Ni Putu Eka Sumariani

Si Calon Sekretaris Jago Karate
Monday, January 9th, 2012
EKA
Dan ini yang dilakukan oleh Ni Putu Eka Sumariani. Sahabat kita ini sejak duduk di Sekolah Dasar kemudian di SMP dan kini di SMA terus mengibarkan cita-cita ingin menggapai posisi sekretaris atau manajer. Cita-cita ini pula yang membuatnya penuh semangat dalam belajar. ”Aku ingin sukses dan meraih apa yang aku cita-citakan, merebut karir sebagai sekretaris atau manajer, makanya aku rajin belajar,” ujar gadis kelahiran Tangkep Buleleng 12 Juni 1994 ini.

Putri pasangan Nengah Dastra dan Ni Putu Sumiasih warga Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng ini memang pantas punya cita-cita menjadi sekretaris atau manajer. Soalnya ia memiliki sejumlah talenta yang sangat mendukung. Siswi Kelas XII IPA SMAN 2 Busungbiu ini juga memiliki segudang prestasi khususnya di bidang olahraga.

Nah, bicara soal olahraga, apa saja prestasi yang telah diraih oleh remaja berparas cantik ini? Kata dia, sejak sekolah dasar sudah jatuh cinta dengan olahraga garis keras yang tempo dulu hanya milik kaum pria yakni karate. Memang dulu jarang ada anak perempuan yang menekuni cabang olahraga ini karena termasuk olahraga yang memerlukan ketahanan fisik dan mental yang prima.

Sekarang sudah banyak remaja putri yang menekuni cabang olahraga karate meskipun  termasuk  olahraga yang penuh resiko.”Bagi aku, cabang olahraga karate adalah pilihan tepat sesuai dengan minat aku. Jadi, aku sungguh menikmati,” ujar  dara yang biasa disapa Eka oleh teman-temannya.

Selama menekuni cabang olahraga karate, gelar apa saja yang sudah pernah engkau dapatkan?  Eka pun menuturkan, ada banyak piagam dan piala kejuaraan karate yang diperolehnya. Tapi  beberapa  kejuaraan cabang karate selama di SMAN 2 Busungbiu bisa disebutkan seperti  Juara III  Porkab Buleleng tahun 2010 lalu, Juara I Secata Cup tahun 2010, Juara I Undiksha Cup 2010, Juara II Gankaku Se-Bali  tahun 2011 dan Juara III Porprov tahun 2011.

Atas prestasinya di cabang olahraga karate ini, Eka katakan, sangat bersyukur bisa diterima di SMAN 2 Busungbiu. ”Aku sangat bangga dapat bersekolah di SMAN 2 Busungbiu karena di sekolah ini aku bisa mengetahui bakatku dan para guru sungguh memperhatikan dengan memberikan pembinaan,” ujarnya.

Diakuinya para guru di SMAN 2 Busungbiu benar-benar telah mengabdikan diri tanpa lelah, baik mengajar bidang studi sesuai keahlian masing-masing, mendidik para siswa agar tumbuh menjadi manusia yang berkarakter maupun memberikan motivasi agar para siswa dapat berkembang baik secara akademik maupun non akademik. Salah satu motivasi yang diberikan guru kepada para siswa adalah dengan mendorong para siswa untuk berprestasi di bidang non akademik.

Ditanya tentang ujian nasional, Eka katakan, ujian nasional memang sangat menakutkan. Namun ia berharap agar Ujian Nasional jangan sampai menjadi perangkap bagi para siswa. Ujian nasional memang diperlukan untuk mengukur prestasi belajar para siswa tetapi jangan sampai menjadi satu-satunya  penentu kelulusan.

Tentang banyaknya remaja masa kini yang terjerumus dalam hal-hal negatif sehingga berakibat pendidikan terbengkalai Eka mengatakan, masih banyak remaja yang tak memanfaatkan masa remajanya untuk mempersiapkan diri menuju masa depan yang semakin kompleks. Banyak remaja yang menyalahgunakan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang kurang menguntungkan. ”Teman-teman remaja, ayo tunjukkan bahwa kita bisa menjadi kebanggaan bangsa dengan berprestasi di bidang apa saja,” ujarnya.