Puisi

Monday, March 24th, 2014

KELAK  KAUKAN  KEMBALI
Mentari  bersinar  di  langit  jauh
Menutup  tangisan  hari  di  hati  yang  semu
Mengiris  untaian  kasih  menjadi  gerimis
Yang  membasahi  relung  hati  ku  ini

Hari  yang  terang  kini  mulai  memudar
Merangkum  kisah  lama  menjadi  hujan
Turun  menjadi  kuntungan  mimpi  beku
Karna  kau  kekasihku
Yang  kini  tinggalkan  ku

Slamat  tinggal  duhai  kekasih
Slamat  tinggal  duhai  belahan  jiwa
Dirimu  kan  tetap  tertuang  di  dalam  memori  ingatan
Cinta  kasihmu  kan  tetap  ku  tulis
Di  dalam  lembaran  malam
Namamu  kan  ku  ukir
Di  dalam  kelipan  bintang
Agar  langit  bersaksi
Agar   bumi  yang  jadi  bukti
Walau  kau  tinggalkanku  kini
Kelak  kaukan  kembali

SEGURAT SENYUM DALAM PERIHNYA LUKA
Akan kututur...
Jika aku mampu memilah
Kata-kata indah...
Akan kutera........
Jika aku sanggup menerawang
Makna bintang-bintang...
Namun aku tak sanggup
Menggores senyum dalam pedihnya luka
Dan aku lebih tak sanggup lagi
Menorehkan guratan-guratan amarah yang singgah
Lalu bagaimana dengan rindu?
Haruskah merindu?
Jika hanya luka perih yang menyambut rasaku itu
Kenapa pula merindu?
Jika hanya rasa sakit yang ku dapat dari rasa rindu
Kosong....
Hanya buaian semu yang menipu hati kecilku