Ni Putu Anna Saridewi Sepdyani

Terus Mengejar Prestasi
Tuesday, March 5th, 2013
cover

Click to read

Remaja kelahiran Denpasar 8 September 1995 ini memang selain mencari ilmu melalui pendidikan formalnya di SMA Negeri 7 Denpasar, juga terus mengasah kemampuannya di olahraga panjat tebing. Olahraga yang satu ini semakin digandrungi oleh kaum remaja masa kini, termasuk tentu saja Anna yang kini duduk di Kelas XII. Soalnya cabang olahraga ini mengasah nyali untuk mengalahkan ketakutan. ”Panjat tebing itu olahraga penuh tantangan dan aku suka dengan tantangan,” ujar Anna, buah kasih yang juga anak semata wayang dari pasangan I Gde Suarta,SE dan Ni Made Sutarini,S.Sos ini.

Soal minatnya di olahraga panjat tebing, Anna mengisahkan, sudah sejak bersekolah di SD Anugerah Denpasar tertarik dengan olahraga yang satu ini. Minatnya itu bermula ketika melihat sebuah ajang panjat tebing yang diadakan di Denpasar. Minatnya itu semakin memuncak setelah dirinya diterima di SMPN 7 Denpasar. Dan latihan-latihan secara rutin pun dijalaninya setelah ia terdaftar sebagai siswi SMA N 7 Denpasar dan masuk dalam tim atlet Kota Denpasar.

Remaja yang punya hobi jalan-jalan dan mendaki gunung ini ingin meraih sukses di masa depan sebagai wanita karir. Khusus di cabang olahraga panjat tebing Anna telah meraih gelar dan prestasi yang membanggakan. Pada tahun 2011 ia meraih medali perak pada Pekan Olahraga se-Denpasar kategori Speed Campuran. Kemudian pada tahun 2012 Anna meraih prestasi membanggakan yakni medali emas pada Pekan Olahraga se-Denpasar kategori Boulder Campuran.

Memang prestasinya masih di tingkat Kota Denpasar, tetapi seperti motto hidupnya, tak ada kata terlambat untuk mencari ilmu, Anna bertekad ke depan, ia ingin meraih prestasi lebih gemilang dan bergengsi di tingkat provinsi maupun nasional. Di bidang akademik bersama tim sekolahnya, Anna juga tercatat sebagai juara 2 lomba rancang bangun jembatan di olimpiade teknik Universitas Udayana tahun 2012 lalu.

Ditanya soal pendapatnya tentang ujian nasional Anna katakan ujian nasional masih perlu dilaksanakan untuk mengukur kualitas belajar para siswa. Kalau soal penghapusan bahasa Bali dari kurikulum Anna katakan sangat tidak setuju. Ia berharap ada regulasi yang mengatur agar bahasa Bali tetap diajarkan di sekolah untuk pelestarian dan pewarisan. Kalau soal pembubaran RSBI, apa komentar Anna? Kata dia, dirinya sangat setuju dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan RSBI. Biar ada keadilan pendidikan bagi semua warga negara.

Menurut Anna, remaja adalah masa depan bangsa. Jadi perlu dipersiapkan untuk mengambil alih estafet kepemimpinan di masa depan. Salah satu cara persiapan diri adalah dengan belajar. Soal minat belajar remaja masa kini agak menurun, hal ini karena berbagai faktor. Tapi dengan pendampingan dari para guru maupun orang tua, remaja kembali termotivasi untuk meraih berbagai prestasi.  gus