Ni KD Suparmini

Antara Pengacara dan Dosen
Wednesday, February 26th, 2014
ni kd suparmini

Bercita-cita menjadi pengacara atau dosen, itulah yang dtuturkan oleh Ni Kadek Suparmini, remaja kelahiran Denpasar 20 Maret 1997 ini. Siswi kelas XI/IPA 1 yang akrab disapa Dek Rita ini adalah putri kedua dari tiga bersaudara pasangan Drs. I Nym Pageh yang berprofesi wirawasta dan Ni Wayan Surasih.

Remaja yang mempunyai hoby menyanyi, debat, menari, megambel dan punya prinsip hidup jangan menghiraukan kata-kata yang akan menjatuhkan kita, selalu berbuat dan berusaha hingga kita memperoleh kesuksesan serta selalu berdoa dalam mengerjakan apapun ini adalah alumni SDN 2 Batubulan dan SMPN 1 Sukawati. Sejak sekolah dasar Dek Rita sudah menoreh sejumlah prestasi baik akademik maupun non akademik dan ia mengaku bangga bisa mengharumkan nama sekolah melalui prestasi yang diraihnya.

Prestasi akademik yang pernah ditorehnya adalah Juara 3 di SDN 2 Batubulan, Juara 1 Kelas di SMPN 1 Sukawati, juara 1 kelas di SMAN 1 Sukawati, Finalis KIR SMA/SMK se-Bali di Politeknik Negeri Bali dan Juara 2 pidato bahasa Indonesia di SMAN 1 Sukawati. Dek Rita juga menoreh prestasi juara umum 3 semasa SDN 2 Batubulan, juara umum 3 di SMPN 1 Sukawati, Juara umum 3 di SMAN 1 Sukawati dan Duta Anti Narkoba BNN Kabupaten Gianyar tahun 2013.

Sedangkan prestasi non akademik Dek Rita pernah finalis debat SMA/SMK se-Bali di UNUD, juara 1 paduan suara tingkat SMA/SMK se-Bali, kader KNPI Kabupaten Gianyar, juara debat SMP se-Kabupaten Gianyar dalam rangka Jambore KSPAN, kader penyuluh anti narkoba BNN Kabupaten Gianyar dan pengurus OSIS SMAN 1 Sukawati periode 2013-2014. Semua prestasi ini tak lepas dari bimbingan para guru di SMAN 1 Sukawati. Sekolah ini telah mampu mendidik dan membimbing siswanya bukan sekedar pintar di aspek akademik tetapi juga di non akademik.

Di mata Dek Rita, para guru SMAN 1 Sukawati ramah dan tegas dan benar-benar berperan sebagai pembimbing yang mengantar para siswanya untuk meraih sukses. Ia juga menilai bahwa kurikulum 2013 memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program sesuai dengan minat dan kemampuan dan tidak berdasarkan paksaan dari orangtua atau para guru. Soal tawuran antar pelajar, Dek Rita katakan, tawuran akibat kurang pengawasan dari orangtua dan lingkungan sekolah. Baginya tawuran hanya menghabiskan waktu, energi dan tidak memberikan hasil yang positif.

Tentang minat belajar remaja masa kini ia mengatakan sangat memprihatinkan. Banyak siswa ke sekolah tidak sepenuh hati dan hanya didorong untuk mendapatkan selembar ijasah sedangkan soal penguasaan ilmu diabaikan. Jadi tak heran banyak yang meremehkan materi pelajaran yang disampaikan para bapak dan ibu guru. Terkait Ujian Nasional ia berkomentar, Ujian nasional penuh dengan manipulasi. Sesungguhnya yang mengetahui siswa itu pintar atau bodoh hanya guru di sekolah, bukan negara. Lagi pula di Ujian Nasional siswa yang bodoh bisa mendapat nilai bagus sebaliknya siswa yang pintar bisa mendapatkan nilai kecil bahkan bisa tak lulus.

Di tahun 2014 ini Dek Rita bertekad lebih mengukir prestasi sebanyak-banyaknya di bidang apa saja dan lebih membenahi diri hingga benar-benar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Kepada teman-teman Dek Rita titip pesan, kejarlah apa impianmu, jangan pernah menghiraukan kata-kata yang menjatuhkanmu. Jangan pernah malu mengakui diri kurang dan bodoh karena dari kekurangan itu kita bisa melengkapinya dengan tekad dan impian. v gus