Putu Nandika Wintari

Kartini Muda Yang Haus Prestasi
Monday, April 2nd, 2012

 

nandika
Di kalangan keluarga besar SMA Negeri 4 Denpasar nama Putu Nandika Wintari sangat populer. Remaja kelahiran Gianyar 18 November 1993 ini mencatatkan diri sebagai salah satu siswi dengan segudang prestasi. Ia adalah Kartini muda masa kini yang selalu haus prestasi. Maksudnya?

 

Putri pasangan I Made Tamanbali,S.Pd dan Ni Made Ekaswari yang tinggal di jalan Gunung Patuha Raya No.122 Monang Maning ini adalah siswi Kelas XII SMA Negeri 4 Denpasar. Alumni SMPN 1 Gianyar ini sangat akrab dengan sejumlah prestasi. Ia boleh disebut Kartini muda masa kini yang selalu haus prestasi. Makanya selalu ada saja prestasi baik kademik maupun non akademik yang diraihnya selama tercatat sebagai siswa SMP maupun kini di SMAN 4 Denpasar.

Ketika masih di SMPN 1 Gianyar ia membukukan diri sebagai Juara 1 siswi teladan tingkat Kabupaten Gianyar dan Juara 3 Olimpiade Fisika tingkat Provinsi Bali. Jadi, teman kita yang satu ini sudah mengukir prestasi sejak masih di sekolah menengah pertama. Dan prestasi apa saja yang diraih oleh Nandi selama belajar di SMAN 4 Denpasar? Wouh..ada sederet prestasi yang membanggakan. Ia adalah Duta Anak Komisi Perlindungan Khusus tahun 2009 Mimbar Anak Bali dan di tahun yang sama ia juga mencatatkan diri sebagai Truni Jegeg Foursma 2009. Sepanjang tahun 2010 ia meraih juara 2 Economic Research Paper FEUI, Juara Harapan 1 LKTI Dies Natalis ke-41 Universitas Brawijaya, Paskibraka Daerah Provinsi Bali, dan Juara 2 LKTI Universitas Negeri Surabaya. Ia juga dinobatkan sebagai Penyaji Tingkat Nasional LKTI Unesa 2010. Prestasi lain yang diraih oleh gadis manis yang akrab disapa Nandi ini adalah Juara 3 LKTI bidang kimia FMIPA Unud, Juara 3, Pemilihan Remaja Berbudi Pekerti di Undiksha Singaraja, Duta Anak komisi Perlindungan Khusus, Duta Anak Persahabatan, Sekretaris Presidium Sidang Mimbar Anak Bali, danTim Penyusun Suara Anak Indonesia pada Kongres Anak Indonesia 2010.

Sepanjang tahun 2011 ia mencatatkan diri sebagai Finalis LKTI Scientific Atmosphere di FK UNUD, Peserta Science Writing Competition Jurusan Kimia FMIPA ITS, Juara 2 Business Competition Universitas Ciputra, Juara Harapan 1 LKTI Eco School Design ITS, Kelompok Terbaik Perkemahan Ilmiah Remaja LIPI, Juara 3 LKTI Dinas Pendidikan Kota Denpasar, Juara Harapan 3 LKTI Dinas Pendidikan Kota Denpasar, Duta Kanker Provinsi Bali, Peserta International Youth Forum UNICEF, dan Juara 3 LKTI Paper Competition Fakultas Kedoteran Universitas Airlangga 2011. Yang teranyar adalah Juara 1 Teruni Denpasar Pemilihan Duta Kebudayaan dan Pariwisata Kota Denpasar yang akhirnya mengantarkannya menyabet Juara 1 Jegeg Bali 2011 Pemilihan Duta Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bali.

Semua prestasi ini diakui Nandi karena dukungan teman-teman, para guru dan suasana belajar di SMAN 4 Denpasar yang menyenangkan. Ia mengaku sungguh menikmati kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah dan tidak merasakan kegiatan sekolah sebagai beban.”Para guru di SMA 4 Denpasar sudah seperti orang tua karena banyak waktu yang dihabiskan di sekolah. Di manapun dan kapanpun aku dan teman-teman ingin sharing, guru akan langsung bisa menerimanya,” ujar Nandi.

Meskipun Nandi bersekolah di SMAN 4 yang juga salah satu RSBI di Bali, baginya RSBI hanya sekedar status, karena RSBI adalah hasil dari kerja keras siswa, guru dan pegawai sekolah. Ia merasa bangga mempunyai sekolah yang menyandang gelar RSBI. Lalu mengenai ujian nasional Nandi katakan, ujian nasional memang sedikit beban, tapi sudah dipersiapkan dari kelas kelas X. Ia termasuk salah satu siswi yang setuju diadakan ujian nasional. “Tapi pembagian paketnya yang membuat siswa kepikiran sehingga tidak focus pada pelajarannya sebab pembagian paket pada masing-masing siswa tidak diumumkan,” ungkapnya.

Komentar Nandi tentang Hari Kartini, katanya, Ibu Kartini adalah pemicu emansipasi perempuan di segala bidang. Emansipasi menjadikan perempuan bebas menentukan dirinya termasuk pilihan hidupnya. Namun Nandi berpendapat, ada hal-hal yang perlu diwaspadai, karena kalau emansipasi diterjemahkan sebagai hidup bebas maka kaum perempuan bisa menyalahgunakan kebebasannya itu dengan melakukan hal-hal yang tak terpuji.”Misalnya kasus yang pernah heboh beberapa waktu lalu yakni munculnya geng motor, ini tentu saja perlu diwaspadai dan perempuan harus bisa menjaga diri dan beraktivitas terhadap hal-hal yang positif,” tutur Nandi.

Khusus pengalamannya dalam ajang Truna Truni dan Paskibraka, Nandi menuturkan banyak pengalaman yang didapatkan dengan menjadi Truna Truni Denpasar seperti bertemu dengan orang-orang di pemerintahan.”Secara tidak langsung bisa belajar tentang kehidupan di masyarakat,” ujarnya. Sedangkan ketika mengikuti Paskibraka, Nandi mengisahkan, adanya proses karantina selama 3 minggu di Sesetan, tepatnya Jalan Gurita dengan peserta 70 orang siswa se-Bali membuat dirinya belajar bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan.