Penggalian Potensi Wisata dalam Pengembangan Desa Wisata di Bali

Saturday, June 25th, 2011

 

buk mank

LOKAKARYA DESA Wisata ini telah dilaksanakan di Kantor Perbekel Desa Mas, Ubud, Gianyar, hari Jumat 24 September 2010 diikuti oleh 80 peserta dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gianyar didampingi oleh Perbekel Mas dan Camat Ubud.

 

Tujuan lokakarya adalah mensosialisasikan konsep-konsep tentang Desa Wisata yang berbasis kerakyatanatauCommunityBased Tourismuntuk mengurangi kemiskinan melalui pembukaan lapangan kerja di pedesaan , mengantisipasi kerusakan lingkungan akibat dari pemakaian lahan-lahan produktif untuk pembangunan sarana prasarana Industri pariwisata. Pilihan pengembangan Desa wisata sebuah konsep jitu dalam melestarikan adat budaya dan alam lingkungan sebab wisatawan yang berkunjung ke desa Wisata bermalam dirumah penduduk sehingga memberikan manfaat ekonomi langsung terhadap pemilik rumah .

Lokakarya ini diselenggarakan oleh Yayasan ULearn International Foundation , bergerak dibidang pendidikan , pariwisata dan pemberdayaan masyarakat pedesaan bekerjasama dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta. Desa Mas dipilih sebagai tempat lokakarya sebab masyarakatnya memiliki potensi unik seperti ratusan seniman pamatung kayu yang bisa dijadikan paket wisata yang memiliki daya saing tinggi kepada calon-calon wisatawan minat khusus dan mahasiswa jurusan seni, baik dalam dan luar negeri ungkap Ni Nyoman Tripitasih,S.Pd selaku Ketua YayasanULearn International.

Pembicara yang hadir dalam lokakarya yaitu Djinaldi Gosani pakar Desa Wisata,Ir.I Made Mandera kelahiran Desa Mas kini menjabat sebagai Dirut BTDC, I Ketut WirabawaDirektur Food and Beverage Ayodya Hotel Nusa Dua, Wayan Pendo house keeping Four seasons Hotel Jimbarandan Drs Nyoman Riasa, M.Ed pakar dibidang lintas budaya. Tidak disangka antusias masyarakatDesa Mas menerima konsep desa Wisata sangat tinggi karena selama ini masyarakat Mas hanyalah dijadikan sebuah transit wisata dan jika wisatawan bisa menginap di Mas bukan mustahil merupakan alternatif solusi mengatasi kemacetan di kawasan Wisata Ubud serta meratakan ekonomi masyarakat di kecamatan Ubud yang agak timpang imbuh Tripitasih.q R/ADV