Ria dan Randa

Ibu, Inspirator Meraih Prestasi
Wednesday, December 5th, 2012
cover 24
Pemikir dan penyair besar Kahlil Gibran mewariskan kata-kata bijak ini,”Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘ibuku’. Inilah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati”.

Kata-kata senada yang diwariskan Kahlil Gibran juga ditorehkan oleh teman kita Ni Wayan Wiryawati dan I Kadek Rakyanda Adyatama. Dua teman kita yang akrab disapa Ria dan Randa ini adalah siswa Kelas XII/IPA SMA Negeri 1 Susut. Bagi Ria, ibu adalah orang yang penting dalam hidupnya. ”Ibuku adalah orang yang penting dan bermakna dalam hidup Ria. Ibu Ria yang paling kuat”. Sedangkan Randa mengaku, ibu adalah inspirarator baginya dalam meraih prestasi di cabang olahraga Judo. Kedua remaja ini sempat bincang-bincang dengan Imob Educare yang bertandang ke sekolahnya SMAN 1 Susut Rabu (14/11) lalu.

Bagi Ria, ibunya Ni Made Puspawati adalah perempuan kuat karena bisa berperan sebagai ibu sekaligus sebagai ayah. ”Ibu adalah ‘ibuku’ sekaligus ‘ayahku’ setelah ayah tercinta pergi menghadap Sang Hyang Widhi beberapa tahun lalu. Ibu sungguh kuat,”ujar Ria. Katanya lagi, ibulah yang mengurus rumah dan anak-anak dan menjadi tulang punggung keluarga. ”Ibu, aku sangat sayang ibu dan aku berharap suatu saat nanti aku bisa membahagiakan ibu. Terimakasih buat semua kasih sayang dan perhatiannya,” tuturnya tulus.

Ria dan Randa adalah dua dari jutaan remaja Indonesia yang Dalam keseharian berhadapan dengan berbagai tawaran dan tantangan. Tapi mereka pandai memilih dan memilah tawaran itu. Belajar dan berprestasi, itulah pilihan dua remaja ini. Di tengah usaha untuk menoreh sederet prestasi kedua teman kita ini belajar sebagai jalan untuk menggapai cita-cita.
Bagi Ria menjadi dokter adalah obsesi. Mengapa menjadi dokter? Ria katakan salah satu sebab mengapa memilih menjadi dokter adalah karena ia ditinggal pergi ayah tercinta saat masih kecil. ”Aku ingin jadi dokter karena aku tidak ingin ada anak-anak yang harus kehilangan orang yang ia sayangi seperti saat aku kehilangan ayah,” ujar Ria mengenang almarhum ayahnya I Nyoman Wirda. Untuk menggapai cita-cita tersebut Ria memilih sekolah di SMAN 1 Susut. Bagi Ria bisa sekolah di SMAN Susut merupakan jalan terbaik yang Tuhan berikan padanya. Di sekolah ini Ria bisa meraih prestasi. Sedangkan Randa, punya dua pilihan, ingin jadi dokter olahraga. Tapi kalau gagal, ia ingin bergelut di dunia hukum, sebagai advokat atau notaris. Ia akan terus bergelut di Judo. Baginya ayahnya I Nyoman Sumerta dan ibu Ni Made Wirati adalah inspirator baginya dalam menoreh prestasi.

Baik Ria maupun Randa sama-sama menoreh prestasi baik akademik maupun non akademik. Prestasi tersebut diakui berkat bimbingan dan pendampingan para guru di SMAN 1 Susut yang sudah dianggap sebagai orang tuanya. ”Guru-guru di sekolah kami selalu bisa menjadi teman dan sahabat tidak hanya dalam proses pembelajaran tapi juga dalam keseharian,” aku Ria dan Randa senada. Apalagi saat menjelang ujian nasional para guru benar-benar penuh perhatian. ”Ujian nasional masih perlu untuk mengetahui standar kompetensi siswa secara nasional namun bukan penentu kelulusan. Sebab kelulusan ujian nasional tidak murni sebab banyak oknum yang lakukan penyimpangan,” ujar Ria yang dibenarkan Randa.
Bagi Ria dan Randa masa remaja adalah masa yang indah namun harus dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang positif. Sekarang remaja semakin mementingkan pelajaran, buktinya semua remaja kini bersekolah. Meskipun masih ada degradasi moral dari para remaja sehingga perlu proses penyadaran.

Sosok Ria adalah sosok remaja masa kini yang seolah haus menoreh prestasi. Di SMAN 1 Susut Ria tercatat sebagai Juara Umum sejak Kelas X, juara 3 siswa berprestasi kabupaten Bangli (2012), juara 2 lomba cerdas cermat TVRI (2011), juara 2 lomba debat bahasa Inggris Kabupaten Bangli (2011), juara 2 lomba cerdas cermat PKn Kabupaten Bangli (2010) dan juara 4 olimpiade agama Hindu Kabupaten Bangli (2011).

Sedangkan untuk non akademik Ria pernah menoreh prestasi sebagai juara 1 jegeg bagus Bangli (2012), juara 1 putri pramuka Bangli (2012), juara 1 teruni Bangli (2010), juara 1 LKTI Kabupaten Bangli (2012), juara 3 lomba debat aktivis se-Bali (2012) dan juara 3 lomba LKBB Kabupaten Bangli (2012).

Sedangkan Randa mengoleksi prestasi dengan meraih juara pertama Judo pada Popnas Yogyakarta tahun 2009, Kapolri Cup tahun 2011, Kartika Cup tahun 2011 dan Popnas Riau tahun 2011. Pada PON XVIII di Riau bulan September 2012 lalu Randa yang membela Provinsi Bali berhasil mengoleksi emas di cabang Judo. Inilah sederet prestasi dari remaja yang mengaku keluarganya adalah pencinta olahraga bela diri Judo ini.

Nah, apakah teman-teman mau seperti Ria dan Randa, menoreh prestasi gemilang? Mengapa tidak? Walt Disney pernah berujar, “Kalau Anda berani untuk mengejar impian Anda, semua impian akan bisa tercapai”. Jadi kejarlah impian, karena semakin dikejar semakin dekat dan engkau akan menangkapnya.gus