Ni Made Sumantariani

Belajar Bahasa Bisnis
Monday, March 24th, 2014
made


Akutansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi, dan menginterpretasi aktivitas keuangan. Secara luas akutansi dikenal sebagai bahasa bisnis.”Karena itu aku tekun belajar bahasa bisnis bernama akuntansi itu,” ungkap Ni Made Sumantariani, siswi jurusan akuntasi SMKN 2 Denpasar ini.

Menurutnya akutansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat apalagi selama ada bisnis, pasti akan ada akutansi berwujud laporan keuangan yang sangat vital untuk pengambilan keputusan perusahaan. Kemampuan otak tentunya mutlak diperlukan dalam penghitungan keuangan.”Menghitung dengan cepat dan tepat menjadi andalan para akuntan guna menyelesaikan laporannya. Jadi aku bercita-cita menjadi akuntan,” ujarnya. Tak heran jika gadis yang akrab disapa Suman itu memilih untuk belajar akutansi lebih dalam. Selain itu, ia memilih sekolah di SMK agar setelah lulus nanti bisa langsung bekerja.

Ketertarikan Gadis kelahiran Gianyar, 2 Desember 1996 pada bidang akutansi memacu dirinya untuk mengasah diri dan mengikuti beragam lomba. Tak heran bila buah hati pasangan almarhum I Kadek Tambir dan Ni Wayan Suryani ini telah mengoleksi berbagai prestasi dalam lomba di bidang ini. Ia tercatat sebagai Juara 1 Olimpiade Akutansi di Universitas Malang dan ini menjadi prestasi pertama yang paling berkesan. “Ayah memiliki andil besar dalam mensupport hingga aku membawa pulang tropi Juara 1 meski ia tak sempat melihat aku pulang membawa kemenangan yang membanggakan itu,” ungkapnya mengenang kepergian ayah tercinta untuk selamanya.

Diakuinya, selain support sang ayah, motivasi dari sang kakak yang sering ikut lomba juga memacu dirinya untuk terus berprestasi. Dalam LKS provinsi Bali tahun 2013, Suman telah mengukirkan namanya sebagai Juara 1. Kemudian, Juara 2 Akutansi Koperasi tingkat Provinsi juga berhasil diraihnya di tahun yang sama. Baru-baru ini, alumni SMPN 1 Sukawati ini juga meraih Juara 2 Olimpiade Akutansi dan Pasar Modal tingkat Nasional yang diadakan Politeknik Jakarta. Suman juga pernah tercatat sebagai Finalis Olimpiade Akutansi UNHI dan Olimpiade Akutansi Politeknik Negeri Bali.

Selain bidang akutansi, Suman juga mencintai budaya Bali. Berbagai lomba kesenian dan sastra Bali pernah diikutinya. Suman pernah tercatat sebagi peserta lomba mekidung Bali dan Ngerupak pada PORSENIJAR Bali pada tahun 2012. Dalam meraih prestasi, Suman tak luput dari bimbingan Guru-guru SMKN 2 Denpasar. “Guru-guru di sekolah sangat peduli serta memberi bimbingan dengan sungguh-sungguh dan sangat sabar. Guru di kelas juga pengertian. Bila ada ulangan atau tugas yang diberikan saat aku sedang mengikuti lomba, aku boleh menyusul,” ungkapnya ketika berbincang dengan Imob Educare.

Suman yang bercita-cita menjadi pengusaha ini juga ingin membuka kantor akuntan publik nantinya. Tentu saja dengan melihat catatan prestasinya, bukan tak mungkin cita-cita itu dapat diraih. Diakuinya, selama belajar di sekolah kejuruan ia merasa mendapat banyak keahlian yang nantinya dapat dipergunakan di dunia kerja. Dan untuk melangkahkan kaki menuju cita-citanya, ia sudah memiliki prinsip yang dipegangnya. “Lebih baik berusaha dulu, urusan hasil belakangan. Jika hasilnya baik dari kerja keras itu, maka itu adalah bonus. Bagi aku yang terpenting adalah prosesnya,” ujar Suman.
Ditanya mengenai hari raya nyepi yang akan dilaksanakan pada penghujung bulan ini, Suman menyatakan Nyepi adalah budaya yang harus tetap dilestarikan. Termasuk yang ada dalam rangkaian Nyepi, seperti melasti, ogoh-ogoh, catur brata penyepian, dan lainnya. Suman berharap para remaja dapat menjaga ketertiban dan tidak mabuk-mabukan saat pawai ogoh-ogoh sehingga pemerintah dapat tetap memberikan ijinnya. Suman melihat remaja masa kini tetap memerlukan bimbingan karakter dalam mencari jati dirinya.

Suman yang saat ini sedang menyiapkan diri untuk Ujian Nasional mengaku setuju dengan diadakannya Ujian Nasional. “UN diperlukan untuk mengukur kemampuan siswa asalkan dilaksanakan dengan jujur. Apalagi di SMK ada uji kompetensi, jadi bisa menjadi bekal untuk mencari kerja nantinya,” ungkapnya mengakhiri wawancara.