melenggok di atas panggung sebagai model, berjingkrak di panggung sebagai mister of ceremonies (MC) atau bergelut dengan dunia entretainment sebagai businessman.

 

Remaja yang punya cita-cita ini adalah Ngurah Sukma Dhananjaya. Ia lahir di Denpasar 20 Januari 1994 dari pasangan ayah Joni Ngurah Mahendra dan ibu Ida Ayu Gede Sri Wahyuni. Warga Jalan Kertha Raharja IV/49 Denpasar ini memang punya bakat sebagai model. Dengan postur tubuh yang ideal, wajar jika ia mengibarkan cita-cita menguasai panggung para model dengan terjun di dunia modeling. Ia juga pemilik suara dengan warna vokal yang khas serta vibrasi yang indah. Maka tak heran jika ia juga bercita-cita menguasai panggung para mister of ceremonies dengan terjun sebagai salah satu pembawa acara sukses.

Cita-citanya menjadi businessman rupanya sudah tumbuh sejak di SD atau SMP Negeri 6 Denpasar, tempat ia selama tiga tahun menggeluti ilmu kemudian dinyatakan lulus dan melangkah ke SMKN 3 Denpasar. Di sekolah ini ia memilih jurusan Tata Boga. Apakah ini sebagai tanda bahwa Dhanan bakal terjun ke bisnis yang berhubungan dengan ‘makan minum di mana, berkunjung ke mana dan tidur di mana? Tiga hal inilah yang sesungguhnya ada di usaha pariwisata. Tapi, nantilah, ke mana langkah Dhanan, tunggu saja setelah selesai SMK atau setelah mengenyam pendidikan tinggi sesuai dengan minat, bakat dan cita-citanya.

Cita-cita menjadi model atau MC bisa saja dipengaruhi oleh prestasi non akademik yang diperolehnya selama ini. Ia adalah runner up I Truna Denpasar tahun 2011 dan di ajang itu pula, Sukma Dhananjaya dinobatkan sebagai Teruna Favorit 2011. Di tahun yang sama ia meraih predikat sebagai Juara I Busana Ngekeb di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2011 lalu.

Sekolah di SMKN 3 Denpasar memang bukan karena keterpaksaan tetapi karena ia punya orientasi, mempersiapkan diri dengan keahlian khusus agar bisa bersaing di pasar kerja. Alasannya memilih SMK adalah karena bersekolah di sekolah kejuruan memberikan pengalaman yang menarik dimana di SMK lebih memokuskan skill dan kemampuan yang nantinya dibawa ke dunia industri. Di SMK ia bertemu dengan guru-guru yang memiliki pemahaman yang tinggi pada bidang yang ia kuasai sehingga saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif.

Bagi remaja yang sudah mengikuti Try Out dan kini menyiapkan diri untuk maju ke Ujian Nasional, baginya ujian nasional merupakan suatu sarana untuk mengetes kemampuannya selama mengenyam pendidikan tiga tahun di sekolah. Dengan ujian nasional seorang siswa ditentukan apakah berkualitas atau tidak, bahkan menjadi barometer apakah layak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Pandangannya tentang kaum remaja masa kini, katanya, remaja masa kini sangat dipengaruhi oleh arus globalisasi . Akibatnya budaya nasional yang menjadi ciri khas mulai digantikan dengan budaya yang bukan dari kearifan lokal atau budaya asing. ”Saya ingin teman-teman remaja jangan ketinggalan jaman, tetapi juga jangan meninggalkan kearifan lokal dan nasionalisme sebagai anak bangsa Indonesia. Kalau aku, yah…aku bangga jadi Anak Bali, bangga jadi anak Indonesia!” serunya.