Ni Kadek Cintya Indirawisadi

Bercita-cita Menjadi Psikolog
Sunday, December 8th, 2013
Ni Kadek Cintya Indirawisadi

Click to Read e-Magazine IMOB Educare

Mengerti perasaan orang lain yang sedang menceritakan suatu masalah dan mencarikan solusi dari permasalahan tersebut adalah tugas pskiolog. Memiliki rasa empati terhadap penderitaan yang dirasakan orang lain dan mencoba mendamaikan suatu perasaan frustasi itulah kehebatannya. Perasaan senang menjadi psikolog itulah yang dimiliki gadis cantik bernama Ni Kadek Cintya Indira Wisadi. Selain pskiolog, gadis rupawan yang sering disapa Cintya juga bercita-cita ingin menjadi model. Menurut Cintya profesi model itu sangat mengasyikkan. Bukan tidak mungkin siswa alumni SMP N 8 Denpasar itu mampu meraih cita-citanya baik itu menjadi pskiolog maupun model dengan prestasi yang dimilikinya.

Buah hati dari pasangan I Putu Ady Purnamariyawan dan Luh Putu Sri Sadgunantari itu dengan bakat menarinya telah mengikuti lomba Tari Sekar jagat dan Tari Panyembrahma. Baru-baru ini gadis yang tercatat sebagai siswi kelas XI IPA 3 SMA N 7 Denpasar ini menjadi finalis Duta Endek. Cintya juga pernah mengikuti lomba Paskibraka dan meraih Juara Harapan 1. Siswi bertalenta yang sarat prestasi ini juga telah dinobatkan sebagai Jegeg Sisma 2013. Dengan eloknya menggerakkan tubuh mengikuti alunan musik, Jegeg Sisma tersebut saat ini sedang menghobi dunia tari kontemporer. Gerakan-gerakan yang indah bernafaskan alunan musik tradisional membuatnya tertarik untuk menggeluti tari kontemporer.

Mengenai sekolahnya SMAN 7, Cintya merasa semakin mempunyai banyak teman yang ramah dan banyak mendapat pengalaman. Masa remajanya yang sangat menggembirakan dia rasakan bersama teman-temannya di sekolah. Sekolah yang nyaman didukung dengan Guru-guru yang sangat mempunyai rasa kekeluargaan, baik, ramah, dan bisa diajak curhat membuat lingkungan yang mendukungnya untuk berprestasi di bidang Matematika.

Tentang Ujian Nasional ia mengatakan ujian akhir memang masih jauh, namun tidak ada salahnya jika dipersiapkan sekarang. Mengingat standar kelulusan saat ini semakin sulit, jadi sebaiknya harus belajar dngan lebih giat. Dipersiapkan sejak dini dengan belajar giat itu akan membantu untuk menghadapi UAN, sehingga hasilnya akan memuaskan.
Memaknai hari Ibu, gadis berambut panjang yang tinggal di jalan Gandapura Gg. III D/21 itu mengungkapkan bahwa hari Ibu bukan hanya tanggal 22 Desember saja, tapi setiap hari adalah hari Ibu. “Mama sangat berarti penting dalam hidup aku, tanpa mama, Cintya tidak akan jadi apa-apa. Mama paling berperan dalam prestasi aku,” ungkapnya. Cintya yang memiliki hobi menari sejak TK itu mengaku bahwa ibunya yang selalu memberikan semangat untuk mengikuti lomba. Mulai dari info-info lomba, persiapan, bahkan ikut melatih Cintya. Hal ini membuatnya lebih percaya diri untuk mengikuti perlombaan. Ibu adalah sumber semangatnya, dan Ibu sangat berarti dalam hidupnya. Dengan begitu Cintya bisa merasakan setiap hari, setiap detik adalah hari Ibu.

Pendapatnya mengenai kaum remaja masa kini yaitu remaja masa kini adalah harapan. Remaja sangat menentukan nasib bangsa ke depannya. Remaja adalah penerus bangsa yang harus berupaya agar nama Indonesia menjadi lebih baik. Sebagai pengemudi arah bangsa seharusnya kita sebagai remaja harus bisa mengharumkan nama bangsa dengan prestasi.