Ni Luh 'CANDRA'wati

Bercita-cita menjadi Executive Akuntansi
Monday, May 23rd, 2011
candra

Ni Luh 'CANDRA'wati

Mungkin banyak yang belum mengenal sosok yang satu ini. Dara manis kelahiran 18 tahun silam ini adalah putri dari pasangan suami istri I Nyoman Ngenteg dan Ni Wayan Budiarti. Siswi dengan segudang prestasi ini adalah Ni Luh Candrawati. Dia adalah siswi SMAN 3 Denpasar,  salah satu SMA favorit di Bali.

Segudang prestasi yang ia toreh tak hanya datang dari salah satu bidang tertentu saja. Berbagai bidang tersebut diantaranya adalah sebagai juara 2 di Pertandingan Bola Basket Akbar yakni Deteksi Basket Ball League atau yang sering kita sebut DBL di tahun 2009. Di tahun yang sama alumni SMPN 8 Denpasar ini juga berhasil mengikuti Paskibraka tingkat Provinsi, yang notabene adalah kumpulan murid berprestasi dari berbagai wilayah di Bali.

Tak cukup sampai disitu saja, di tahun berikutnya, Candra begitu panggilan akrabnya mampu menjadi finalis 10 besar truna-truni Denpasar. Namun Candra nampaknya masih belum puas dengan prestasi yang ia raih, di tahun yang sama ia mengikuti Lomba LKTI Humaniora II yang diadakan Fakultas sastra Universitas Udayana dan berhasil menyabet juara III dalam lomba Karya Tulis Ilmiah mengenai Memanusiakan Manusia. “Saya mengambil sebuah ide baru yaitu untuk membangkitkan generasi muda dalam berbudaya.” Ungkapnya.

Namun berbagai prestasi yang berhasil Candra raih tak lantas membuatnya berbangga diri. Candra berpendapat dibalik kesuksesannya saat ini ada guru-guru di SMA sekolahnya yang sangat mendukung dan membimbing saat ia mengikuti lomba. Bagainya, guru adalah orang yang mulia. Guru adalah pengayom bagi pendidikan yang mencetak banyak orang sukses di dunia ini.

Saat ditanya mengenai kaum remaja masa kini, gadis yang bercita-cita menjadi seorang Eksekutif Akuntansi ini menyatakan, remaja masa kini menurut saya kaya akan kreativitas, namun kurang dalam pelestarian dan pengembangan budaya. Bila ditelisik banyak potensi yang sebenarnya dapat dihasilkan dari pengembangan budaya yang telah ada.
Lebih jauh Candra berpendapat Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan yang berjasa besar dalam bidang pendidikan. Beliaulah yang mendirikan yayasan “Budi Utomo” yang menjadi cikal bakal Pendidikan di Indonesia saat ini. “Tanpa adanya beliau pendidikan tak akan mungkin bisa maju seperti saat ini” tandasnya. Hari Pendidikan baginya adalah saat untuk  mengenang jasa Ki Hajar Dewantara yang pertama kali membuat sekolah Taman Siswa.

Baginya masa SMA adalah masa yang sangat menyenangkan, karena di masa ini Candra bisa mengembangkan segala potensi yang ia miliki. SMA menurutnya waktu dari kreativitasnya yang membara.

“Ujian Akhir Nasional, merupakan hal yang ditakuti oleh siswa, namun saya kurang setuju dengan UAN, karena menentukan kelanjutan pendidikan dengan waktu yang singkat” Jelasnya sebagai siswi yang duduk di kelas 3 SMA ini ketika disinggung mengenai UAN yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.

Candra memahami betul bahwa masa remaja adalah masa mencari jati diri, namun sejatinya, jati diri itu bisa tersalurkan dari berbagai kegiatan positif yang dapat mendorong suatu keberhasilan di masa depan.YAZ