Ribuan Siswa SMA/SMK Terima BSM

Siswa SMA/SMK terima BSM
Monday, March 24th, 2014
hbr

Program Rintisan Wajib Belajar 12 tahun yang dirancang Pemerintah Provinsi Bali mengandung konskuensi terhadap pembiayaan pendidikan. Menyadari hal itu maka Pemprov Bali melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali telah memfasilitasi melalui program pembiayaan seperti Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Bidiksimisi yang dianggarkan dari APBD Bali.

Khusus BSM bagi siswa miskin jenjang SMA tahun 2014 tercatat 11.085 orang dari Kabupaten/Kota se-Bali masing-masing siswa menerima Rp. 2.000.000 pertahun, sama dengan tahun 2013 lalu sehingga jumlah dana yang disiapkan Disdikpora Provinsi Bali mencapai Rp. 22.170.000.000. Demikian dijelaskan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Seksi Kurikulum Drs. Dewa Made Sugiarta, M.Pd saat sosialisasi Bansos BSM, di Aula Disdikpora Provinsi Bali belum lama ini. Sosialisasi dihadiri Kepala SMAN/Swata se-Bali yang menerima Bansos BSM.

Menurut Kasi Kelembagaan dan Sarana Pendidikan, I Komang Rutu, S.Sos. jumlah siswa SMKN / Swasta yang memperoleh BSM mencapai 17.880 orang tersebar di semua Kabupaten /Kota se-Bali. Sedangkan besaran dana yang diperoleh persiswa pertahun sama dengan tahun 2013 yakni Rp. 3.200.000, sehinga jumlah dana keseluruhan Rp. 57.216.000.000.

Menurut Dewa Made Sugiarta bantuan sosial beasiswa miskin SMA/SMK adalah bantuan biaya pendidikan, diberikan kepada sejumlah peserta didik yang masuk ke dalam kriteria miskin dan diusulkan oleh sekolah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat ke pemerintah Provinsi Bali, dan langsung diterima oleh peserta didik melalui rekening sekolah.
Tujuan Program Bantuan Beasiswa Miskin SMA/SMK ini adalah untuk mengurangi jumlah peserta didik yang drop out akibat permasalahan ekonomi pada jenjang pendidikan menengah dalam rangka mewujudkan Rintisan Wajar Pendidikan 12 Tahun, mening­katkan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan melalui penyelenggaraan pembelajaran yang bermutu dan membantu peserta didik yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan untuk menyelesaikan pendidikannya.

Mekanisme penentuan kuota penerima Bantuan Sosial Beasiswa Miskin SMA/SMK dilakukan sebagai berikut. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan mensosialisasikan kepada satuan pendidikan. Satuan Pendidikan menghimpun siswa miskin yang ada di sekolah dan mengajukan proposal calon penerima bantuam sosial beasiswa miskin SMA/SMK kepada Gubernur Bali, cq. Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Bali, proposal tersebut diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat. Proposal diajukan paling lambat bulan Maret 2013. Proposal paling lambat tanggal 31 Maret 2013.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, menentukan jumlah kuota Penerima Beasiswa sesuai dengan proposal calon penerima beasiswa miskin SMA/SMK kepada masing-masing sekolah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Bali, berdasarkan Permen 30 Tahun 2010 pasal 3 antara lain , jumlah peserta didik miskin, letak satuan pendidikan/lokasi asal peserta didik dan letak geografis. Disamping itu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, menghimpun usulan dari masing-masing sekolah calon penerima Bantuan Sosial Beasiswa Miskin SMA/SMK berupa proposal, nomor rekening sekolah untuk ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur Bali.