Ni Putu Putri Puspitaningrum

Mengukir Prestasi di Bidang Menulis Dan Berargumentasi
Monday, October 10th, 2011

 

putri puspitaninggrum

Banyak asumsi yang mengatakan bahwa remaja sekarang ini identik dengan pergaulan yang tidak terbatas, hura-hura, dan hal-hal negatif lainnya. Namun, hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Semangat remaja untuk terus maju dan mengukir prestasi masih tetap ada.

Salah satu dari remaja itu adalah Ni Putu Putri Puspitaningrum. Siswi yang akrab dipanggil Putri ini masih memiliki semangat yang tinggi untuk mengukir prestasi melalui berbagai tulisan dan argumen-argumen dalam perdebatan.

Berawal dari ajang coba-coba mengikuti lomba esai ilmiah mengenai “Pandangan Remaja terhadap Pertanian Bali” yang diadakan oleh PPLH Bali, anak dari pasangan I Wayan Manik Yasa dan Ni Luh Tirtawati ini menjadi sa­ngat gemar menulis. Apalagi pada lomba menulis yang pertama ini, ia langsung memperoleh Juara 1. Termotivasi oleh keberhasilannya yang pertama ini, Putri menjadi sering berpartisipasi dalam berbagai perlombaan menulis esai dan memperoleh berbagai penghargaan lewat ajang-ajang tersebut, seperti Juara 1 Lomba Menulis Esai Tk.Remaja PPLH Bali th.2010, Juara 3 Esai dalam Rangka Hari Tata Ruang se-Bali 2010, Juara 3 Esai Ilmiah dalam rangka AKA IKM FK UNUD 2011. Grand Finalis Lomba Esai Ilmiah Hubungan Internasional UNUD 2011, Juara 1 Lomba Esai dalam Rangka Hari Anak Nasional by Komunitas Gdebook 2011.

Tidak berhenti sampai disitu, Putri yang bercita-cita ingin menjadi Psikolog dan penulis ini juga mencoba untuk mengikuti berbagai lomba karya tulis ilmiah, hingga salah satu karya yang dibuatnya menjadi satu-satunya perwakilan Bali dalam ajang menulis tingkat nasional bertemakan ”Membangun Ketahanan Pangan melalui Pertanian” yang diadakan oleh BPTP Nasional. Kegemaran menulis ini berawal dari keikutsertaannya dalam salah satu ekstra di SMA Negeri 1 Denpasar, yaitu KISS~1 Denpasar. Melalui ekstrakurikuler inilah Putri tertarik untuk menekuni dunia tulis-menulis.

Siswi kelas XI IPA 7 yang lahir di Denpasar pada tanggal 17 Februari ini juga gemar berdebat. Bahkan, kegemarannya dalam bidang debat ini sudah ada sejak ia duduk di bangku SMP, tepatnya di SMP Negeri 7 Denpasar. Sehingga, ketertarikannya dalam menyampaikan argumentasi disalurkan melalui berbagai lomba debat, salah satunya yaitu lomba debat AVICENA Competition yang diadakan oleh HMJ Farmasi UNUD baru-baru ini. Dalam perlombaan tersebut, Putri meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitu sebagai Juara 1 dan Best Speaker.

Putri yang dikenal sebagai sosok yang periang dan aktif dalam berbagai organisasi ini mengaku nyaman mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Denpasar. ”Di sekolah ada berbagai macam tipe guru, ada yang tegas, ada yang bersahabat. Disana juga kita bisa berteman dengan siapa saja yang memiliki talenta masing-masing yang dapat diekspresikan melalui berbagai ekstra­kurikuler disana” ujar Putri yang sekarang ini juga menjadi guru privat siswi SD untuk mengisi waktu luang. Selain prestasi di bidang tulis menulis dan debat, Putri juga terpilih sebagai Core Team program Healthy Food Healthy Living VECO Indonesia sejak 2011 sampai 2013. Kegiatan yang dilakukan adalah mengampanyekan pangan sehat dan berupaya mensejahterakan para petani.

Saat ditanya mengenai Sumpah Pemuda, Putri mengatakan bahwa Sumpah Pemuda adalah moment penting untuk membangkitkan kembali semangat kaum muda Indonesia. Semangat tersebut bukan lagi untuk melawan penjajah melainkan untuk membangun diri sendiri, keluarga, sekolah bahkan negara dengan berbagai prestasi yang kita punya. Putri juga memiliki pendapat sendiri mengenai remaja sekarang ini. Ia berpendapat bahwa remaja sekarang ini lebih ekspresif dan kreatif. Namun, tidak sedikit remaja yang memanfaatkan potensi kreatif tersebut untuk tujuan yang benar. Apabila ekspresi dan kreativitas remaja tersebut diwujudkan dalam bentuk yang benar, maka dunia remaja akan diisi dengan berbagai prestasi yang membanggakan. prt