Putu Ayu Sada Devi Pradnyadari

Nyanyi, Modeling dan Dunia Medis
Thursday, June 6th, 2013
Putu Ayu Sada Devi Pradnyadari

Clik to Read

Qui bene cantat bis orat, demikian pepatah Latin yang artinya, siapa bernyanyi baik, berdoa dua kali. Nah, soal bernyanyi, teman kita yang satu ini memang jagonya. Tapi bukan hanya memiliki suara powerfull, pemilik nama lengkap Putu Ayu Sada Devi Pradnyadari ini juga suka berpose untuk jepretan kamera. Dan, untuk sebuah pengabdian, gadis yang akrab disapa Ayu Sada ini ingin memupuk cita-citanya untuk terjun di dunia medis, sebagai perawat.

Gadis kelahiran Denpasar 2 Juni 1996 ini memang lahir dari keluarga yang sangat menyukai seni dan musik khususnya nyanyi. Ayahnya I Wayan Mardika Bhuana,S.Sn adalah sarjana seni sedangkan sang ibunda Dewa Ayu Eka Putri Kari Ini,SE,M.Si adalah PNS di lingkungan Kantor Gubernur Bali yang sejak remaja gemar menyanyi dan aktif di panggung sebagai MC. Jadi tak heran jika darah seni pun menurun pada Ayu Sada, putri sulung dari empat bersaudara ini.

Kepada IMOB Educare, gadis manis yang kini masih tercatat sebagai siswi Kelas XI/IPA SMAN 3 Denpasar ini menuturkan jika hoby menyanyi yang dimili­kinya justru diinspirasikan oleh ayah dan ibunya sendiri. Menyanyi bahkan menjadi kegiatan rutin yang tak bisa ditinggalkan. Dalam statusnya sebagai siswi yang harus belajar, Ayu Sada masih bisa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk menghibur masyarakat melalui suara emasnya. Menyanyi, modeling dan cita-cita mengabdi sebagai perawat adalah tiga tema yang ingin digenggamnya dalam perjalanan waktu menuju masa depan.

Jebolan SMPN 3 Denpasar ini me­ngaku sejak SMP sudah gemar tampil di panggung terutama membawakan lagu-lagu keroncong. Bahkan ketika SMP Ayu Sada secara rutin tampil dalam siaran lagu keroncong di Radion Republik Indonesia (RRI) Denpasar. Meskipun setelah duduk di SMA kegiatan siaran keroncong di RRI Denpasar tidak dilaksanakannya lagi. Namun, kini justru mendapat banyak tawaran menyanyi dalam berbagai acara terutama di lingkup pemerintah Provinsi Bali.

Soal prestasi, Ayu Sada mengaku saat masih di SD dan SMP ia pernah mengo­leksi penghargaan juara megeguritan dan saat Taman Kanak-Kanak pernah juara keroncong.”Aku suka menyanyi karena keluarga aku hobi menyanyi, terutama mama yang dikenal sebagai penyanyi keronconh di lingkup pemprov Bali,” ujar gadis yang mengagumi Sandhy Sandoro sebagai penyanyi idola dalam negeri ini. Ayu Sada juga mengidolakan Beyonce, penyanyi luar yang suaranya membuatnya terpukau.

Di dunia tarik suara, Ayu Sada pernah mengoleksi juara 3 solo putri di Lomba Pekan Seni Remaja pada tahun 2011 dan 2012, juga terpilih mewakili Bali dalam Gita Bahana Nusantara yakni kelompok paduan suara pada upacara 17 Agustus di Istana Negara Jakarta. Untuk bisa terpilih bergaung di Gita Bahasa Nusantara, diakui Ayu Sada, harus bisa mendalami pengetahuan tentang Bali dan bisa membaca not balok. Wakil dari Bali terpilih 4 orang yakni dirinya sendiri, siswa SMAN 4 Denpasar dan SMAN 1 Denpasar, serta  1 orang mahasiswa Unud. Dan sebelum ke Jakarta harus persiapan matang antara lain latihan membaca not balok bersama Pak Komang Darmayuda.”Menyanyi di Istana Negara pasti akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi aku dan sebagai remaja Indonesia sungguh membanggakan,” ujar Ayu.

Ditanya komentarnya tentang Hari Anak Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Juni Ayu Sada mengatakan, seharusnya Hari Anak Internasional diperingati di sekolah maupun di instansi lainnya sehingga semua orang tahu bahwa anak-anak harus lebih diperhatikan karena mereka adalah tunas bangsa. Anak-anak perlu disayangi, dilindungi dan diperhatikan serta berhak mendapatkan kasih sayang dari keluarga atau para orang tua dan siapa saja di muka bumi ini.”Dengan memperingati Hari Anak Internasional, maka mata dunia akan terbuka, bahwa kekerasan terhadap anak harus dihentikan dan penghormatan terhadap hak-hak anak mutlak harus diwujudkan. Jangan ada lagi kekerasan fisik maupun kekerasan psikologis terhadap anak-anak,” ujarnya.

Sebagai salah satu siswi SMAN 3 Denpasar, Ayu Sada mengaku sangat bangga karena di sekolah ini dirinya ditantang untuk belajar menjadi terbaik, terunggul melalui kompetisi akademik yang sangat ketat. Keunggulan SMAN 3 Denpasar adalah, sekolah ini senantiasa menegakkan disiplin.”Saya menyukai sekolah yang disiplin dan SMAN 3 telah mewujudkannya. Guru-gurunya ramah, baik dan dalam menyampaikan pelajaran mudah dimengerti”, ujar Ayu Sada.
Meskipun Ujian Nasional baginya masih tahun 2014 mendatang, namun menurut Ayu Sada, perlu dipersiapkan dari sekarang ini. Ia juga setuju jika ujian nasional tetap dilaksanakan guna memacu minat belajar para siswa namun diharapkan agar nilai ujian nasional tidak menjadi patokan menentukan kelulusan siswa.

Dimintai komentarnya tentang remaja masa kini, Ayu Sada mengatakan, dirinya bersyukur karena berada pada lingkaran lingkungan yang masih baik atau dirinya berada pada lingkungan yang tepat. Ia tak menampik bahwa ada ribuan remaja yang kini berada di lingkungan yang membuat mereka terpe­rosok ke dalam hal-hal yang negatif.” Remaja baik atau buruk tergantung pada diri remaja itu sendiri. Ada begitu banyak ruang bergaul seperti media social yang memungkinkan remaja juga terpengaruh ke hal-hal yang buruk, ini sangat memprihatinkan,” ujarnya menu­tup percakapan dengan IMOB Educare.