Opini

Think Globally, Act locally
Wednesday, February 26th, 2014
Opini 1

Ni Nyoman Andi Ruspita Dewi


Perkembangan era globa­lisasi masa ini semakin tak terbendung. Dunia seakan begitu dekat selayaknya gambaran dunia dalam globa yang bisa kita temukan dalam sekali putaran bola globa. Teknologi, ekonomi, politik, pasar, dan pendidikan internasional semakin meluas. Produk-produk luar dengan mudahnya bolak-balik dalam dan luar negeri. Bukan hanya produk luar yang trend dalam era global kini namun pendidikan internasional juga mulai berkembang pesat. Tidak sedikit tiap tahunnya pelajar Indonesia yang ingin menimba ilmu di negeri orang.

Hal ini tentunya membawa dampak kemajuan yang positif bagi perkembangan pendidikan kita di Indonesia. Bukan hanya itu, era global tidak hanya menarik orang Indonesia untuk mencari nafkah dan pendidikan di negeri orang. Namun jumlah pendatang dari luar negeri pun tak sedikit yang berbondong-bondong untuk datang ke Indonesia dan meninikmati indahnya  panorama alam di negeri kita ini.

Kedatangan mereka secara tidak langsung memberikan ide, pengetahuan ,dan budaya baru kepada masyarakat Indonesia. Ada banyak yang bisa kita pelajari dari hadirnya mereka di tengah-tengah masyarakat Indonesia.  Namun ternyata beberapa masyarakat malah melakukan penyimpangan-penyimpangan yang mengdegradasi moral dengan meniru hal-hal yang tak sepatutnya ditiru.

Bukan hal yang sulit lagi untuk kita menjumpai remaja yang memiliki tato pada bagian tubuh mereka. Menjumpai pakayan tak senonoh di sepanjang tempat umum. Jangankan tempat umum, di sekolah-sekolah pun kini bukan berita yang gempar lagi melihat baju seragam sekolah yang sudah dimodifikasi menjadi pakaian yang ketat, stylish dan seksi. Bukan hanya terjadi pada para remaja perempuan namun hal ini juga terjadi pada remaja laki-laki. Kebanyakan siswa remaja kini lebih memperhatikan cara berpakaian  daripada prestasi. Apa yang akan terjadi dengan bangsa kita jika ini terus berlanjut?
Kebudayaan ini disebut-sebut sebagai akibat dari perkembangan era globalisasi yang tidak bisa disaring oleh para remaja. Bahkan kini tidak sedikit gaya berpakaian remaja memancing tindakan kriminal dan pelecehan yang semakin meluas.

Pengaruh budaya asing ini hendaknya bisa teratasi, mungkin kita perlu berpikir global tapi ingat adat istiadat bangsa indonesia yang sopan. Satu hal yang perlu kita tanamkan Think Globally, Act Locally. Kita perlu berpikir, mengetahui perkembangan di dalam dunia global namun bukan berarti kita harus bertindak layaknya orang-orang di luar sana. Karena kita juga memiliki sebuah budaya, norma, dan tata krama sendiri. Layaknya kita perlu filter kembali budaya-budaya asing yang kian meluas. Jangan ubah ideology kita dengan pengaruh-pengaruh kecil yang tidakbisa kita atasi. Tapi galilah pengaruh-pengaruh positif dari mereka sehingga kita bisa menjadi seseorang yang berkualitas, berwawasan dan mampu berpikir layaknya orang-orang suskses di luar sana. Think Globally! v