Putu Ogy Suryadinata

Bercita-cita Menjadi Arsitek
Monday, March 24th, 2014
kikhjik
Dari tangan seorang arsitek bangunan indah nan megah dapat tercipta. Rancangan diatas kertas kemudian diaplikasikan dengan kerja tangan terampil menjadi bangunan bergaya arsitektur. Dengan memperhatikan komposisi dan balance antar berbagai komponen bangunan terciptalah sebuah karya dengan arsitektur yang memukau.

Arsitek itulah cita-cita yang diungkapkan oleh Putu Ogi Suryadinata saat diwawancara oleh Imob Educare di rumahnya Jl. Pralina No. 17 Denpasar. Remaja kelahiran Denpasar, 17 Januari 1998 itu mengharapkan dirinya menjadi seorang arsitek kelak di kemudian hari.
Menjadi arsitek atau cita-cita apa saja memang seharusnya dimiliki oleh setiap anak agar nantinya mengetahui tujuan yang ingin dicapainya. Dengan begitu anak tersebut akan memiliki motovasi untuk dapat meraih cita-citanya.

Cita-cita itulah yang memotivasi remaja yang akrab disapa Ogi ini untuk giat belajar dan mencari hal-hal baru untuk dipelajari. Hal itu dilakukannya tentu tidak semata-mata untuk mengejar nilai akademis saja, tapi juga untuk mengikuti berbagai lomba antar pelajar. Berbagai prestasi di sekolah dan ajang lomba dikoleksi oleh buah hati pasangan I Putu Gede Sucita dan Ni Ketut Wartini sejak masih usia kanak-kanak. Terlihat koleksi piala tertata rapi memberikan gelar siswa berprestasi kepada remaja yang tercatat sebagai siswa X MIPA 7 SMA N 3 Denpasar ini. Sederet prestasi itu diantaranya Juara 1 dan 2 ARH Putra tingkat SD tahun 2009, Juara Umum 1 di sekolahnya tahun 2012, dan Juara Harapan 1 Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) tahun lalu. Selain itu, alumni SMP N 8 Denpasar ini juga pernah tercatat sebagai peserta Olimpiade Siswa Nasional (OSN) tingkat provinsi, Lomba Matematika Nasional UGM, Olimpiade Matematika Vektor, dan Olimpiade Matematika ITS.

Apakah hanya prestasi saja yang dikejarnya ? Ternyata tidak. Sejak menginjak usia sekolah, Ogi sehari-harinya disibukkan dengan berbagai kegiatan. Ketika masih tercatat sebagai siswa SMP, Ogi dipercaya menjadi waka 1 OSIS di sekolahnya. Dan saat belum genap satu tahun menempuh pendidikan di SMA, Ogi dipercaya sebagai ketua Divisi (OSIS Junior). Kemudian pada peringatan HUT SMA 3 Denpasar yang ke-37, Ogi tampil di depan sebagai ketua panitia.

Perihal sekolahnya Ogi merasakan keseharian di sekolah sangat seru, banyak kegiatan dan banyak tugas. Tapi dengan padatnya kegiatan itu membuatnya semakin bisa mengefisienkan waktu. Disiplin, tentu saja. Bila tidak, tugas dan kegiatan pasti keteteran. Belajar disiplin dan mengatur waktu dengan baik adalah hal yang positif untuk mengantarkannya menuju kesuk­sesan dan cita-citanya.
Ditanya tentang UN, Ogi menganggap bahwa UN adalah sebuah ajang untuk menunjukkan keseriusan siswa setelah tiga tahun lamanya menempuh pembelajaran di SMA. Jadi belajarlah dengan giat agar nantinya bisa lulus dan mendapat nilai yang baik.

Mengenai kaum remaja masa kini, Ogi menyatakan kaum remaja masa kini perlu motivasi untuk belajar karena sekarang ini remaja jarang mau belajar. Salah satu cara yang digunakan guru untuk menyiasati hal itu adalah dengan memberikan banyak tugas. Tugas-tugas itu akan membuka pikiran mereka untuk mencari solusi untuk mengerja­kannya. Jadi mereka tentunya akan giat belajar untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka