Ni Wayan Sri Suartiningsih

Ingin Kuliah Sambil Bekerja
Thursday, March 17th, 2011
yan_sri

Ni Wayan Sri Suartiningsih

 

KERJARLAH ilmu sampai ke negeri Cina, demikian pribahasa yang tak asing lagi bagi kita. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Jadi, untuk menggapai sebuah cita-cita, apapun bisa dilakukan. Tentu saja harus dengan cara-cara yang santun.

Adalah teman kita Ni Wayan Sri Suartiningsih, yang telah membangun konsep bagaimana ia menggapai cita-cita. Yan Sri, begitu panggilan akrabnya, siswa kelas XII SMK Negeri 1 Mas Ubud Gianyar, program studi Teknik Komputer & Jaringan ini dengan jujur menceritakan kalau dirinya tidak terlalu tahu banyak hal akan masa depan jurusan yang dipelajarinya saat ini. Sekolah di SMK pun demikian, tanpa didasari dengan hasil pilihan.Buah hati pasangan Ni Ketut Sunanti dan Drs.I Made Suarna ini mengaku sekolah di SMK ini karena sekolah yang terdekat di kampungnya, berharap biaya bisa terjangkau dan punya cukup waktu untuk membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah. Jadi ia sekolah sambil bekerja di sisa waktunya pulang sekolah untuk sekedar mendapatkan uang jajan. “Untung ada sekolah SMK di kampungku, program studi IT pula” selorohnya bangga.

Remaja kelahiran Ubud 25 Juni 1993 yang rangking satu di kelasnya dan sangat menyukai pelajaran matematika ini punya impian bisa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Awalnya ia ingin kuliah di IKIP jurusan Matematika, ingin jadi guru matematika kelak, tapi melihat kenyataan sekarang untuk jadi guru negeri harus nombok ratusan juta, membuat nyalinya ciut.”Saya takut cita-cita saya kandas maka saya putuskan untuk cari kerja aja dulu setamat SMK.Setelah dapat kerjaan saya akan menabung lalu kuliah. Saya akan mencari informasi tentang lembaga atau universitas kelanjutan dari ilmu yang saya pelajari sekarang” tandasnya.

Bekerja sambil kuliah, itulah yang ada di kepala Yan Sri saat ini. Dituturkan, para kakak kelasnya yang sudah tamat banyak yang bekerja. Ada yang bekerja di restoran sebagai waitres, ada yang bekerja di kantor. Tapi idealnya sebisa mungkin Yan Sri bekerja di tempat yang bisa mengaplikasikan ilmu dan ketrampilan yg dipelajarinya di SMK sekarang dan akan tepat sekali kalau bisa melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik Komputer atau Programer. Hal ini selaras dengan pelajaran yang disukainya sekarang yaitu matemtika. Basik dari computer atau programmer adalah matematika dan logika, sisanya adalah kreativitas dan seni. Sedangkan Teknik Jaringan jurusannya di SMK konon sudah diperkenalkan dasar-dasar ke arah programer.

Di sisa waktunya, Yan Sri juga aktif menari Bali, ngayah di purapura atau pentas di sanggar, dan daerah kelahirannya sendiri yaitu Banjar Batan Ancak, Mas, Ubud adalah desa Seniman yang memproduksi produk-produk seni seperti handicraft berkwalitas export. Yan Sri dan keluarganya juga merupakan pekerja dari produk-produk handicraft ini. Akankah Yan Sri sukses kelak menjadi seorang programmer atau sarjana komputer? Melihat dari potensi dasar yang dimiliki saat ini disadari atau tidak, Yan Sri cukup punya peluang. Dia unggul di pelajaran Matematika, dia juga lahir dari lingkungan Seni , dan pelaku seni, sekarang bagaimana menjabarkan potensi ini menjadi sebuah prestasi, tentunya dengan disiplin, keuletan dan semangat yang tidak pernah pudar untuk meraih impiannya. Pastinya, motivasi terbesar yang harus diyakini, menjadi seorang programmer atau sarjana komputer yang berkwalitas dan penuh daya cipta, adalah sumber daya yang ditunggu-tunggu oleh dunia industri.

Dunia Teknologi Informasi dinamikanya demikian dahsyat. Kita tidak pernah menduga sebelumnya bahwa kebutuhan akan Telephone Celular saat ini melebihi kebutuhan pangan manusia. Ini berarti, kita hanyalah merupakan objek dari benda segenggam yang dioperasikan oleh jempol.

Dan Yan Sri pun rupanya menyadari hal ini. Makanya ia semakin percaya diri, mengejar cita-cita Sarjana Komputer sambil bekerja.